Kontroversial Benny Hinn
 

 

Banyak hamba Tuhan yang karena imannya dikaruniai kemampuan untuk menyalurkan berkat. Tuhan Mahakuasa dan tidak berubah dulu sekarang dan selamanya. Kalau kita percaya bahwa Yesus di jamanNya bisa menyembuhkan orang melalui mukjizatNya, kalau kita percaya bahwa Yesus mati dan bangkit kembali, maka kita harus percaya bahwa mukjizatNya bisa terjadi kapan saja. Demikian pula kalau dulu Petrus cs bisa menyembuhkan orang atas nama Tuhan Yesus Kristus, adalah lucu kalau kita menolak (tidak percaya) kuasa Tuhan yang memberi karunia kepada hamba pelayan-pelayan Tuhan untuk menyembuhkan seperti Petrus cs dulu. Karena itu saya percaya bahwa Benny Hinn adalah salah satu hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan untuk mendoakan dan orang bisa sembuh. Tetapi manusia tetap manusia, disamping tugasnya sebagai hamba Tuhan, sering kesombongan dan ke-aku-an bisa muncul numpang dalam tugasnya. Nah, saya merasa Benny Hinn telah terlalu banyak ke-aku-an (bukan kata-kata tetapi sikap) itu.
Bagi yang bisa menerima kecongkakan itu, mereka akan memperoleh berkat yang besar, karena Tuhan masih berkuasa dulu sekarang dan selamanya. Bagi orang macam saya, hanya bisa menonton saja karena saya tidak bisa terima bahwa hamba Tuhan bersikap congkak karena Yesus tidak memberi contoh seperti itu.
Kecongkakan itu bisa berbahaya, memaksakan sesuatu. Mungkin Tuhan belum menyembuhkan seseorang, tetapi karena kecongkakan “faith healer”, dia memaksakan sugesti bahwa itu sudah disembuhkan, dan kalau belum sembuh itu cuma karena kurang iman.
Ada golongan yang menentang Benny Hinn, bahkan mencari kesalahan-kesalahannya. Golongan macam ini lebih tumpul atau lebih munafik dari kecongkakan faith healer, karena pada dasarnya di dalam hatinya tidak percaya bahwa Tuhan masih bisa berbuat mukjizat. Hanya di mulut mengaku Tuhan tidak berubah, tetapi di hatinya tidak percaya bahwa Tuhan tidak berubah. Kalau golongan yang anti Benny Hinn itu hamba Tuhan, saya ragu-ragu bahwa dia hamba Tuhan yang sebenarnya, mungkin hanya sekedar orang upahan hidup bergaji sebagai pendeta tetapi sebetulnya bukan orang beriman.
Iman tidak hitam putih, iman naik turun sering menjadi abu-abu tercampur egoisme. Orang fanatik membela agama sering beriman yang dicampur dengan kesombongan golongan. Yesus mengajar mengasihi musuh sekalipun, tetapi nyatanya ada yang mengaku pendeta tapi membenci musuhnya, bahkan menghasut anak buahnya buat perang fisik. Yesus tak pernah mengajarkan perang fisik,
Jadi bagaimana menurut saya? Dia hamba Tuhan, dia dipakai oleh Tuhan (seperti Raja Daud dipakai oleh Tuhan, tetapi cara hidupnya sering bertentangan dengan ajaran Tuhan); namun buat saya, egonya terlalu tinggi sehingga mungkin ada sikap-sikap yang kelihatannya bohong akibat ego-nya itu. Lhaa, saya kurang bisa menghargai egoisme begitu, makanya saya mendukung KKRnya tetapi tidak berkampanye. Semoga banyak orang menjadi percaya kepada Yesus oleh penyembuhan melalui Benny Hinn.

(Den Vincent)

 

Saudara-saudari seiman,
Kelihatan kontroversi tentang Benny Hinn masih berlanjut. Bermula dari rasa tersinggung seseorang yang kemudian melansirnya dalam milis ini hingga menimbulkan polemik. Benny Hinn telah diseret ke dalam trial by the press.
Sebaiknya kita hati-hati menghukum seseorang yang menyandang gelar hamba Tuhan, karena apabila sinyalemen negatip yang kita sebarkan ternyata tidak benar, kita telah melawan Tuhan dalam rencanaNya.
Polemik ini bermula dari penolakan Benny Hinn disentuh orang lain. Tidak ada keterangan yang mendetail dimana dan pada saat yang bagaimana penolakan itu terjadi.
Saya pernah menjadi apriori terhadap seorang pendeta dari golongan kharismatik yang sedang berjalan menuju rumah tempat ibadah sektor mingguan (malam 19.30) pada wilayah jemaatnya dimana beliau akan memberi renungan firman Tuhan. Ketika kami sedang berpapasan (jalan kaki) saya memasang wajah senyum dan mengucapkan salam ‘selamat malam’. Tak kusangka, sang pendeta tidak memberi respons sedikitpun. Beliau tidak membalas greeting saya dan tidak berniat bersalaman dengan saya. Dia berlalu begitu saja dengan sikap seolah-olah tidak mengenal saya, padahal hubungan kami sangat erat. Kami sering berbincang-bincang. Beliau sering bertamu ke rumah saya. Saya tidak habis pikir mengapa tiba-tiba beliau menjadi dingin dan sombong. Rupanya beliau memahami perasaan saya.
Seminggu kemudian kami kebetulan bertemu lagi. Kehangatannya dalam pergaulan kembali seperti biasa dan tidak ada tanda-tanda rasa bersalah pada dirinya. Kemudian beliau sengaja membuat bahan pembicaraan yang mengarah pada tujuan memberi klarifikasi tentang sikapnya yang mungkin membuat saya tersinggung.
Beliau bercerita bahwa sebelum pergi ke peribadatan dimana beliau akan menyampaikan firman Tuhan, pasti berdoa lebih dulu dan menguduskan diri. Sepanjang perjalanan beliau tidak akan memberi salam pada siapapun dan tidak akan memberi dirinya disentuh oleh siapapun. Bersalaman tentu bersentuhan, oleh sebab itu harus dihindari. Hal seperti itu sudah menjadi sesuatu yang harus dia lakukan.
Mengapa? Tentu ada alasan skriptural. Beliau merujuk pada Lukas 10:3-4, sewaktu Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kabar baik :,,Pergilah………dst. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan”.
Benny Hinn, sebagai seorang hamba Tuhan pasti mengetahui ayat ini dan saya yakin inilah yang menjadi alasan baginya untuk tidak merelakan dirinya disentuh oleh orang lain.
Trial by the press tidak berhenti. Sdr. Riyanto memberi tambahan keterangan lain yang memberatkan Benny Hinn. Tapi sayang, apa yang diungkapkannya tidak lebih dari praduga semata-mata. Dari bentuk pengungkapannya terlihat bahwa dia sepenuhnya dipengaruhi subyekifisme, dan apa yang diutarakannya tidak lain dari apa yang dikatakan orang lain kepadanya.
Baiklah, kita terima bahwa Benny Hinn pernah berurusan dengan pengadilan karena tuduhan penipuan. Tapi beritanya hanya sampai di situ saja. Tidak ada lanjutan apakah Benny Hinn dihukum masuk penjara atau didenda, atau dia bebas dari tuduhan.
Namun hal ini telah membuat kesan yang sangat negatif terhadap hamba Tuhan itu.
Sdr. Riyanto, mengapa memberi keterangan seperti itu?
Saya percaya, Benny Hinn bukan manusia yang sempurna, sama seperti semua manusia tidak ada yang sempurna. Tetapi jika kesempurnaan yang dituntut, siapa yang layak di hadapan Tuhan???
Mari mawas diri, jangan sampai kita dipakai oleh Iblis melawan rencana Tuhan.
Salam.
WS.

 

 

Salam sejahtera penuh rahmat Tuhan Yesus Kristus. Saya gembira dapat berdiskusi berbagai macam termasuk sang Benny Hinn (BH) yang cukup kontroversial dalam milis kita ini.
Diskusi yang berbobot diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasan (serta kadang untuk saling menguatkan iman), sering dalam prosesnya mengalami perdebatan yang seru dan menarik karna dilandasi sopan santun berdiskusi, rasa saling menghargai dan saling menjaga perasaan orang lain; tetapi juga kadang menjengkelkan dan mendebarkan karna ditunggangi mudah emosi, ego pribadi, persepsi sendiri-sendiri (alias karep-karepe dewe), ego golongan, dsb.
Sementara ini saya menulis sengaja dengan diawali sebagian tulisan saudara Willer Simanjuntak (di atas) dan penayangan kembali tulisan saya mengenai subject Benny Hinn tertanggal 2 Maret 2006 (terlampir di bawah).

Seperti yang disebutkan saudara Willer yaitu bermula dari rasa tersinggung seseorang yang kemudian melansirnya dalam milis ini hingga menimbulkan polemik.
Mengapa seseorang tersebut harus tersinggung? Silakan lihat kembali posting saya yang pertama. Milis ini adalah ajang diskusi, terbuka untuk mengemukakan pendapat, sharing pikiran dan perasaan, dan saudara Teo telah menangkap hal ini dengan bijak sekali, serta lebih jernih melihat inti permasalahan, padahal mungkin dari segi usia, beliau ini relatif lebih muda.
"Kalau boleh saya sampaikan, kalau kita baca suratnya Oom/tante Vincent pada intinya mereka melihat itu semua baik serta menghargai karya Benny Hinn, akan tetapi Oom/tante Vincent sendiri yang mempunyai perasaan itu dan kita juga tidak bisa menyalahkan perasaan seseorang".
Beliau mengerti juga tata krama dan aturan main berdiskusi, dalam arti tidak menjadi masalah bila terjadi pro dan kontra, bahkan adu argumen, atau bila seseorang mempunyai perasaan tertentu terkait dengan topik bahasan, sejauh tetap dalam batas dan norma kesopanan. Juga beliau berusaha untuk "mendinginkan" pihak yang tersinggung dengan mengemukakan asumsi, bahwa mungkin BH dianggap sombong karena kata-katanya. Sayangnya asumsi ini kemudian juga dipersepsikan lain oleh saudara Willer, bahkan dianggap sudah menyatu dengan posting tulisan saya.

Sejak awal mengirim/posting, sama sekali tidak terbersit dalam pikiran saya untuk menjatuhkan atau menyalahkan pihak tertentu, apalagi menyerang pribadi, yang ingin saya sharingkan adalah pendapat dan perasaan tentang hal yang diforwardkan (topik bahasan), sebagaimana lazimnya suatu milis. Walaupun agak heran, kok sampai tersinggung seperti itu, toh saya kembali berpikir, bahwa ini adalah milis terbuka, jadi sah-sah saja orang mengemukakan perasaannya. Cuma yang saya sesalkan adalah munculnya kata-kata tertentu yang menurut saya sudah melampaui tata krama suatu ajang diskusi, walaupun (kembali) saya sadari, bahwa bila seseorang sudah terbawa emosi, segalanya bisa terjadi.

"Ada reaksi keras dari yang mengawal milis ini", "Saya tak tahu kalau Den Vincent adalah sobat Benny Hinn, dan rupanya telah terjadi sesuatu sehingga Den Vincent menganggap Benny sebagai manusia SOMBONG, EGOSENTRIS", "Kalau toh di antara Den Vincent dan Benny Hinn ada masalah, mungkin lebih bijak tidak diumumkan secara terbuka di milis ini", "Pertanyaannya: apakah perasaan ketidak-sukaan pada seseorang perlu diumumkan di milis yang anggotanya ratusan orang dengan berbagai macam kepribadian/ back ground dll.??? Alangkah bijaknya, kalau perasaan negatif tersebut diumumkan hanya di kalangan terbatas, misalnya keluarga atau sobat dekat, dan bukannya disebar-luaskan. Memang kita sah-sah saja punya perasaan positif atau negatif pada seseorang, tapi apakah perlu dihalo-halokan?? Kecuali kalau hal negatif ini adalah berita nasional/internasional. Jadi sudah jadi bahan pembicaraan umum di masyarakat. Lha kalau Benny Hinn kan tidak semua anggota milis mengenalnya".

Sayangnya asumsi inilah yang kemudian dijadikan acuan, seolah itulah permasalahannya. Lhah, diskusi jadinya ke mana-mana, yang sudah ke luar dari jalur permasalahan, weleh...weleh... Parahnya masih juga disusul dengan komentar: timbulnya rasa iri hati karena ingin menjadi seperti Benny Hinn. Weleh... welehh.... welehhh..... kok jadi melenceng dari jalur diskusi dan saya anggap tidak mutu. Dari kalimat atau kata-kata dalam tulisan saya yang mana mengatakan hal itu???
Kalau begitu, apa sebenarnya inti permasalahannya? Posting tulisan saya itu pada intinya hanya mengingatkan, perlunya sikap hati-hati menanggapi fenomena yang ada, apalagi dalam soal keyakinan (agama). Semuanya tetap berlandaskan kasih, dalam hal ini kepada rekan-rekan di milis, sebagai suatu peringatan. Sama sekali tidak ada unsur menghakimi siapapun. Cuma ini ada sekian data tentang yang bersangkutan, selanjutnya silakan anda menilai dan memutuskan sendiri. Nah, setelah itu saya sharingkan, yaitu kalau saya sih begini. That's it, tidak lebih. Saya kira kita cukup dewasa, baik secara pribadi maupun secara iman, untuk bisa secara arif menanggapi semua kejadian dalam hidup ini dengan kebebasan yang kita miliki, tanpa perlu memaksakan kehendak dan penilaian.

 

 

Saya tidak pernah mengikuti sendiri Kebaktian Kebangunan Rohani/ Penyembuhan oleh Benny Hinn, hanya nonton di TV saja, juga tidak pernah mencari berita-berita tentang dia apakah dia pernah dihukum oleh pengadilan di Amerika Serikat. Banyak pendeta (bahkan penginjil-penginjil besar terberkati yang jatuh, misalnya Jim Baker dihukum karena uang, Jimmy Swaggart dikucilkan umatnya karena perempuan, banyak pastor bikin pusing Vatikan karena skandal seks anak-anak, dll.) tapi belum pernah dengar dari surat kabar/ TV bahwa Benny Hinn dihukum dan ditinggalkan umatnya. Saya pengagum Jimmy Swaggart karena talenta menyanyinya ruarr biasa, kayak John Hartman tapi lebih menggetarkan jiwa kalau menyanyi. Ketika dia jatuh karena wanita, saya juga sedih bukan main, dan hanya tarik napas, akhirnya dia manusia juga. Sekali lagi, saya belum pernah membaca di koran/ majalah/ TV tentang Benny Hinn dihukum.
Lha kalo internet bagaimana? Ya, orang bisa ngomong apa saja, tinggal yang membaca perlu menyaringnya, karena internet tak perlu bukti asal bunyi, demi kepentingan tertentu masing-masing (jangan pikir bicara masalah etika di internet tanpa mendefinisikan etika mana atau sampai mana yang boleh dan tidak boleh. Soalnya kalau disebut di milis tidak boleh bohong, lantas mengutip berita lain dari internet yang tak tahu asal juntrungannya, isinya tanpa bukti, ya, dianya tak bohong, cuma mengutip berita bohong, lha bagaimana? Atau saya mendengar sendiri dari si A yang begini begitu, lha siapa yang menjamin bahwa si A tidak bohong? Maka masalah etika tidak sederhana). Kalau beritanya dimuat di koran kelas satu bukan tabloid gossip, atau di TV, biasanya terjamin karena bisa dituntut kalau tidak benar. Kalau tabloid gossip, biasanya pembaca terkecoh karena banyak kata-kata: Konon, menurut sumber kami, menurut orang yang tak mau disebut namanya, alkisah, dll., seperti novel Davinci Code yang bikin heboh itu. Karena meskipun jelas-jelas novel, tanggapan masyarakat kayak buku sejarah atau buku tandingan Alkitab. Masyarakat gampang terkecoh. Bagaimana masalah etika di Davinci Code? Tak ada yang menghebohkan karena ya begitulah sifat novel, kreasi manusia, boleh berfantasi karena fantasi adalah hak asasi. Begitu pula sifat internet, ya tak ada etika tertentu, etikanya semaunya, pembacanya harus menyaring sendiri. Itu etika umumnya. Meskipun ada milis yang menuliskan etika berinternet, misalnya Yahoo, tak boleh begini tak boleh begitu, nyatanya tak ada yang baca).

Kembali masalah Benny Hinn, saya sendiri percaya bahwa dia masih dipakai oleh Tuhan untuk menjadi perantara penyembuhan orang yang kurang percaya kalau berdoa sendiri. Sebetulnya, sebab kesembuhannya adalah imannya sendiri kepada Tuhan, Benny Hinn cuma menjadi pendorongnya. Ini menurut pengakuan Benny Hinn sendiri yang tidak pernah ada kalimat bahwa Benny yang menyembuhkan tetapi Tuhan.
Pokok permasalahannya (masalah pertama), intinya adalah siapa yang menyembuhkan dan karena iman siapa. Sekali lagi, kalau orang sembuh, siapa yang menyembuhkan dan karena iman siapa kepada siapa kesembuhan itu terjadi. Renungkan sejenak!! Jawabannya tidak sederhana. Saya (sekali lagi saya tanpa menyebut orang lain), percaya bahwa Tuhan yang menyembuhkan dan iman orang itu kepada Tuhan yang menyebabkan kesembuhan terjadi. Selain dari itu, saya anggap penyimpangan. Jadi kalau sampai ada yang men”dewa”kan Benny Hinn seolah tanpa dia kesembuhan tidak terjadi, ya, saya mohon maaf, itu saya anggap penyimpangan. Kalau ada orang yang “mengharapkan” Benny Hinn menyembuhkan banyak orang, sekali lagi maaf, itu saya anggap penyimpangan. Sesuai kotbah Benny Hinn sendiri, bahwa dia hanya alat. Yang menyembuhkan adalah Tuhan. Jadi kalau ada orang yang membela Benny Hinn kayak membela Tuhan, ya, itu saya anggap juga penyimpangan.
Nah, masalah kedua adalah mengapa sampai terjadi pendewaan kepada Benny Hinn, siapa yang bikin itu? Itulah yang menimbulkan pendapat saya bahwa egoisme Benny Hinn menonjol. Kelakuan dia di panggung yang bergaya menotol jidat orang dan orang itu roboh, dengan teriakan “Halelujah, Haleluyah”, membawa orang yang nonton terbuai kehebatan Benny Hinn. Gaya ini dipertontonkan kepada hampir setiap orang yang naik di panggung ingin kesembuhan. Mana yang penting: tontonan itu, atau kesaksian orang yang telah disembuhkan? Sepanjang saya rasakan membaca Alkitab, kesaksian orang yang disembuhkan lebih penting daripada gaya Yesus atau murid-muridNya. Ini tidak mencari kesalahan Benny Hinn, cuma pendapat yang menyayangkan adanya penyimpangan itu. Selanjutnya, kita tunggu saja buah-buahnya. Terlalu panjang untuk menjelaskan lebih lanjut.

Perlu saya tambahkan catatan. Mengapa saya percaya dia masih dipakai oleh Tuhan? Kalau betul dia nanti terjadi Benny Hinn bisa manggung dengan dihadiri ribuan orang, apakah hal itu bukan suatu mukjizat sendiri? Mau bikin gereja kecil saja ributnya bejibun, bagaimana Benny Hinn bisa manggung kalau tangan Tuhan tidak ikut bekerja? Marilah kita ikut berdoa, banyak jiwa yang diselamatkan oleh kejadian ini, karena dengan masuk berita Koran dan TV Indonesia, nama Yesus sedikitnya akan dikumandangkan agar lebih banyak lagi orang mendengar namaNya dan ingin tahu serta mencari Dia. Maka kritik saya atau ketidak sepahaman tentang Benny bukan mencari kesalahan, bukan karena tidak pernah melihat dan mendengar kotbah Benny Hinn, juga bukan karena iri mau jadi pengkotbah besar. Hanya menyayangkan gayanya menonjolkan kehebatan Mas Benny yang suka menotol jidat orang membuat kultus individu dan mengaburkan Sang Penyembuh yang telah mengurbankan punggungnya berbilur-bilur bagi manusia.

Milis dipakai buat bertukar pikiran, tentu ada pro dan kontra. Masalahnya cuma sederhana, ada sebagian orang yang tidak siap untuk berdiskusi mengenai apa yang diyakininya. Lha agama adalah titik paling pojok tentang keyakinan. Banyak orang yang tidak siap untuk mendiskusikan apa yang diyakininya. Yakin ya yakin, selain apa yang diyakininya salah, titik. Ini macam sejarah gereja tahun seribuan. Ajaran agama begini titik, selain itu salah, dosa, melawan Tuhan, harus dimusnahkan. Maka terjadilah kesalahan-kesalahan menghukum orang seperti Galileo Galilei yang dianggap menentang Alkitab tetapi ternyata benar. Siapa yang salah? Bapak-bapak gereja kita tahun itu salah baca alias salah interpretasi sehingga membunuh orang tak bersalah atas nama Tuhan. Kesalahan macam itulah yang membuka “kesempatan” bahwa keyakinan harus boleh didiskusikan dalam rangka mencari kebenaran, karena interpretasi sangat rawan tergantung dari kadar kepintaran orangnya, pengalaman orangnya, pengetahuan orangnya, keahlian bahasa orangnya. Kekurangan dari salah satu itu, bisa menimbulkan salah interpretasi.

Belum lagi bicara masalah “patokan” kebenaran itu apa. Mana yang benar, menurut aturan mana disebut benar? Misalnya tuan A kasih sehelai kertas 100 dolar kepada anak umur setahun, lembaran itu akan digigitnya, masuk mulut dan rusak. Salahkah perbuatan anak itu? Atau uang itu dia berikan kepada seorang anak desa yang tidak pernah melihat uang lain selain rupiah. Disamping itu anak desa pernah diajak bermain uang kertas untuk taruhan mainan (game) berupa uang main-mainan. Salahkah bila uang dolar itu dipakainya bermain, lusuh, kemudian dirobek dan dibuang? Umpama tuan A orang yang punya uang marah-marah bahkan menampar si anak, karena A merasa anak-anak itu salah dan hanya dia yang benar membela harga nilai uang? Lantas ada orang lain B coba menjelaskan bahwa anak-anak itu tidak tahu bahwa kertas itu berharga, apa yang terjadi? Mungkin saja A marah-marah kepada B mengapa ikut campur, atau malah omong seenaknya yang tak ada hubungannya: "Si B itu iri ya, pingin punya uang dolar?"

Maka itu internet bisa dipakai untuk mencari informasi tentang berita dan pendapat orang, secara luas kita bisa mencari melalui search engine atau alat pencari seperti Google, Yahoo, Lycos, dll. Kalau mau terbatas karena bahasa atau pengetahuan atau kelompok, maka bikin milis buat diskusi. Kalau tak mau diskusi, sebenarnya juga dapat, yaitu membuat milis yang hanya untuk kirim berita tanpa diskusi tanpa mengeluarkan pendapat atau tanya pendapat. Mana yang mau dipilih, pakai diskusi atau tidak pakai, harus jelas. Milis 'tulang-rusuk' kita ini adalah milis terbuka sebagai wadah berkomunikasi dan saling bertukar pikiran, hal ini selalu muncul dan diingatkan pada foot-note setiap posting di milis kita yang terletak di sebelah bawah.

Bagi mereka yang mau bingung tentang Benny Hinn, carilah pakai Google, masukkan: biography Benny Hinn, maka akan nimbul banyak “berita” tentang Benny Hinn, termasuk yang menuduh macem-macem. Jadi kalau milis kita seperti ini dianggap “keliwatan”, wah baca hasil searchnya Google, bisa-bisa ada yang langsung koma tidak hanya semaput.

Kalau saking sibuknya, Benny Hinn tak mau diwawancarai atau tak mau dijawil karena tak mau ditanya, bagi para selebriti, hal seperti itu lumrah saja, karena sudah popular tak perlu meladeni. Tapi saya yang heran adalah ada mahasiswa yang ingin mempelajari dan mendalami apa yang dilakukan oleh Benny Hinn. Dia ingin membuat thesis, tapi Benny Hinn menolak. Sebetulnya secara ilmiah dan keyakinan, Benny Hinn perlu menjelaskan dan berusaha memberi pengertian agar apa yang dilakukannya bisa lebih dimengerti di kalangan yang bertanggung jawab (universitas), tapi dia menolak. Mengapa, saya tak bisa mengerti, kecuali karena egoisme atau kesombongannya. Kalau akhirnya karena tidak mendapat penjelasan, lantas mahasiswa tersebut menulis apa yang dimengertinya dengan rujukan-rujukan ilmiah tanpa penjelasan Benny Hinn, siapa yang salah? Nyatanya Benny Hinn memang tidak peduli! Nama mahasiswa itu adalah Justin Peters, dia sekarang seorang staff di salah satu gereja. Lihat http://www.cbc.ca/fifth/thesis.pdf , pasal hasil thesisnya. Apakah sebagai pendeta dia tidak terlalu congkak? Kesimpulannya dia lebih selebriti daripada pendeta!!! (Meskipun dia punya kedua posisi itu).

Saya cerita panjang lebar itu tujuannya: ingin menjelaskan apakah Benny Hinn kena “trial by the press” seperti yang dikemukakan saudara Willer. Diadili oleh berita-berita tanpa dia bisa membela diri. Itu tidak terjadi, lha wong dia diminta menjelaskan dalam rangka thesis SEKOLAH TEOLOGI saja tidak mau. Jadi andaikan kita mengirim surat kepadanya dan bertanya mengapa anda begini apakah anda tidak egois atau congkak. Dia akan menolak menjawab!! Alias, silakan omong sakarepmu, aku tak peduli!!!

Jadi yang ingin membela Benny Hinn agar tidak “trial by the press” ternyata salah object. Benny Hinn sendiri tak keberatan dan tak peduli. Kita-kita yang sudah mengkultuskan dia bagaikan Tuhan, yang terlanjur sewot sendiri ……… Jangan salah, jangan salah lhoo, saya tidak pernah menganggap Benny Hinn itu nabi palsu, tukang sulap, tukang hipnotis, dll. seperti cuci carut marut di internet, saya tetap mengakui Benny Hinn adalah Pendeta meskipun kadar selebritinya ketinggian ......ehm……hi...... hi..... hi........ Iri jadi selebriti, mungkin, mari ikut Indonesian adol…………
Dia menjadi berkat besar bagi yang mau menerimanya, sekaligus bisa menjadi sandungan bagi yang mengharapkan sosok pendeta dengan kacamata bayangan Alkitab. Memberitakan, melayani, dan mengayomi dengan cinta kasih.
Apa kacamata saya salah kalau saya mengharapkan bahwa pendeta atau pastor mestinya ada mirip mirip orang yang membawa berita kesukaan, melayani dan mengayomi seperti Yesus?

 

###########################

 

TRAGEDI TEOLOGI SUKSES


Baru-baru ini seorang pangagum Benny Hinn, seorang penginjil lokal yang menekankan ajaran tentang nubuatan, mukjizat, dan kekayaan sebagai tanda berkat Allah, mengalami musibah. Sepulang dari rapat membahas KKR besar yang menekankan nubuatan, mukjizat dan kekayaan, ia pulang dengan menantunya perempuan melalui jalan tol. Di situ mobilnya Mercedes seri E yang dikendarainya sendiri menabrak truk yang sedang didongkrak, mobilnya masuk ke bawah truk dan tertimpa truk itu. Menantunya meninggal dan ia mengalami perdarahan otak. Yang menarik, pada minggu yang sama beberapa majalah melaporkan kasus anaknya yang terlibat penggelapan 100M dana pembangunan rumah tentara. Ini menyebabkan rumah mewah, beberapa sertifikat tanah, rekening bank, mobil mewah, dan lainnya, disita-jaminkan oleh penyelidik.

Penginjil itu memang sarat dengan klaim-klaim 'mendengar suara Allah' yang sering didengarnya, bahkan pernah dua kali 'menubuatkan' bahwa isterinya dipanggil Tuhan yang pada kali kedua sempat bertaruh dengan seorang jemaat sebanyak 100 juta rupiah bahwa nubuatan itu benar (akhirnya taruhan diabaikan dan sampai sekarang masih sehat-sehat saja). Ketika anaknya mendapat proyek pengadaan rumah tentara berkolusi dengan militer, ia membagi-bagi uang termasuk menghadiahi ayahnya si penginjil yang sudah memiliki mobil mewah itu dengan sebuah Mercy seri E baru yang kemudian mengalami kecelakaan itu.

Kasus ini mencuatkan pertanyaan "Benarkah ajaran yang menekankan sukses materi adalah pengajaran Alkitab?" Dan perlukah seseorang mengalami musibah agar menyadari bahwa harta bukan segala-galanya dan bahwa ajaran 'Teologi Sukses' yang menganggap 'harta benda yang berkelimpahan sebagai tanda berkat Tuhan' sebagai ajaran yang keliru bahkan menyesatkan? Di balik kesaksian-kesaksian yang mengagumkan dari para penginjil sukses kita dapat melihat 'behind the scene' adanya arogansi, kebohongan, penipuan, manipulasi keuangan, dan absennya etika kristen dalam praktek para penginjil sukses dengan keluarganya demikian.

Contoh tragis sudah kita ketahui dari penginjil besar yang sukses Jim Bakker. Sebagai pimpinan yayasan 'Praise The Lord' rupanya segala kepujian bukan tertuju kepada Tuhan tetapi kepada dirinya sendiri ('Praise the I') dimana ia memiliki beberapa mobil mewah, yacht, rumah mewah dan segala harta milik mewah lainnya. Penggelapan pajak dan penyalah-gunaan uang yayasan untuk kepentingan dirinya terbongkar setelah ia terjatuh dalam selingkuh dengan sekretarisnya. Alhasil ia dipenjara dan isterinya minta cerai, dan di penjara, ia baru rajin membaca Alkitab, dan hasilnya adalah pengakuan pertobatan:
"Banyak orang percaya bahwa bukti berkat Allah atas mereka adalah mobil baru, rumah baru, pekerjaan yang baik, dan sebagainya. ... Jika itu yang dicari, pemilik casino, gembong obat terlarang dan para bintang film diberkati Allah. ... Jika anda menyimak Firman Tuhan dengan seksama, anda tidak akan menyamakan materi sebagai tanda berkat Allah."

Jim Bakker kemudian menulis buku tebal berjudul 'I Was Wrong.' Kasus peristiwa yang menimpa kedua penginjil sukses di atas hendaknya menjadi cermin bagi para penginjil sukses lainnya dan juga para pemujanya, agar menyadari bahwa kita perlu belajar membaca firman Tuhan dengan benar, mengertinya dengan terang Roh Kudus, dan juga melakukannya, karena disebutkan bahwa:

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan." (Matius 7:21-23).


Salam kasih dari Redaksi YABINA ministry www.yabina.org



SLOGAN TEOLOGI SUKSES

Para penginjil penganjur Teologi Sukses biasanya mengucapkan slogan-slogan kemakmuran seperti berikut:

"Kalau Mafia bisa naik mobil Lincoln Continental, mengapa anak-anak Raja tidak?" (Fred Price)

"Allah menghendaki anak-anak-Nya makan makanan terbaik, berpakaian pakaian terbaik, mengendarai mobil yang terbaik, dan menghendaki mereka untuk memperoleh segala sesuatu yang terbaik." (Kenneth Hagin)

"Saya melihat bahwa Tuhan menghendaki kita kaya. Sebab itu saya mulai mengkotbahkan kekayaan orang Kristen. Saya memberitahukan orang-orang bahwa Tuhan menginginkan mereka menjadi kaya melalui iman mereka." (Oral Roberts)

"Tuhan menghendaki Anda menjadi makmur dalam segala kehidupan Anda. Apakah Anda sudah siap untuk hidup makmur? Apakah Anda butuh hidup makmur? Maka hendaklah Anda hidup makmur." (Edwin Louise Cole)

"Saya tidak membutuhkan emas di Sorga, saya mesti memilikinya sekarang." (Benny Hinn).

Bandingkanlah ini dengan isi Alkitab:

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan hartamu di Surga, di Surga ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada." (Matius 6:19-21)

"… mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1Timotius 6:9-10).

Kalau begitu, tidak bolehkah pengikut Kristus mencari uang dan menjadi kaya?
Firman Tuhan tidak melarang orang menjadi kaya, malah perumpamaan talenta menganjurkan orang bekerja lelah untuk melipat gandakan modalnya. Namun, janganlah kekayaan dianggap sebagai sejajar dengan iman dan kemiskinan sebagai lawan dari iman. Banyak umat Kristen yang taat tetap miskin sekalipun mereka bekerja keras, karena mereka menghindari dan tidak mau terlibat suap-menyuap dalam mengejar harta. Tidak ada salahnya umat Kristen memiliki harta kekayaan dan hidup makmur, tetapi harta kekayaannya itu harus disyukuri sebagai pemberian Allah untuk disalurkan dalam menolong sesama kita.

"Barangsiapa mempunya harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17).


Salam kasih dari Redaksi YABINA ministry www.yabina.org

P.S. Bahan di atas dikutip dari buku 'Teologi Sukses, Antara Allah dan Mamon' yang baru diterbitkan penerbit BPK-Gunung Mulia (2006, dan merupakan cetakan ke-lima yang telah diupdate)



NUBUATAN AKAL-AKALAN

Artikel berjudul 'Tragedi Teologi Sukses' mendapat tanggapan, baik yang mendukung maupun yang menyanggah, dan dari tanggapan itu ada beberapa yang berseberangan yang berasal dari lingkaran dekat penginjil tersebut.

Seorang tokoh di kota Semarang yang dekat dengan penginjil itu (penginjil itu berasal dari Semarang) mengungkapkan bahwa memang penginjil itu dikenal sebagai sering membawakan nubuatan-nubuatan aneh yang berpusat pada diri dan keluarganya sendiri tapi banyak yang tertarik dan isteri penginjil itu pernah bersaksi ada banyak yang memberikan persembahan bahkan sampai 1M. Seorang pendeta yang banyak tahu praktek penginjil itu menyebutkan bahwa memang penginjil itu sering melakukan 'Prophetic Trickery' (bisa diartikan 'Nubuatan Akal-Akalan') dan pendeta itu memandang musibah sekitar penginjil itu sebagai peringatan Tuhan!

Seorang teman dekat penginjil itu menyebutkan bahwa penginjil itu bersaksi bahwa peristiwa itu mukjizat Tuhan karena ia sekarang sehat walafiat dan bahkan bangga karena kerugian mobil Mercedesnya yang hancur sudah dibayar asuransi dengan mobil seri E tipe terbaru. Dan ketika ditanya bagaimana dengan menantunya yang meninggal, dengan enteng ia menjawab bahwa telah dinubuatkan bahwa menantu itu dipanggil Tuhan karena kalau masih hidup ia akan menghadapi masalah besar yang tidak tertanggung hidupnya. Menarik untuk menyimak perilaku penginjil itu bahwa untuk menghibur kedua anak almarhumah yang meninggal katanya mereka sudah berhubungan dengan ibunya (spiritisme?) dan mendapat nubuatan hiburan bahwa si ibu sekarang sudah senang tinggal di rumah besar di Surga! Seorang penginjil wanita yang dekat dengan pelayanan penginjil itu menyebutkan bahwa anak si penginjil (yang juga jadi penginjil) yang terlibat penggelapan dana tentara, memperoleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar karena ada 'deal' dengan Tuhan.

Kalau diamati, nubuatan akal-akalan semacam ini sudah menjadi bisnis penginjil yang tidak beda dengan praktek bisnis ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga. Bila orang pergi ke dukun atau ke Gunung Kawi biasa yang diminta adalah sukses kekayaan dan jabatan atau lainnya, tetapi biasanya ada tumbal (sebagai deal) yang dikorbankan. Ada pabrik rokok yang maju berkat ramalan Gunung Kawi tetapi keluarganya berantakan bahkan ada anaknya yang mengalami kecelakaan mobil terguling, beberapa pemilik kebon apel di kota Batu sukses tetapi mengorbankan anak yang menjadi gila atau mati. Yang jelas dalam kasus penginjil di atas, sehatnya si penginjil dan kembalinya mobil mewah yang malah lebih baru tipenya, bahkan anaknya yang beroleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar itu dianggap sebagai mukjizat berkat Tuhan, tetapi dengan enteng menganggap kematian menantu sebagai sudah dinubuatkan, kematian yang akan menimbulkan trauma kepada ibunya yang mengandungnya dan kedua anak almarhumah yang masih remaja. Jelas pula kesaksian bahwa 'tuhan bisa dengan mudah diajak dialog dan didengar suaranya' itu adalah 'tuhan' yang sama sekali membutakan hati dan tidak menyadarkan orang akan jerat dan bahaya ber-KKN dengan tentara! Dan 'deal' apaan dengan 'tuhan' apaan yang mengorbankan nyawa isteri?

Nubuatan akal-akalan yang berkaitan dengan kematian bisa kita lihat dari praktek Oral Roberts yang ketika membangun 'City of Faith'nya yang kekurangan dana 8 juta dolar kemudian menubuatkan bahwa kalau tidak terpenuhi ia akan dipanggil Tuhan (alias mati). Dana tidak juga terkumpul dan akhirnya ada pengusaha non-kristen yang kasihan dan menyumbang untuk pembangunan itu. Nubuatan bukan saja akal-akalan tetapi sudah menjadi bisnis untuk mencapai tujuan sukses seperti dalam perdukunan, dan ini dikejar tanpa sadar bahwa tujuan itu sering mengorbankan kehidupan kekeluargaan. (Bandingkan sukses Jim Bakker yang akhirnya mengorbankan keluarga (isteri minta cerai), harta kekayaannya, dan masuk penjara).

Benny Hinn adalah penginjil yang terkenal dengan 'prophetic trickerynya.' Pada tahun 1989 ia menubuatkan Fidel Castro akan meninggal pada tahun 1990-an, pada tahun yang sama ia menubuatkan bahwa pada tahun 1995 komunitas Homo di Amerika akan dihancurkan Tuhan, ia juga menubuatkan tahun 1990-an gempa bumi besar akan menimpa pantai timur Amerika. Hinn termasuk penginjil yang menubuatkan bahwa pengangkatan jemaat akan terjadi tahun 1992, dan ketika nubuatan itu tidak jadi diramalkan pada tahun 1997 bahwa dalam waktu dua tahun Tuhan Yesus akan datang kembali dan pada tahun 2000 akan muncul secara fisik di banyak gereja. Petinju Evander Holyfield pernah 'disembuhkan secara mukjizat' oleh Hinn dari penyakit jantung sehingga petinju itu menyumbang 25.000 dolar ke kocek Hinn, namun kemudian ketahuan dari diagnosa dokter yang biasa memeriksa kesehatan para petinju dikemukakan fakta bahwa Holyfield tidak mempunyai track record penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama dan bukan karena penularan seketika). Hinn juga mengajarkan ajaran bahwa manusia adalah 'little gods'!

Yang menarik untuk dilihat adalah bahwa sekalipun para penginjil di atas mengajarkan 'tuhan,' tuhan perdukunan yang menjanjikan penonjolan diri dan berkat materi, jelas berbeda dengan 'Tuhan' Alkitab yang mengajarkan kita untuk bertobat dan menjadi berkat bagi sesama kita, dan sekalipun nubuatan akal-akalan yang disampaikan tidak beda dengan ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga dan hati pendengar dan para pendengarnya sering tertipu, selalu akan ada jemaat yang berkumpul sekitar 'para penginjil' itu dan mendengarkan 'bualan' mereka.
Rasul Paulus mengingatkan bahwa:
" Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng." (2Timotius 4:3-4)

Nabi Yeremia banyak berhadapan dengan para nabi palsu yang sering melakukan nubuatan akal-akalan di zamannya dan berkali-kali mengingatkan umat:
" Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepada kamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri bukan apa yang datang dari mulut TUHAN. ... Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya dan menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya" (Yeremia 23:16,32).

Memang tidak mungkin mengingatkan penginjil yang sudah sudah menjadi tokoh 'kultus' dan terkenal dan didukung massa yang banyak, kecuali hanya didoakan dan berharap Roh Kudus sendiri yang menyadarkan mereka agar mereka tidak menyesatkan lebih banyak orang lagi. Tetapi, setidaknya kita masih bisa mengingatkan para jemaat yang terpengaruh praktek nubuatan akal-akalan itu agar mereka tidak terkecoh lebih lanjut dan kembali kepada ajaran Firman Tuhan Alkitab. Bila kita diam, kita ikut bersalah menjerumuskan lebih banyak orang ke dalam kesesatan demikian.
Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya:
" Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!" (2Timotius 4:5).
" Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesadaran dan pengajaran." (2Timotius 4:2)

Amin.

Salam kasih dari Redaksi YABINA ministry www.yabina.org



KESEMBUHAN ILAHI

Seminggu setelah Peter Jongren mengadakan KKR Kesembuhan Ilahi di Bandung, penulis diundang berkotbah di gereja GBT di Bandung. Seusai kotbah, didampingi pendeta gereja itu bersalaman dengan jemaat yang berbaris keluar. Ada seorang jemaat yang cacat kakinya dan berjalan menggunakan tongkat penyangga lengan datang bersalaman dan juga dengan pendetanya, lalu orang itu berkata kepada pendetanya: "Minggu yang lalu dalam KKR Peter Jongren saya sudah bisa berjalan tidak menggunakan tongkat, tapi sesampai di rumah saya harus pakai tongkat lagi."

Kasus-kasus kesembuhan semu seperti di atas banyak sekali terjadi dalam praktek KKR kesembuhan ilahi yang banyak diadakan belakangan ini, dan dalam kasus-kasus demikian, biasanya penderitalah yang disalahkan karena kurang iman dan kalau sembuh menjadi prestasi doa penginjil. Benny Hinn dalam menghadapi pertanyaan mereka yang tidak disembuhkan menjawab: ""The reason people lose their healing is because they begin questioning if God really did it."

Kesembuhan Ilahi massal dipraktekkan KKR di Amerika Serikat sejak tahun 1940-an dan bersama gerakan Full Gospel Business Men's Fellowship kemudian merupakan persemaian kebangunan Kharismatik pada awal tahun 1960-an. Gerakan kesembuhan ilahi (faith healing) menekankan bahwa oleh bilur Yesus kita sembuh, karena itu dipercaya orang yang percaya akan sembuh dari sakit penyakit dan yang tidak sembuh berarti ada masalah dengan iman mereka. Konsep kesembuhan demikian jelas terlihat dalam lagu yang biasa mengiringi praktek kesembuhan ilahi:
Bilurnya, bilurnya, bilurnya sungguh heran, bilurnya bilurnya, bilurnya sungguh heran. Asal percaya saja semua sakit hilanglah, oleh Tuhan Yesus penyembuh!

Praktek kesembuhan ilahi yang didasari oleh ajaran yang keliru bahwa kalau 'beriman sembuh dan kalau tidak beriman sakit' yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan itu adalah bahwa banyak orang yang tidak tersembuhkan dalam KKR Kesembuhan Ilahi itu banyak yang merasakan 'rasa salah' dalam dirinya bahwa ada masalah dengan iman mereka.

Penekanan kembali kuasa Tuhan yang menyembuhkan memang merupakan berkat bagi gereja di tengah-tengah kelesuan gereja mapan yang nyaris tidak pernah lagi melakukan pelayanan kesembuhan ilahi secara khusus, salah satu karunia yang Tuhan janjikan kepada gereja-Nya. Namun sayang kemudian perkembangan kesembuhan ilahi menjadi bersifat masal dan sarat kepentingan komersial, dan menjadi reklame utama dalam KKR. Lihatlah iklan di koran yang berbunyi:

Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Masalah sakit-penyakit, stres, terikat kuasa kegelapan dan problema keluarga. Ajaklah teman dan keluarga Anda untuk mengalami cinta kasih dan kuasa-Nya!

Alami kuasa dalam firmannya, bawalah orang sakit, stres, terjerat narkoba dan masalah lainnya. Tuhan Yesus sanggup menolong.

Tetapi mengapa mayoritas tidak disembuhkan dan ditolong Tuhan Yesus? Dan dari yang minoritas yang bersaksi mengalami kesembuhan mengapa mayoritasnya juga ternyata tidak sembuh?

Tiga kesembuhan utama ibadat Toronto Blessing yang dilaporkan buku 'Catch the Fire' (Guy Chevreau) pernah diteliti tim teolog dan dua dokter, hasilnya adalah seorang yang merasa disembuhkan secara luar biasa terbukti hanya sedikit lebih baik keadaannya. Penderita kanker yang secara instan dikatakan sembuh ternyata setelah diperiksa dokter masih mengidap penyakit itu, demikian juga dua gadis bisu yang dikatakan mengalami kesembuhan dari malaekat ternyata tidak menunjukkan bukti yang pasti.

Dalam siaran berita bahasa Inggris di TVRI pernah dilaporkan penelitian di Inggris bahwa angka kesembuhan yang dialami gereja-gereja Kharismatik tidak banyak berbeda dari kesaksian kesembuhan yang dialami gereja mapan yang biasa mendoakan jemaatnya.
Yang membedakan adalah di gereja-gereja Kharismatik kesaksian kesembuhan biasanya diekpos besar-besaran dan sering bombastis dengan kesaksian-kesaksian, sedangkan di gereja-gereja mapan tidak.

Memang promosi kesembuhan ilahi luar biasa, biasanya disebutkan tokoh-tokoh politik maupun konglomerat yang mengalami kesembuhan instan dalam malam KKR Kesembuhan Ilahi, namun beberapa saat kemudian akan kelihatan bahwa mereka sebenarnya belum sembuh tetapi tersugesti untuk merasa sembuh. Lihat saja pengalaman Evander Holifield. Ia dikatakan menderita sakit jantung dan dipercaya disembuhkan secara mukjizat oleh Benny Hinn, namun kemudian terbukti dari diagnosis dokter tinju bahwa Holifield memang tidak punya penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama), jadi sembuh dari apa?

Para penginjil penyembuh memang terlalu memutlakkan kekuatan penyembuhan yang bisa dihasilkan kuasa penumpangan tangan mereka, contohnya Yonggi Cho berkata:
"Sekarang ini, siapa saja yang percaya kepada Yesus Kristus akan menikmati kelepasan dari segala dosa, sakit penyakit, kutuk, kuasa Iblis dan kematian."

Kepercayaan ekstrim memang menjadi kepercayaan para penginjil Words of Faith, Kenneth Hagin mengatakan:
"Penyakit itu bukan suatu berkat. Penyakit adalah suatu kutuk. Suatu kutuk oleh karena kita melanggar hukum Tuhan."

Bandingkan ini dengan firman Tuhan sendiri yang berkata kepada Paulus yang berdoa minta kesembuhan penyakitnya sampai tiga kali:
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2Korintus 12:7-10. Paulus sakit tubuh tercatat juga di Galatia 4:13).

Sekalipun benar bahwa ada penyakit yang terjadi karena kutuk dan dosa seseorang, tidak semua penyakit melanggar hukum Tuhan. Seorang bisa terkena HIV karena berselingkuh secara homo yang biasa menggunakan jarum suntik, tapi isterinya dan anak yang dilahirkannya berpotensi tertular diluar kesalahan mereka. Orang bisa saja patah kaki karena jatuh atau ditabrak mobil dan itu bukan kesalahan dia. Orang baik bisa saja menderita kanker sedangkan orang jahat sehat. Orang bisa sakit karena tertular flu burung, makan makanan basi, atau keracunan, padahal itu bukan karena ia berdosa. Orang bisa saja lahir cacat karena ibunya kurang gizi atau terkena virus polio.

Urusan penipuan (hoax) dalam pelayanan KKR Kesembuhan Ilahi sudah banyak diteliti di Amerika Serikat. Terbukti banyak penginjil penyembuh melakukan penipuan dengan cara menyiapkan skenario orang-orang yang bersaksi mengalami kesembuhan spektakuler atau orang yang datang ke KKR ditanya penyakitnya apa oleh penerima tamu dan info itu disampaikan ke mimbar sehingga penderita dibuat heran mengapa penginjil tahu akan penyakitnya. Memang kenyataannya ada satu dua kesembuhan yang benar-benar terjadi karena iman penderita begitu kuat sehingga mendatangkan belas kasihan Tuhan Yesus (Jadi bisa terjadi juga di gereja mapan tanpa penumpangan tangan urapan pendeta), namun sebagian besar dari yang sembuh dikarenakan sugesti terpengaruh suasana pujian & penyembahan KKR tapi biasanya setelah pulang atau diperiksa dokter sesudahnya, atau beberapa waktu kemudian, penyakitnya tetap ada. Penyakit-penyakit yang bersifat psikosomatis mudah terasa sembuh dalam suasana hipnose massa, tetapi penyakit-penyakit malfungsi, keracunan, cacat bawaan (polio) nyaris tidak tersembuhkan. Penulis pernah melayani bersama seorang penginjil dimana ia mengatakan di depan jemaat bahwa kalau kita berdoa dengan iman, gigi berlubangpun bisa tertutup. Mengapa kita menjadikan Tuhan sebagai budak untuk melayani kemauan kesembuhan manusia?

Memang sampai sekarangpun Tuhan tetap bisa memberikan mukjizat kesembuhan, yang penting apakah jemaat berdoa dengan yakin dan iman, serta apakah Tuhan berkenan menyembuhkan atau tidak (Yakobus 5:14-16).
Jadi kesembuhan bukan terletak pada kekuatan si penginjil dan ketidak sembuhan bukan terletak di tangan si penderita, melainkan apakah Tuhan berkenan atau tidak. Jadi, sebenarnya kesembuhan ilahi bisa saja terjadi di KKR maupun di Gereja mapan.

Kepercayaan bahwa 'beriman sembuh dan tidak beriman sakit' adalah konsep kesembuhan mistik perdukunan! Bandingkan ini dengan kesembuhan yang dicapai bila chi/prana/reiki dalam dirinya bisa harmonis dengan chi/prana/reiki alam semesta, dan tidak sembuh kalau keseimbangan itu terganggu. Dalam kesembuhan mistik sembuh tidaknya terletak pada kekuatan batin penderita, dan kita harus sadar bahwa dalam perdukunan pun mukjizat kesembuhan dengan kekuatan batin juga banyak terjadi. Dalam KKR Kesembuhan Ilahi dan faham Words of Faith, iman itu umum dimengerti sebagai kekuatan batin yang bisa disalurkan melalui ucapan dan visualisasi seseorang (words of faith).

Kita perlu berhati-hati mendengar promosi bombastis mengenai kesembuhan yang dialami orang penting atau konglomerat tertentu, dan kita pun jangan begitu saja menolak kesaksian demikian yang mungkin benar, tetapi yang paling tepat adalah mengujinya dengan catatan dokter/rumah sakit mengenai track-record penyakitnya sebelum dan sesudah 'mengalami' kesembuhan ilahi, dan apakah kesembuhan pasca kesembuhan ilahi itu bersifat kekal atau nanti kembali lagi penyakitnya yang dianggap sudah hilang itu yang ternyata belum hilang juga.

Amin!

Salam kasih dari Redaksi

 Yabina Ministry


Fenomena John Wimber



John Wimber (*1934) adalah pendeta yang kharismatis, namun sekaligus kontroversial. Pelayanannya cukup tercatat baik dalam kaitan Pertumbuhan Gereja (Church Growth), Fuller Theological Seminary, maupun Toronto Blessings. Lebih dari itu, kita dapat belajar banyak dari pergumulan pelayanannya yang semula diterima banyak orang, kemudian kontroversial dan ditolak banyak pihak, namun pada akhirnya pelayanannya kembali diterima banyak orang sampai ia meninggal di tahun 1997.

JW dilahirkan dalam keluarga non-kristen dan semasa mudanya ia aktif dalam industri musik. Pada tahun 1963 ia mengalami pertobatan yang dramatis yang mendorongnya terjun dalam pelayanan yang penuh. Setelah lulus dari Azusa Pasific University, ia diteguhkan sebagai pendeta dan melayani Yorba Linda Friends Church. Pada tahun 1975 ia bergabung dengan Peter Wagner yang kala itu menjadi direktur Fuller Evangelistic Association. JW mengajar dalam program Doctor of Ministry dan bersama PW merintis apa yang kemudian dikenal sebagai Charles E. Fuller Institute of Evangelism and Church Growth dimana JW diangkat sebagai direkturnya. Pada tahun 1977, ia meninggalkan Institut itu dan membentuk Anaheim Vineyard.

Pelayanannya di kalangan gereja-gereja meluas dan Vineyard sendiri kemudian berkembang menjadi persekutuan 600 lebih gereja. JW kemudian merintis pelayanan mukjizat dan kesembuhan ilahi yang pada awalnya kurang berbuah namun kemudian mengalami perkembangan yang luar biasa dan mulai mempengaruhi banyak kalangan baik kharismatik maupun bukan. Pelayanannya dikenal sebagai 'Signs & Wonders' (tanda-tanda & mukjizat-mukjizat). Pada tahun 1981, ia diundang kembali oleh PW untuk mengajar 'Signs, Wonders and Church Growth' di Fuller dan kemudian 'The Miraculous and Church Growth' (1982-1985).

Pelayanan JW menakjubkan, karena ia banyak melayani dan ikut menumbuhkan banyak gereja. Itulah sebabnya pelayanannya yang positif dalam pertumbuhan gereja menyebabkan ia diajak untuk mengajar sekaligus memimpin institut pertumbuhan gereja di Fuller. Di Fuller pelayanannya juga berkembang sampai ia mengundurkan diri pada tahun 1977 untuk merintis jemaat Vineyard yang dengan cepat berkembang. Kalau tahun 1960-an dapat disebut sebagai tahun 'Persiapan Pelayanan', tahun 1970-an dapatlah disebutkan sebagai tahun 'Pertumbuhan Pelayanan' JW.

Namun, rupanya tahun 1980-an adalah tahun persimpangan jalan bagi JW, soalnya di tahun ini pelayanannya berbeda dengan di tahun 1970-an dimana ia diterima di banyak gereja, baik kharismatik maupun bukan, pada tahun 1980-an pelayanannya mulai menabur badai sejak ia mengembangan pelayanan 'signs & wonders' yang ekstrim. Kuliah MC510 di Fuller yang dipimpinnya bersama PW disebut oleh Dictionary of Pentecostal & Charismatic Movement sebagai: "became not only the most popular course in the seminary's history, but also the most controversial". Kuliah ini kemudian dihentikan oleh Fuller pada tahun 1985.

Kontroversi ajaran 'signs & wonders' disebabkan karena JW sangat menekankan 'tanda-tanda & mukjizat-mukjizat' sehingga menggeser peran penebusan Kristus di kayu salib. Dalam bukunya yang ditulis tahun 1995 dan kemudian ditulis ulang tahun 1996, dari buku 'Power Evangelism' setebal 222 halaman itu sebagian besar menekankan tanda-tanda & mukjizat-mukjizat sekitar pelayanan Yesus dan pelayanan Kristen dan hanya 4 baris saja yang menyebutkan tentang 'salib Kristus', itupun dalam kerangka 29 baris tentang 'power encounter' yang menceritakan konflik kerajaan Allah dan kerajaan Iblis yang dimanifestasikan dalam gejala alam seperti gempa bumi, batu karang terbelah, matahari tidak bersinar, tirai bait Allah terbelah, bahkan kuburan terbuka. Dalam buku yang sama, dibawah 'The Work of Jesus', tidak satupun diceritakan drama penebusan Kristus di atas salib dalam rangka pekerjaan Yesus. Bukan hanya itu, penginjilan proklamasi Injil selama ini yang disebutnya 'Programatic Evangelism' dianggap tidak lengkap bila tidak diiringi signs & wonders'.

Sikapnya yang menggeser sentralitas Salib Kristus dan penolakannya akan penginjilan tradisional ternyata menabur angin dan menuai badai sehingga ia mengalami penolakan dimana-mana dan kuliahnya di Fuller dihentikan. Ia sangat menekankan tanda-tanda & mukjizat-mukjizat yang disebutkan sebagai ' the third wave of the Holy Spirit.' Kelihatannya, pelayanannya melalui Vineyard, kuliahnya di Fuller dan pernyataannya dalam bukunya menyebabkan banyak kritik ditujukan kepadanya, baik dari kalangan Pentakosta tradisional maupun dari kaum Injili, ini rupanya berdampak balik bagi pergumulan pemikiran John Wimber, sehingga pada tahun 1990-an, JW mulai sadar dan merevisi pengajaran maupun bukunya.

Pada tahun 1992, ia menulis ulang 'Power Evangelism' dengan revisi total. Ini menunjukkan perubahan yang signifikan ajarannya yang bergeser dari kharismatik ekstrim menuju kharismatik injili, dari tanda & mukjizat ke keselamatan dalam Kristus! Dalam bukunya ini, banyak bagian yang menekankan signs & wonders dihilangkan, bahkan bab-bab mengenai 'programatic evangelism' dan 'three waves of the Holy Spirit' dihilangkan seluruhnya. Dalam buku itu ia menyebutkan bahwa:

"Some readers will notice that we have dropped some material from the first edition. We did this because we were not satisfied with how we communicate our thoughts. For example, we completely dropped a section in which we compared power evangelism with programatic evangelism. ... We also dropped the chapters in which we explored the three waves of the Holy Spirit in this century. ... The Study Guide will help you to get out on the streets and share the good news of salvation in Christ! ... in response to some valid criticism, we have added several new sections or further develop some of our key points. ... you will notice a greater emphasis on the centrality of the cross in the proclamation of the gospel." (Harper Collins, 1992, hal.15-16).

Sekalipun sekarang JW menyadari kekurangannya dan memperbaiki ajaran-ajarannya yang ekstrim yang meletakkan pengalaman di atas karya penebusan Kristus, dari jajaran Vineyard, di tahun 1994, Toronto Airport Vineyard Fellowship dengan pendetanya John Arnott, meneruskan praktek signs & wonders lebih ektrim lagi dengan menekankan ajaran holy laughter, drunkern by the spirit, slain by the spirit dan lainnya, yang dikenal sebagai 'Toronto Blessings'. Menghadapi hal itu JW dengan persekutuan Vineyardnya konsekwen dengan pembaharuan yang telah dialami JW sehingga mereka mengkritik praktek Toronto Blessings yang disebut mempraktekkan manifestasi diluar Alkitab, menjadikan manifestasi sebagai sentral dan menjadikannya teologi, mengkaitkan manifestasi dengan gejala akhir zaman, dan yang menekankan pertemuan-pertemuan pembaharuan daripada proklamasi Injil Kristus. Pada tahun 1995 karena John Arnott menolak kritik Vineyard, gerejanya dikeluarkan dari persekutuan Vineyard. Toronto Blessings sendiri menyurut di tahun 1996 dan John Arnott lari pada sensasi lain yaitu ajaran mengenai 'mukjizat gigi emas.'

Pelajaran yang bisa didapat dari pelayanan John Wimber adalah bahwa pelayanan yang menarik banyak orang bisa mendorong seorang penginjil lari kepada ekstrim mengajarkan sensasi yang berorientasi pengalaman pribadi, dan gejala ini bisa kita lihat dari perkembangan yang makin ekstrim yang terjadi sejak signs & wonders yang disusul toronto blessings yang menggeser sentralitas penebusan Yesus Kristus dikayu salib dengan sensasi manifestasi mukjizat. Lebih lanjut dalam ajaran 'Gerakan Transformasi Kota' bahkan George Ottis Jr. dalam banyak bukunya "Menolak Karya Penebusan Kristus di kayu salib." Kekuatan magis perdukunan dijadikan bagian dari kekristenan!

Sebaliknya, ada tanda-tanda kehidupan yang Alkitabiah yang ditunjukkan John Wimber yang menyadari kritik dunia Kristen, sehingga ia merevisi ajarannya yang ekstrim dan kembali kepada karya keselamatan melalui penebusan Kristus di kayu salib yang Alkitabiah. Marilah kita mendoakan agar para pendeta/penginjil masa kini yang cenderung senang mencari sensasi pengalaman, agar kembali kepada metamorfosa ajaran sehingga mengetahui apa kehendak Allah, apa yang baik dan yang sempurna, dan tidak makin menyesatkan umat Kristen (Roma12:1-2).


Salam kasih dari Herlianto
YABINA ministry

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.