Melengkapi pembicaraan kita pada waktu dinner bersama di Cafe Sera (Surabaya), berikut ini artikel lengkap dengan contoh ayat-ayat yang ada dalam Kitab Utama dalam Alkitab yaitu INJIL, dengan tokoh terpenting langsung yaitu YESUS sendiri sebagai contoh yang sederhana. Silakan menyimak dengan membuka hati dan minta Roh Kudus membantu menerangi kita.


KESEDERHANAAN INJIL

Hal mendasar yang wajib dipahami oleh para pelayan Tuhan adalah pengertian bahwa INJIL adalah hal yang paling sederhana dibanding dengan semua sistem agama di dunia. Injil hanya mempunyai “satu syarat” untuk membawa orang-orang menerima keselamatan kekal, yaitu hanya dengan “percaya”.
Inilah The simplicity of the gospel.
Hah….., cuma disuruh percaya? Demikian tanggapan bagi orang belum mengenal Kristus. Padahal dalam agama saya harus melakukan ini dan itu untuk dapat masuk Surga, banyak sekali syarat-syarat ritualnya, bahkan harus melewati jembatan dari titian rambut yang dibelah tujuh.
Ah, …… mana mungkin?
Tapi itulah hakiki Kekristenan, bahwa Injil Yesus itu sangat sederhana. Percaya, dan engkau akan selamat.
Sayangnya Injil yang sederhana ini seringkali dibuat rumit oleh kalangan gereja. Betapa banyak kita temui gereja masih memberikan syarat yang macam-macam bagi jiwa baru yang ingin dibaptis. Harus memberikan surat ini dan itu, melalui sistem pengajaran yang panjang dan birokrasi yang dibuat rumit. Untuk mengikuti Perjamuan Kudus saja harus mendaftar, ada urusan-urusan administrasi attestasi masuk dan keluar. Untuk penyerahan/ baptisan anak harus menyertakan akte kelahiran dsb. Rupanya kita masih suka berurusan dengan hal-hal yang sifatnya birokratis. Tentu saya tidak sepenuhnya menentang syarat-syarat administratif tersebut. Sebab sistem administrasi yang baik akan membuat manajemen gereja lebih baik, namun janganlah hal-hal ini berpotensial menjadi penghalang orang-orang datang kepada Yesus.
Salah satu sikap yang baik dari saudara-saudara kita di kalangan Kharismatik adalah, mereka lebih welcome terhadap jiwa-jiwa baru. Bagi setiap jemaat baru yang ingin dibaptis, langsung dilayaninya dan dibaptis tanpa melalui birokrasi gereja yang rumit-rumit. Maka tidak sulit bagi mereka mengembangkan pertumbuhan gerejanya dibandingkan dengan aliran-aliran lain. Jadi janganlah selalu menganggap bahwa aliran ini suka menyedot jemaat gereja lain. Tetapi sistem ini sebagai salah satu yang menyebabkan gereja-gereja Kharismatik bertumbuh dengan pesat. Ini mengikut sebuah kesederhanaan yang sudah dilakukan oleh Yesus terhadap penjahat di sampingNya saat di atas kayu salib.
Lukas 23:43 kita baca:
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Sederhana, bukan?! Percaya dan engkau akan selamat!
Metode pengajaran, tata gereja, liturgi, peraturan, tata ibadah dan hukum gereja banyak yang hanya merupakan improvisasi yang berlebihan dari sebuah Injil yang sederhana. Pengosongan diri yang dilakukan Yesus datang sebagai manusia ke dunia adalah sebuah penyederhanaan. Tuhan Yesus menyukai hal-hal yang sederhana, contoh :

Matius 15:21-28 Perempuan Kanaan yang percaya:
15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Matius 8:5-13 Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum:
8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga,
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Dalam 2 contoh di atas, Yesus dibuat kagum oleh kesederhanaan iman dan pola pikir dari perempuan Kanaan dan perwira di Kapernaum ini.

Panggilan Tuhan Yesus kepada umatNya-pun berlangsung dengan sederhana, Kisah Zakheus menunjukkan bahwa panggilan Tuhan Yesus itu sungguh sederhana. Ketika Yesus berkata "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Saat Yesus mengatakan ini, Yesus sudah melihat hati Zakheus, sehingga Yesus tidak menuntut Zakheus untuk bertobat dan berbuat baik dahulu, atau harus melalui suatu proses pemurnian dahulu, atau harus keluar dari pekerjaannya dahulu; dan baru setelah itu Yesus mau menemui Zakheus secara pribadi. Tuhan Yesus tidak menggunakan cara yang rumit untuk memenangkan umatNya, maka kita harus mengikuti kesederhanaan sistem penginjilan Yesus ini :
Lukas 19:1-9:
19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
Dengan contoh sistem penginjilan Yesus ini, apakah kita masih getol mempertahankan ketentuan dan peraturan-peraturan birokrasi gereja yang sebenarnya hanya buatan manusia itu? Mau bertemu dengan Yesus itu adalah masalah yang mudah, kapanpun dan di manapun Yesus bersedia ditemui. Tidak harus menunggu proses yang panjang-panjang.
Tuhan Yesus dalam menginjil selalu memakai media-media yang sederhana, mengajar di bukit, di tepi danau di jalan-jalan. Yesus memakai media yang tidak perfect ini untuk membawa manusia mempunyai hubungan yang perfect dengan Allah. Dalam pengajaranNya pun Yesus memakai bahasa yang sederhana, perumpamaan-perumpamaan yang Yesus berikan adalah kebanyakan diambil dari kejadian-kejadian lazim yang sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari; contohnya perumpamaan anak yang hilang, perumpamaan tentang seorang penabur, dll.
Yesus adalah pribadi yang sederhana.
 

SOLI DEO GLORIA!!!
 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.