Orang Katolik Menyembah Maria?
 


Seringkali orang Katolik ditanya, "Mengapa orang Katolik menyembah Maria?"
Mengapa kok buat orang Katolik, Maria itu setara dengan Yesus?
Mengapa kok berdoa lewat Bunda Maria? Perantara satu-satunya kan cuma Yesus?
Mengapa ya?

Sebenarnya orang Katolik tidak pernah menyetarakan kedudukan Maria dengan Yesus apalagi sampai menyembahnya.
Seringkali kesan ini muncul dari orang-orang Katolik yang menjadi 'batu sandungan' oleh karena mereka terlalu Maria sentris. Orang-orang tersebut berdoa pada Maria saja untuk segala permohonannya, berterima kasih pada Maria saja jika doa terkabul, bahkan terkesan menyembah Maria karena terlalu ekstrem mengagung-agungkan kemuliaan Maria.
Hal ini tidak pernah dibenarkan dalam Iman Katolik. Ajaran Katolik resmi tidak pernah mengajarkan bahwa Maria setara dengan Yesus apalagi sampai menyembah Maria.
Gereja Kudus membedakan 3 hal, yaitu:
1. Latria = Penyembahan
2. Dulia = Penghormatan
3. Hyper Dulia = Penghormatan yang besar

Sikap kita terhadap Maria adalah Hyper Dulia, sementara itu terhadap para kudus hanyalah Dulia. Latria hanyalah ditujukan pada Tuhan Allah semata-mata, tidak ada yang lain.
Maria mendapat penghormatan yang demikian besar karena Maria penuh dengan rahmat (Lukas 1:28) dan Bunda Allah (Putera). Dari seluruh Kitab Suci, belum ada manusia yang menerima kepenuhan rahmat dari Allah selain Maria. Maria secara khusus dipenuhi Allah dengan rahmat mengingat ia harus menjadi Ibu dari Allah yang menjadi manusia, Yesus Kristus.

Maria dalam Katolik juga mendapat gelar Mediatris, yaitu perantara antara manusia dengan Yesus. "per Mariam ad Jesu", melalui Maria kepada Yesus. Hal ini tidak boleh disamakan dengan konteks Yesus yang menjadi perantara antara manusia dengan Allah (1Timotius 2:5, 1Yohanes 2:1-2). Konteks perantaraan Maria secara mudah dapat dijelaskan berikut; sama saja dengan kita, kita minta didoakan teman, kita minta didoakan orang tua kita, maupun didoakan oleh Imam.
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16)
Maria adalah orang yang benar. Ia dengan terbuka, penuh penyerahan dan kepasrahan menyerahkan dirinya pada Allah, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu" (Lukas 1:38). Ia mengikuti Yesus dengan setia. Murid-muridnya yang diajar Yesus bertahun-tahun, ketika Yesus ditangkap dan disalibkan mereka semua kabur ketakutan. Namun Maria yang begitu rendah hati, yang mengikuti Yesus dibalik layar daripada terjun langsung ke lapangan, justru ketika Yesus disalibkan, dialah yang dengan perkasa berani mendampingi putraNya di bawah kaki salib.


Doa orang benar sungguh besar kuasanya. Marilah kita mohon doa Bunda kita tercinta:
Ave Maria, gratia plena (Salam Maria, penuh rahmat) - Lukas 1:28
Dominus tecum (Tuhan sertamu) - Lukas 1:28
Benedictatu in mulienribus, et benedictus fructus ventris tui Jesu (Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus) - Lukas 1:42
Sancta Maria, Mater Dei (Santa Maria, Bunda Allah) - Lukas 1:43
ora pro nobis peccatoribus (doakanlah kami yang berdosa ini), nunc et in hora mortis nostrae (sekarang dan waktu kami mati), amen.



Salam kasih,
Yohanes AW

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.