Pada hari Sabtu 24 Mei 2008 kami menghadiri Acara DOA UNTUK ORANG SAKIT bersama KomBes Polisi Bapak Drs. Petrus Harry Purnomo, SH, MSc. di salah satu hotel di Surabaya (yang juga dihadiri oleh Romo Stannis Pikor, SVD; Romo Elenterius Bon, SVD; Romo Joseph Purwo Tjahjanto, SVD; Romo Morris dari Purbalingga; Suster Caroline, PBHK).
Kami mendengar kisah penyembuhan oleh KomBes Harry Purnomo ini beberapa bulan yang lalu langsung dari teman dekat kami yang mengalami 'kesaksian nyata langsung apa yang terjadi pada anak-menantunya'. Namun disamping itu, juga ada suara negatif tentang penyembuhan tersebut yang tak kalah serunya mendarat di telinga kami.
Lantas berbekal keingintahuan (karna seumur hidup kami belum pernah menyaksikan langsung 'sulapan' seperti itu), kamipun menyiapkan diri dengan hati dan pikiran serta hasrat yang positif.
Acara dimulai dengan puji-pujian dan setelah itu kesaksian pasutri yang sedang mengandung 5 bulan, sang istri menjelaskan bahwa suaminya telah ditest spermanya dinyatakan kosong (mereka berdua mengikuti acara penyembuhan tersebut setengah tahun lalu), dan ketika itu dalam satu bulan mereka berhubungan badan hanya sekali dalam sebulan karna kesibukan kerja kedua pihak. Anehnya, sang istri merasakan tidak menstruasi pada bulan berikutnya, dan memang terlihat dari gaya bicaranya sang istri memang sudah mempunyai iman yang kuat, penuh harap akan hal yang tidak mustahil bagi Tuhan Yesus.
Setelah itu Suster Caroline, PBHK ikut menjelaskan apa yang dinamakan 'penyembuhan holistik', yaitu penyembuhan secara total yang menyangkut iman, hati, dan badan. Orang yang tidak percaya akan sulit mendapatkan kesembuhan. Orang yang mempunyai 'luka batin' akan mempengaruhi tubuhnya sehingga lama kelamaan timbullah penyakit pada tubuhnya yang makin lama makin berat. Nah, yang luka batin ini memang berat, biasanya terjadi karna adanya sakit hati/dendam dari perlakuan orang terdekatnya (biasanya orang tuanya) kemudian dibawa hingga ke anak bahkan ke cucunya. Satu-satunya cara menghilangkan luka batin adalah dengan pertobatan. Orang tersebut mau mengampuni dan bertobat, sehingga sembuh dari luka batin dan pada akhirnya penyakit yang dirasakan berat pada tubuhnya juga dapat sembuh total.
Secara umum kami dapat menikmati acara ini karna dipenuhi dengan puji-pujian dan doa pertobatan sepanjang waktu. Sayangnya waktu itu tempat penyelenggaraan terlalu sempit dibandingkan animo orang yang menghadirinya, serta konon tempat tersebut 'tidak bersih' sehingga acara 'pelepasan' sehari sebelumnya terpaksa dibatalkan mengingat banyak roh jelek di sekitar itu yang sangat mengganggu.
Yang menonjol kami saksikan adalah adanya seorang anak perempuan yang buta matanya, setelah didoakan dalam barisan kelompok sakit mata berjajar di depan, tiba-tiba anak ini menangis menjerit-jerit keras sehingga mengundang perhatian orang di sekitarnya, dikira kena apa atau kesakitan, dsb. Ternyata anak tersebut kebingungan karna dia bisa melihat namun tidak tahu orang tuanya yang mana. Ruar biasa..........Puji Tuhan!!!
Banyak orang sakit yang kami jumpai seperti sesak napas, pergelangan tangan selalu sakit tidak bisa sembuh, oma-oma yang sakit dengkul kakinya, oma-oma yang sakit matanya, perempuan-perempuan yang sakit kanker dan banyak yang merasa payudaranya kesakitan, dsb. merasa disembuhkan. Namun ada juga tentunya di antara yang hadir yang belum merasakan kesembuhan terjadi pada dirinya.

(Den Vincent)

 

 

Soal penyembuhan, kalau kita percaya Alkitab, maka kita "harus" percaya ada kesembuhan lewat doa. Barang siapa tidak percaya, itu tandanya bahwa percayanya tentang isi Alkitab "hiasan bibir" atau "tradisi basa basi". Jadi siapapun yang mengaku percaya isi Alkitab, tanpa kecuali, "harus" percaya ada kesembuhan melalui doa, ada mukjizat seperti yang terjadi yang tertulis di Alkitab, tak perlu penjelasan pakai ilmu psikologi atawa ilmu tenaga dalam, yang nyata dengan iman orang disembuhkan. Itu rumus "keras" pertama, sebab Alkitab bilang Tuhan tidak berubah dahulu, sekarang, dan selamanya.
Kalau dulu ada mukjizat, sekarang juga ada mukjizat. Orang bilang dulu mukjizat diperlukan, sekarang tidak. Itu otak basa basi karena dia tidak percaya isi Alkitab. Selama ada manusia yang membutuhkan pertolongan, maka manusiapun tidak berubah, membutuhkan mukjizat.

Rumus nomor dua, Tuhan tidak membutuhkan pertolongan orang untuk menjelaskan bagaimana kerjanya mukjizat. Mukjizat terjadi sesuai kehendakNya, tidak ada penjelasan "mekanisme" terjadinya penyembuhan. Hanya ada satu mekanisme sesuai Alkitab: Karena imanmu engkau sembuh.
Kalau ada "guru agama" mengurai-urai bagaimana kesembuhan terjadi, bagi saya sekedar mau "umuk-umuk-an", seperti banyak pendeta yang mulai ngoceh diajak Tuhan menengok Surga atau Neraka. Itu menurut saya "gombalan", cari popularitas dan tentunya cari fulus. Lha wong orang kaya yang mati bareng Lazarus mau minta balik buat memberitakan keadaan di sana kepada familinya agar familinya tidak celaka seperti dia, itu saja tidak boleh, masak Tuhan ngajak si ini atau si itu melongok Surga supaya bisa ngoceh. Jadi kalo ada orang ngoceh tentang "bagaimana mekanisme Tuhan menyembuhkan" (misalnya karena hati kita baik, selalu perhatian kepada gereja, maka Tuhan lebih mendahulukan orang itu disembuhkan. Atau orang tidak sembuh karena turunan dari orang dendam, itu juga cerita gombal. Di mata Tuhan adanya individu, satu tatap satu, tidak ada indikasi berombongan atau satu famili.
Soal dendam, bisa dua jalan, orang berusaha mengampuni atau orang berdoa untuk Tuhan membikin dia mengampuni. Maka Tuhan bisa dalam waktu klik, dendamnya hilang tanpa tahu sebab-sebabnya. Doa orang percaya itu manjur lhoo. Betul. Saya percaya itu, karena saya merasa banyak orang ikut mendoakan saya dengan sepenuh hati.

Yang penting itu "iman", wah godaan untuk menggoyang iman bahwa Yesus adalah Tuhan, sangat besar godaannya. Tetapi kalau kembali kepada pengalaman sejak kecil waktu masih polos sampai dewasa penuh filsafat, beberapa kali saya berdoa yang sangat penting, berdoa kepadaNya sebagai Tuhan, "ada jawaban". Kembali lagi percaya Dia adalah Allah dan Tuhan yang telah menyelamatkan jiwa saya.

 

 

 

              

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.