Bangsa Israel adalah istimewa di mata Tuhan. Ada 5 alasan Alkitabiah yang menyatakan mengapa setiap orang Kristen harus mendukung Israel. Mari kita bahas satu persatu.

1. Israel adalah satu-satunya bangsa di dunia ini yang Tuhan pilih untuk menyatakan rencanaNya.
Israel adalah kepunyaan Tuhan. Israel adalah biji mataNya.
Zakharia 2:8:
"Sebab beginilah firman Tuhan semesta alam, yang dalam kemuliaanNya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu; sebab siapa yang menjamah kamu berarti menjamah biji mataNya."

Sebagai Pencipta langit dan bumi, Tuhan mempunyai hak untuk menentukan kepada siapa tanah di bumi ini akan diberikan. Tuhan telah menetapkan kepada Abraham, Ishak, Israel dan keturunannya bahwa tanah mulai dari sungai Mesir sampai sungai Efrat adalah milik mereka. Lihat Kejadian 15:18. Wilayah itu sekarang meliputi wilayah Israel, Jordania, Lebanon, Syria dan sebagian wilayah Irak. Jadi kalau ditanyakan apakah tanah Kanaan adalah milik Israel? Jawabannya adalah "ya".

Kejadian 17:8:
"Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Tuhan mereka."

Tanah Kanaan adalah milik Israel untuk selama-lamanya. Karena itu di zaman modern ini, bangsa Palestina tidak mempunyai hak sama sekali yang Alkitabiah atas tanah Kanaan.

Batas-batas tanah bangsa Israel yang diberikan oleh Tuhan adalah sebagai berikut:
Bilangan 34:2-15.
Yosua 11:16-23.
Yosua 13:1-22.
Yehezkiel 47:13-23.
Yehezkiel 48.

Batas-batas tersebut adalah kepunyaan abadi bangsa Israel. Jika ada yang ingin membagi-bagi tanah milik Israel, Tuhan mengingatkan kita di Yoel 3:2b:
"Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umatKu dan milikKu sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanahKu."

Jangan membagi-bagi tanah Israel!!! Bahkan meberikannya kepada Palestina. Karena mereka tidak mempunyai hak di tanah Israel. Tuhan telah memilih Israel dan melalui Israel Tuhan menurunkan rencanaNya bagi keselamatan umat manusia.

2. Orang-orang Kristen memiliki hutang budi kepada bangsa Israel, karena kontribusi mereka di dalam proses lahirnya kekristenan.

Paulus mengingatkan kita sebagai pengikut Kristus agar kita menghormati bangsa Israel di Roma 15:27b:
"Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka."

Tuhan Yesus mengatakan di Yohanes 4:22b:
"Sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi."

Ingat, kaum Yahudi telah memberikan beberapa hal terhadap ke-Kristen-an:
* Kitab para nabi.
* Nabi-nabi.
* Keturunan Ilahi di dalam diri Tuhan Yesus Kristus.
* Para rasul Kristus.

Adalah suatu hal yang mustahil, jika anda mengatakan "Kristen" tetapi anda tidak mengasihi kaum Yahudi. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa "love is not what you say, but love is what you do".

1 Yohanes 3:18.
"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."

3. Tuhan Yesus dibesarkan di dalam tradisi Yahudi dan Ia tidak pernah mengingkari ke-Yahudi-an-Nya.

Tuhan Yesus lahir dalam tradisi Yahudi. Disunat pada hari ke 8 untuk mempertahankan tradisi Yahudi. Ia mempraktekkan Hukum Taurat. Dan Ia mati di kayu salib dengan sebutan "Inilah Raja kaum Yahudi". Tuhan Yesus menyebut kaum Yahudi sebagai saudara-saudaraNya. Lihat Matius 25:40.

4. Orang Kristen mendukung Israel karena hal ini membawa berkat.

Daud menulis di Mazmur 122:6
"Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem, biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa."

Musa menulis di Kejadian 12:3
"Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau."

Jika kita mengasihi kaum Yahudi, maka Tuhan pun mengasihi kita. Lihat bagaimana seorang prajurit Romawi di Kapernaum di Lukas 7:1-10? Ia adalah seorang "gentiles", sama seperti kita dulu sebelum mengenal Yesus. Tetapi karena prajurit itu mengasihi bangsa Yahudi, maka ia melihat berkat Tuhan. Lihat Lukas 7:5. Karena ia mengasihi bangsa Yahudi, Tuhan Yesus berkenan hadir dan membuat mukjizat. Prajurit itu bernama Kornelius. Dan kisah mengenai Kornelius dapat dibaca di Kisah 10.

Kisah 10:2
"Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Tuhan dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Tuhan."

Sedekah Kornelius kepada kaum Yahudi akan selalu diingat oleh Tuhan.

Kisah 10:4
"Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Tuhan dan Tuhan mengingat engkau."

Kisah 10:31
"Kornelius, doamu telah didengar Tuhan dan sedekahmu telah diingat di hadapanNya."

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memberkati orang-orang yang memberkati kaum Yahudi. Kita lihat bangsa Amerika. Mengapa Tuhan memberkati Amerika sebagai negara super power? Mengapa Tuhan menjadikan Amerika sebagai pemenang Perang Dunia 2? Mengapa Amerika? Mengapa bukan Jerman?

Jawabannya:
Karena Amerika mengerti firman Tuhan. Tuhan memberkati bangsa yang memberkati kaum Yahudi. Dan karena Jerman membantai kaum Yahudi, sehingga mereka kalah dalam Perang Dunia 2.

Ingat kisah Yusuf di Mesir?
Firaun di Mesir mengasihi Yusuf dan bangsanya. Bahkan Yusuf diangkat menjadi orang ke 2 di Mesir. Karena kebijaksanaan Firaun ini, maka Mesir Tuhan berkati. Kelaparan terjadi disekeliling Mesir, tetapi Mesir tetap aman. Bagaimana ketika Mesir dipimpin oleh Firaun yang membenci kaum Yahudi? Bangsa Mesir harus menghadapi 10 tulah. Dan akhirnya Firaun sendiri menjadi makanan ikan di Laut Merah.

Ingat kisah Haman di Kitab Ester?
Haman menyiapkan tiang gantungan untuk kaum Yahudi. Tapi apa yang Tuhan perbuat kepada Haman? Justru tiang gantungan yang Haman buat untuk kaum Yahudi menjadi tiang gantungan yang menghabisi Haman sendiri.

Tidak ada berkat bagi orang yang memusuhi Yahudi. Lebih baik kita contoh sikap Kornelius di Lukas 7:1-10, Kisah 10:1-2, 4, 31.

5. Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa yang menghina bangsa Israel.

Di Keluaran 17 dibahas tentang bangsa Amalek yang menyerang bangsa Israel ketika Israel sedang berjuang menuju tanah Kanaan. Karena sikap bangsa Amalek yang memusuhi bangsa Israel ini, maka Tuhan berkata "Aku akan memerangi bangsa Amalek dari generasi sampai ke generasi, sampai bangsa itu punah".

Keluaran 17:14
"Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."

Artinya adalah Tuhan akan memusnahkan bangsa Amalek sampai habis. Kaget?
Janganlah kaget, karena beberapa ratus tahun setelah bangsa Israel eksodus dari Mesir, Tuhan masih memerangi bangsa Amalek.

Tuhan memerintahkan Raja Saul untuk memusnahkan bangsa Amalek.

1 Samuel 15:2-3
"Beginilah firman Tuhan semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

Di 1 Samuel 15:28, karena Saul tidak taat kepada perintah Tuhan untuk memusnahkan bangsa Amalek, maka Tuhan mengambil posisi raja dari Saul dan memberikannya kepada Daud. Penghakiman atas Saul sangat instan, karena Saul menolak perintah Tuhan untuk memusnahkan bangsa yang menyerang bangsa Israel.

Beberapa ratus tahun telah lewat sejak bangsa Israel keluar dari Mesir, tetapi penghakiman atas Amalek tetap Tuhan lakukan. Tuhan tidak merubah keputusanNya untuk memusnahkan bangsa Amalek sampai ke anak-anak dan wanita-wanita Amalek.

Perhatikan apa yang dilakukan Samuel terhadap Agag, raja Amalek?

1 Samuel 15:33
"Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan Tuhan di Gilgal."

Tuhan berjanji akan menghukum bangsa-bangsa di dunia yang melawan bangsa Israel. Semua bangsa di dunia ini dihadapkan pada pilihan, Amerika, Arab, Uni Eropa, Rusia, China, PBB, mereka semua dihadapkan pada pilihan. Apakah akan melawan Israel atau menjadi sekutu Israel?

Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa di dunia ini berdasarkan sikap dan perilaku mereka kepada bangsa Israel. Lihat, mana kerajaan Babylon? mana kerajaan Yunani? mana kerajaan Romawi? mana kerajaan Ottoman? mana Nazi? Mereka semua menyerang bangsa Israel dan Tuhan membuat mereka menjadi lenyap.

Jadi bagaimana sikap kita?
Apakah kita berani menjamah bangsa yang disebutkan sebagai ''biji mata Tuhan"?

Zakharia 2:8
"Sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mataNya."

 

 

   

Kumpulin ayat-ayat, disambung-sambung jadi suatu cerita sesuai selera, sebaiknya dihindari. Ada beberapa materi yang benar menurut konteks masing-masing, tapi tidak bisa disambung seperti itu. Menurut saya ringkasnya:

No. 1 (Israel adalah satu-satunya bangsa ….. untuk menyatakan rencanaNya). Jelas salah. Semua bangsa yang tertulis dalam Alkitab adalah bangsa yang Tuhan pilih untuk menyatakan rencanaNya (baik positif maupun negatif). Salah satu rencana positif Israel adalah Tuhan memberi mereka tanah Kanaan, itu betul. Tetapi luasnya tidak dari Mesir sampai Efrat, Kanaan itu ya sebatas Israel sekarang ini (tidak termasuk Mesir dan Lebanon, tidak sampai menyebrangi sungai Yordan). Rencana negatif Tuhan buat Israel, bahwa Israel akan diceraiberaikan, meskipun sesudah beratus tahun akan terjadi dalam satu hari kembali menjadi satu bangsa lagi. Untuk melaksanakan itu, Bangsa Asiria mengalahkan Kerajaan Israel dan memboyong keluar dari Kanaan (yang kemudian tidak tahu juntrungannya ke mana mereka, disebut sebagai the lost ten tribes of Israel). Tuhan memakai bangsa Babilon (Nebukadnesar) untuk mengalahkan Kerajaan Yehuda dan memboyongnya ke Babilon, kemudian Tuhan menggunakan bangsa Persia (Raja Cyrus) untuk membebaskan Yehuda kembali ke Kanaan membangun kembali Jerusalem. Ada lagi bangsa yang dipilih Allah, yaitu saudara Isak alias Ismail, anak Abraham dari Hagar (budak Abraham) yang di”ungsikan” ke padang pasir. Tuhan menyatakan turunan Ismail akan sebanyak bintang di langit, dan bahwa anak itu akan seperti keledai liar, tangannya akan melawan tiap orang, akan menentang semua saudaranya. Ternyata ini menjadi kenyataan rencanaNya: keturunan jadi sumber teroris ………. (negatifnya, dipilih jadi teroris). Maka kalau dikatakan Israel satu-satunya bangsa ya salah ………..

2. (Orang Kristen hutang budi kepada bangsa Israel.) Itu jelas juga tidak betul, karena Yesus menyatakan bahwa Tuhan mengasihi isi dunia ini sehingga dikaruniakan AnakNya yang Tunggal agar barang siapa yang percaya, tidak binasa melainkan dapat hidup kekal. Orang Kristen adalah orang yang percaya dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Kebetulan Tuham memakai bangsa Yahudi untuk melahirkanNya dan untuk menyalibkanNya. Tidak ada hutang budi kepada Israel/Yahudi. Kalau hutang budi malah kepada bangsa Romawi yang memelihara situs-situs lokasi napak tilas kisah perjalanan Tuhan Yesus. Yahudi malah menghancurkannya, sampai sekarangpun membangun gereja di Jerusalem dibatasi dan dilarang-larang, hutang budi apanya ya? Kalau kita mau simpati sih boleh-boleh saja, tapi jangan mengkultuskan. Di samping itu (maaf mengungkit masa lalu yang pahit, mengapa sampai dulu 'tentara' yang menamakan diri Kristen – jaman sekitar perang salib - menguber-uber orang Yahudi? Mestinya ada sebabnya, mungkin mereka menguber-uber orang Kristen duluan). Jadi percaya kepada Yesus kita selamat (Sola Fide), tak ada hubungan hutang budi sama orang Yahudi.....cuma kebetulan lewat.

3. (Tuhan Yesus dibesarkan di dalam tradisi Yahudi dan Ia tidak pernah mengingkari ke-Yahudi-an-Nya). Ini juga janggal kalau karena tidak mengingkari, dijadikan alasan untuk balas jasa, juntrungannya tidak nyambung. Di samping itu, Yesus pernah mengingkari orang tuanya dan saudara-saudaranya pada waktu Ibunya mencari Dia di Bait Allah Jerusalem. "Siapakah Ibuku? Siapakah saudara-saudaraku?“. Yesus mengingkari sebagai keturunan Yusuf dan Maria, karena Dia menyatakan diri bahwa Dia mewakili BapaNya di Surga. Kalau Bapak Ibunya diingkari, apa tidak otomatis mengingkari ke-Yahudi-annya? Cuma kebetulan Dia dilahirkan melalui bangsa Yahudi, melalui rahim Maria keturunan Daud. Yang benerannya, Dia langsung dari Surga di atas segala bangsa.

4. (Mendukung Israel membawa berkat). Ya itu boleh-boleh saja, sebab pesan Tuhan Yesus untuk mengasihi segala bangsa, jadi kalau mendukung Israel mendapat berkat, itu logis-logis saja, tetapi tidak ada istimewanya. Mengasihi bangsa-bangsa yang membutuhkan, tentunya akan mendapat berkat Tuhan juga.

5. (Tuhan menghakimi bangsa yang menindas Israel). Ya, Tuhan juga akan menghakimi bangsa yang menindas bangsa lain, sesuai rencanaNya.
Sebenarnya apa yang saya mau katakan? Sederhana, jangan hubungkan Kisah-kisah dalam Kitab Perjanjian Lama dengan kehidupan sekarang ini secara langsung, tanpa melalui tranformasi Kitab Perjanjian Baru yang menjadi inti Ajaran Kristen. Jangan bawa kembali ke jaman Perjanjian Lama tanpa melihat apa yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia melalui Perjanjian Baru. Laknat-laknat Tuhan di Perjanjian Lama (Allah yang suka balas dendam), telah diubah oleh Cinta Kasih Allah melalui Penebusan Yesus Kristus yang dijelaskan dalam Perjanjian Baru.
Itu saja, sederhana, Jaman Perjanjian Lama mengandung unsur murka dan balas dendam sangat tinggi, Tuhan sudah mengubahNya dengan Cinta Kasih, kalau kita percaya bahwa Tuhan Yesus Juru Selamat yang mengasihi kita semua, jangan menakut-nakuti orang Kristen dengan murka-murka dan balas dendam. Marilah kita mengasihi semua bangsa seperti ajaran Yesus. Jangan terkecoh oleh ajaran-ajaran yang membangkitkan permusuhan antar bangsa.
 
Tuhan memberkati kita semua.

 

 

 

               

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.