YESUS KRISTUS ATAU ISA ALMASIH MENURUT AL QURAN

"KUASANYA TIDAK PERNAH TERSEMBUNYI" 

Karya: Ulil Absar Abdala  (Cendekiawan Muslim) 

 

Ia yang rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati. 

Ia yang lemah, menghidupkan harapan yang nyaris punah. 

Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita. 

Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.

Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri. 

Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku! 

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.  

Aku tak tertarik pada debat ahli teologi. 

Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.  

Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku: Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista. 

Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu – mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta. 

Penyakitmu, wahai kaum beriman:

Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak. 

Kalian gemar menghakimi! 

Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak. 

Ia mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista. 

Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati. 

Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci. 

Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku. 

Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati. 

Ia membuatku cinta pada yang dinista! 

Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan.

 

[Puisi tersebut dibuat cendekiawan NU Ulil Abshara Abdala, yang punya radio ARH, seorang muslim yang kemarin diincar bom buku di Utan Kayu, Jakarta]:)

Menurut pendapat anda, apakah Isa adalah seorang...

Kunjungi setiap bagian dunia saat ini. Berbicaralah kepada orang-orang dari berbagai agama. Tidak peduli seberapa besar komitmen mereka pada agama mereka, jika dia tahu tentang sejarah, mereka akan mengakui bahwa tidak pernah ada seseorang seperti Isa dari Nazaret. Dia pribadi yang paling unik sepanjang zaman.

Isa telah mengubah arah sejarah. Penanggalan yang kita pakai menyaksikan pada fakta bahwa Isa hidup di bumi ini 2000 tahun yang lalu. B.C. (Before Christ) berarti Sebelum Masehi dan sekarang disebut Tahun Masehi yang artinya "tahun Juru Selamat kita", yang dalam penanggalan internasional disebut A.D. (Anno Domini) yang artinya "Tahun Tuhan kita".

KEDATANGAN-NYA TELAH DINUBUATKAN

Ratusan tahun sebelum Isa lahir, Kitab Suci mencatat perkataan para nabi Israel yang memperkirakan kedatangan-Nya. Kitab Perjanjian Lama, yang ditulis oleh beberapa orang dalam kurun waktu 1500 tahun, berisi lebih dari 300 nubuatan yang memperinci kedatangan-Nya. Semuanya telah digenapi secara detail, termasuk kelahiran-Nya yang ajaib, hidup-Nya yang tanpa dosa, mujizat-mujizat- Nya, kematian-Nya dan kebangkitan- Nya. Kehidupan yang dijalani Isa, mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, perkataan yang diucapkan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan- Nya, kenaikan-Nya ke Sorga - semuanya menunjukkan fakta bahwa Dia bukan manusia biasa, tetapi lebih dari pada manusia. Isa menyatakan, " Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30), "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9), dan "Akulah jalan dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

HIDUP DAN PESAN-NYA MENYEBABKAN PERUBAHAN

Perhatikan hidup dan pengaruh Isa dari Nasaret, sang Mesias, di sepanjang sejarah dan anda akan melihat bahwa Dia dan pesan-Nya selalu membuat perubahan dalam hidup manusia dan bangsa-bangsa. Dimanapun ajaran dan pengaruh-Nya berada, perkawinan yang suci, hak asasi wanita dan suara rakyat diakui; sekolah-sekolah tinggi dan universitas- universitas telah didirikan; peraturan hukum untuk melindungi anak-anak telah dibuat; dan banyak perubahan-perubahan lainya telah dibuat untuk kebaikan umat manusia.

Kehidupan pribadi-pribadi juga diubahkan secara dramatis. Sebagai contoh, Lew Wallace, seorang jenderal yang terkenal dan seorang jenius di bidang sastra, pernah dikenal sebagai ateis. Selama dua tahun, Mr. Wallace belajar di perpustakaan- perpustakaan terkemuka dari Eropa dan Amerika, mencari informasi guna menghancurkan kekristenan untuk selamanya. Sementara sedang menulis bab kedua dari buku yang akan ditulisnya, tiba-tiba dia menemukan dirinya berlutut dan menangis kepada Yesus, "Tuhanku dan Allahku."

Disebabkan oleh fakta-fakta yang tak dapat disangkal lagi, dia tidak dapat lebih lama menyangkal bahwa Isa Almasih adalah Anak Allah. Akhirnya Wallace menulis buku Ben Hur, salah satu novel berbahasa Inggris terbesar yang pernah ditulis mengenai masa hidup Mesias sebagi manusia.

Mirip dengan kisah tersebut, C.S. Lewis, dosen Universitas Oxford di Inggris, selama beberapa tahun menjadi seorang agnostik yang menyangkal keilahian sang Almasih. Tetapi dia, cendekiawan yang jujur, akhirnya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamatnya setelah mempelajari fakta-fakta yang berkelimpahan mengenai keilahian-Nya.

TUHAN, PEMBOHONG, ATAU ORANG GILA?

Di dalam bukunya yang terkenal Mere Christianity (Tak Sekedar Kekristenan) , Lewis membuat pernyataan, "Seorang manusia biasa saja yang mengucapkan sebagian kecil dari apa yang dikatakan oleh Isa, tidak akan menjadi seorang guru moral yang besar. Bisa jadi dia adalah seorang gila - setaraf dengan seorang yang mengatakan dia adalah sebuah telor rebus - atau dia adalah setan dari neraka. Anda harus mengambil keputusan sendiri apakah Dia dulu dan sekarang adalah Anak Allah, atau seorang gila atau yang lebih buruk dari itu. Anda dapat menganggap Dia adalah orang bodoh atau anda dapat jatuh di bawah kaki-Nya dan memanggil Dia Tuhan dan Allah. Oleh karena itu marilah kita tidak merendahkan Dia dengan memandang-Nya sekedar sebagai seorang guru yang agung."

Siapakah Isa dari Nasaret bagi anda? Hidup anda di dunia ini dan sepanjang kekekalan tergantung dari jawaban anda terhadap pertanyaan tersebut.

Semua agama didirikan oleh manusia berdasarkan filosofi, peraturan-peraturan dan norma-norma tingkah laku. Kalau kita menghilangkan para pendiri agama tersebut dari disiplin dan praktek ibadahnya, hanya akan terjadi sedikit perubahan. Tapi kalau Isa dihilangkan dari kekristenan, maka tidak ada sesuatupun yang tersisa dalam kekristenan. Kekristenan yang alkitabiah tidak hanya sekadar falsafah hidup ataupun standar-standar etis atau ketaatan pada ritualitas agama. Kekristenan sejati didasarkan pada hubungan yang vital dan pribadi dengan seorang Juruselamat dan Tuhan yang sudah bangkit dan hidup selama-lamanya.

PEMIMPIN YANG SUDAH BANGKIT

Isa dari Nazaret disalibkan, dikuburkan dalam sebuah makam pinjaman, dan tiga hari kemudian bangkit dari kematian; Kekristenan adalah hal yang unik pada saat ini. Berbagai pendapat mengenai keabsahan dari kekristenan bergantung pada bukti kebangkitan Isa orang Nazaret.

Berabad-abad lamanya, kebanyakan ahli-ahli pikir yang meneliti bukti dari kebangkitan tersebut menjadi percaya, dan tetap percaya, bahwa Isa hidup. Setelah menguji bukti-bukti kebangkitan yang diberikan oleh penulis-penulis Injil, Simon Greenleaf, seorang penulis berita resmi pada Sekolah Hukum Harvard, menyimpulkan: "Hal yang mustahil adalah mereka selalu mempertanyakan kebenaran yang mereka alami, bahwa Isa telah benar-benar bangkit dari kematian, dan mereka tidak mengetahui kenyataan ini seperti mereka mengetahui fakta-fakta lain." John Singleton Copley, yang dikenal sebagai seorang pemikir hukum yang terbesar dalam sejarah Kerajaan Inggris, mengatakan, "Saya benar-benar tahu apa yang dimaksud dengan bukti itu, dan saya katakan pada anda, bahwa bukti-bukti mengenai kebangkitan itu belum pernah dapat dipatahkan."

MENGAPA ANDA PERCAYA

Kebangkitan Kristus adalah pusat iman seorang Kristen. Ada beberapa alasan mengapa mereka yang mempelajari kebangkitan, percaya bahwa itu benar :

NUBUATAN: Pertama, Isa sendiri yang menubuatkan kematian dan kebangkitan- Nya, dan hal-hal itu terjadi persis seperti yang telah dikatakan-Nya sebelumnya (Lukas 18:31-33).

KUBUR YANG KOSONG: Kedua, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal aatas kuburan-Nya yang kosong. Pembacaan yang cermat pada cerita Alkitab menunjukkan bahwa kuburan dimana mereka membaringkan tubuh Isa dijaga dengan ketat oleh prajurit-prajurit Roma dan ditutupi oleh batu yang sangat besar. Jika Isa tidak mati tetapi hanya menjadi lemah (setelah mati suri), seperti yang dikatakan oleh beberapa orang, para penjaga dan batu tersebut akan menghalangi pelarian-Nya. Berbagai usaha penyelamatan yang dilakukan oleh para pengikut-Nya pun tidak akan dapat dilakukan. Sementara itu musuh-musuh Isa tidak akan menyembunyikan tubuh Isa karena tubuh-Nya yang hilang dari kubur hanya akan menguatkan kepercayaan akan kebangkitan- Nya.

PERJUMPAAN-PERJUMPA AN PRIBADI: Ketiga, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan atas penampakan Isa Almasih di hadapan murid-murid- Nya. Setelah kebangkitan- Nya, Isa menampakkan diri paling tidak 10 kali di hadapan orang-orang yang mengenal Dia dan pada suatu saat kepada lebih dari 500 orang. Tuhan membuktikan bahwa penampakan-penampak an tersebut bukanlah halusinasi: Ia makan dan berbicara dengan mereka dan mereka menyentuh tubuh-Nya.(
I Yohanes 1:1)

KELAHIRAN GEREJA: Keempat, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal bagi permulaan gereja Kristen. Sampai saat ini gereja adalah lembaga terbesar yang bertahan atau yang telah bertahan dalam sejarah dunia. Lebih dari setengah kotbah-kotbah yang pernah diberitakan berkaitan dengan kebangkitan (
Kisah Para Rasul 2:14-36). Nampak dengan jelas bahwa gereja mula-mula mengetahui bahwa kebangkitanlah dasar dari kotbah atau berita tersebut. Musuh-musuh Isa dan para pengikut-Nya dapat menghentikan kotbah tersebut kapan saja hanya dengan menunjukkan tubuh Isa, kalau memang Isa tidak bangkit.

HIDUP YANG DIUBAHKAN: Kelima, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal atas hidup murid-murid yang diubahkan. Mereka menyangkali Dia sebelum kebangkitan- Nya; setelah kematian-Nya mereka menjadi gentar dan penuh ketakutan. Mereka tidak memiliki harapan bahwa Isa akan bangkit dari kematian (
Lukas 24:1-11).

Sekalipun demikian, setelah kebangkitan Isa dan pengalaman mereka pada saat Pentakosta, pria dan wanita yang sama, yang gentar dan putus asa itu diubahkan oleh kuasa kebangkitan Kristus yang dahsyat. Dalam nama Isa, mereka menjungkirbalikkan dunia. Banyak yang bersedia mati untuk iman mereka; yang lainnya dianiaya dengan kejam. Sikap mereka yang penuh keberanian mustahil terlepas dari keyakinan mereka bahwa Isa benar-benar telah dibangkitkan dari kematian - suatu kebenaran yang pantas dipertahankan sampai mati.

Selama 40 tahun bekerja dengan para intelektual dari dunia perguruan tinggi, saya pernah bertemu seseorang yang belum mengakui bahwa Dia adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan, dengan jujur meneliti adanya bukti yang sangat banyak tentang keilahian dan kebangkitan Isa orang Nazaret. Sementara beberapa orang yang belum percaya lainnya dengan jujur mengakui, "Saya belum menyediakan waktu untuk membaca Alkitab atau memikirkan fakta-fakta sejarah tentang Isa."

TUHAN YANG HIDUP: Karena kebangkitan Isa, para pengikut-Nya yang sejati tidak lagi sekadar mengamati kode etik dari pemimpin yang telah mati, tetapi lebih jauh lagi memiliki suatu hubungan yang penting dan pribadi dengan Tuhan yang hidup. Isa Almasih hidup hari ini dan dengan setia memberkati dan memperkaya kehidupan rohani semua orang yang percaya dan mentaati Dia. Selama berabad-abad, banyak orang telah mengakui kebenaran tentang Isa Almasih, termasuk banyak dari mereka yang mempengaruhi dunia.

Ilmuwan dan filsuf Perancis, Blaise Pascal, berbicara mengenai kebutuhan manusia akan Isa saat dia berkata,"Ada satu kekosongan yang telah diciptakan Allah dalam hati setiap orang, yang hanya dapat diisi oleh Allah sendiri melalui Putera-Nya Isa Almasih."

 

YESUS KRISTUS ATAU ISA ALMASIH DALAM ALQURAN

Penulis: Abd al-Masih

Sunday, January 24, 2010

Conv 5 - SEPULUH MUKJIZAT KRISTUS DI DALAM Al QUR'AN

Bagaimana Kita Bisa Menggunakan Apa Yang Dikatakan Al-Qur'an Tentang Kristus?

Mukjizat-mukjizat Kristus – tanda misi ilahi-Nya?

Muhammad ingin membawa orang-orang Kristen di Semenanjung Arabia untuk menjadi Islam. Jadi ia menyaksikan kepada mereka apa yang didengarnya tentang Yesus dari para budak Kristen, dari utusan gereja-gereja di Yaman Utara, dari para pengembara dari Etiopia, dan dari sahabat-sahabat Hanifnya, sekarang orang-orang Kristen. Muhammad sangat terkesan dengan Putera Maryam dan segala mujizatnya. Ia menyadari bahwa mujizat ini melebihi kuasa manusia dan karena itu ia menganggap hal itu sebagai bukti (bayyinaat) dari otoritas keilahian-Nya (Surat al-Baqara 2:87, 253; al-Ma'ida 5:110; al-Zukhruf 43:63; al-Saff 61:6).

Muhammad menyebutkan sembilan mujizat yang dilakukan Musa di Mesir, yang disebutnya juga sebagai bukti (Surat al-Isra' 17:101; lihat juga Surat al-Baqara 2:92; al-Qasas 28:36; al-'Ankabut 29:39). Tetapi mukjizat-mukjizat yang dilakukan Musa adalah serangkaian hukuman oleh Allah yang diturunkan kepada Mesir supaya mereka melepaskan anak-anak Yakub yang mereka perbudak. Mukjizat Yesus di dalam Al-Qur'an, justru, muncul secara positif sebagai berkat-berkat dari Allah untuk membawa bangsa Israel percaya dan taat kepada Isa.

Muhammad memiliki kekurangan di dalam keadaan bahwa ia sendiri tidak bisa melakukan mukjizat baik yang positif maupun yang negatif. Ia tidak bisa memahami mengapa orang Yahudi begitu keras hati dan tidak mau menerima bukti yang sangat nyata tentang Putera Maryam, dan justru menolak serta membenci-Nya.

Bukti-bukti mengenai Kristus (bayyinaat)

Dalam Surat al-Baqara kita membaca bahwa Isa tidak bisa melakukan mukjizat tanpa pertolongan dari Rohulqudus (Surat al-Baqara 2:87). Muhammad membayangkan bahwa Allah mengutus Jibril (Gabriel) untuk menguatkan Putera Maryam supaya ia bisa melakukan mukjizat-mukjizat besar. Muhammad mengatakan di dalam pernyataannya itu bahwa Yesus tidak bisa melakukan mukjizat sendiri. Untuk melakukannya Ia membutuhkan pertolongan utusan Allah, yang disebutnya sebagai Rohulqudus.

Nama itu sering secara salah disamakan dengan "Roh Kudus." Di dalam Al-Qur'an Allah sendirilah yang disebut "Kudus", dan roh itu hanyalah hamba-Nya. Roh dari Yang Kudus tidak kudus daridirinya sendiri dan tidak memiliki hakekat ilahi. Ia hanyalah ciptaan dari Yang Mahakuasa. Roh di dalam Al-Qur'an ini jangan sampai disamakan dengan Roh Kudus yang ada di dalam Alkitab, meskipun Muhammad menganggap bahwa roh dari yang Mahakudus itu sama dengan Roh Kudus yang sesungguhnya yang menguatkan Putera Maryam. Jadi Muhammad kelihatannya memiliki pengakuan secara tidak langsung akan kesatuan dari Tritunggal yang Kudus, karena di dalam Al-Qur'an ketiganya – Allah, Roh-Nya dan Kristus – bersama-sama mendakan mujizat!

Muhammad tidak bisa memahami mengapa orang Yahudi selalu menolak bukti-bukti dari utusan-utusan Allah, dan bahkan menyebut mereka sebagai pendusta dan bahkan membunuh beberapa di antara mereka (Surat al-Baqara 2:87)!

Dalam Surat yang sama (al-Baqara 2:253) Muhammad mengakui bahwa ada perbedaaan-perbedaa n yang sangat mendasar di antara utusan-utusan Allah. Ia lebih menyukai yang satu dibandingkan yang lain dan kemudian memberikan kepadanya kedudukan yang lebih tinggi. Kepada Musa Ia berbicara secara langsung, yang tidak dilakukannya kepada Muhammad. Muhammad menerima yang disebut sebagai wahyunya melalui suatu roh yang tidak dikenal, yang kemudian disebut Jibril. Muhammad sendiri tidak pernah melihat Allah, atau mendengar suara-Nya! Ia tidak memiliki kontak pribadi dengan Allah.

Menurut Al-Qur'an, Allah menempatkan Putera Maryam dalam kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Musa, karena Ia memberikan kepada Putera Maryam bukti-bukti khusus (bayyinaat) dengan menguatkan dia dengan rohulqudus. Muhammad menggelengkan kepalanya atas pertentangan yang keras antara orang Yahudi dengan orang Kristen dan atas perpecahan di antara mereka meski memiliki hak yang sangat istimewa itu (Surat al-Baqara 2:253). Ia menganggap bahwa pertentangan sebagai penentuan yang bijaksana dari Allah yang membuat Islam sebagai kekuatan ketiga akan muncul sebagai pemenang atas kedua kelompok yang bertikai itu. Muhammad tidak menyadari bahwa Anak Allah yang tersalib itu serta karya pembenaran atas orang-orang berdosa, yang tidak didasarkan kepada perbuatan baik, adalah alasan yang paling utama terjadinya pertentangan antara orang Yahudi dengan orang Kristen. Orang Muslim dan orang Yahudi lebih memiliki kedekatan kesamaan dibandingkan dengan orang Kristen dengan orang Muslim!

Dalam Surat al-Ma'ida kita membaca empat penjelasan yang diberikan Allah langsung kepada Kristus di dalam Al-Qur'an (Surat al-Ma'ida 5:110). Ia mengatakan, "Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkan engkau dengan Ruhul Qudus." Kemudian diikuti dengan daftar beberapa mujizat yang dilakukan Kristus yang kemudian berujung kepada penjelasan bahwa Allah menghalangi bangsa Israel mendatangi Isa, sehingga mereka tidak bisa membunuh dia, meskipun ia datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang jelas (bayyinaat). Tetapi mereka membenci dia dan mengatakan, "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata!"

Dalam ayat ini Kristus sekali lagi muncul sebagai tokoh yang sudah diberi dan ditolong oleh roh Allah. Hal ini membuktikan bahwa di dalam Al-Qur'an Putera Maryam tidak memiliki di dalam dirinya hakekat atau kemampuan ilahi. Pada saat yang sama, bagaimanapun, Muhammad mengakui tidak bisa ditirunya mujizat-mujizat Isa dan menyebut semuanya itu bukti untuk kuasanya, yang diberikan oleh Allah. Muhammad tidak bisa memahami kerendahan hati Kristus, ketika Ia menyangkal dirinya dan memberikan semua kehormatan kepada Bapa, dan berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak." (Yohanes 5:19).

Dalam Surat al-Zukhruf kita membaca sebuah penjelasan yang khas timur mengenai bukti yang dimiliki Kristus (Surat al-Zukhruf 43:63): Ia datang kepada orang Yahudi dengan "hikmah" untuk bisa membuka mata mereka kepada alasan dari kritik dan ketidaksetujuan mereka semua. Mungkin Muhammad pernah mendengar pengajaran yang diajarkan Yesus di dalam Matius 7:1-28 melalui tradisi lisan, dan menjelaskan perkataan Kristus itu sebagai suatu usaha untuk memperdamaikan kelompok-kelompok yang bertikai. Dengan cara ini Isa menuntut ketaatan tanpa syarat dan ketundukan mereka kepada perintah-perintahnya.

Menurut Surat al-Saff, Isa datang kepada bangsa Israel untuk membenarkan bahwa Taurat tidaklah dipalsukan (Surat al-Saff 61:6). Ini adalah penjelasan yang sangat khusus kepada kita tentang tujuan kedatangan Isa yang memberikan kepada kita kesempatan untuk membuktikan kepada orang Muslim bahwa Alkitab tidak dibelokkan, karena, menurut Al-Qur'an sendiri, tugas pertama Kristus adalah membenarkan atau menegaskan ketidakbersalahan Taurat.

Namun, tujuan yang paling utama dari kedatangan Isa, maksud yang paling akhir dari semua mujizatnya, menurut Al-Qur'an, adalah adanya suatu janji yang dinyatakan oleh Putera Maryam bahwa sesudah dia akan datang seorang utusan Allah yang sangat terpuji. Dengan nubuat ini Muhammad menaruh peristiwa kedatangannya sendiri ke bibir Isa! Sejak itu, orang Muslim sudah berusaha menyelidiki Alkitab untuk menemukan nama Muhammad yang tersembunyi, yang secara literal berarti "Dia yang Terpuji." Beberapa penafsir Muslim mengajarkan bahwa Muhammad adalah Parakletos yang dijanjikan, Roh Penghibur itu. Untuk membuat kata dalam bahasa Yunani ini cocok dengan Muhammad, orang Muslim mengubahkan huruf hidup dari kata Parakletos menjadi Periklytos, yang berarti "Dia Yang Sangat Terhormat." Sebagai akibatnya orang Muslim menuduh orang Kristen sudah menutupi atau memalsukan nubuat dari Isa tentang Muhammad di dalam Alkitab, atau bahkan menghapus namanya dari dalam Alkitab,

Tanda-tanda ajaib Isa dan Muhammad ('aayaat)

Di dalam tiga ayat Al-Qur'an mujizat-mujizat Yesus disebut sebagai tanda ('aayaat) dari missi ilahinya (Surat Āl 'Imran 3:49.50; al-Ma'ida 5:114). Kata yang dipakai Muhammad untuk hal ini juga bisa dilihat di dalam Injil Yohanes untuk menyebut tentang mujizat-mujizat Yesus. Di sana kita bisa membaca, "Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda- Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya." (Yohanes 2:11-12). Banyak orang percaya kepada nama-Nya ketika mereka melihat tanda-tanda- Nya yang dilakukan-Nya (Yohanes 2:23). Ketika Ia menyembuhkan anak seorang pegawai istana dari jauh, Yohanes menyebut hal itu juga sebagai tanda yang dilakukan-Nya (Yohanes 4:54). Ketika mereka melihat tanda itu (memberi makan 5000 orang) mereka mengatakan, "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia." (Yohanes 6:14). Namun, ketika Yesus melihat mereka datang dengan bergegas untuk menjadikan diri-Nya sebagai raja, karena mujizat roti itu, Ia meninggalkan mereka.

Yesus tidak melakukan tanda-tanda mujizat-Nya dengan tujuan supata orang-orang akan percaya kepada-Nya, tetapi supaya mereka mengenal kasih-Nya, kedaulatan-Nya dan kemahakuasaan ilahi-Nya. Yesus tidak ingin orang mengikuti Dia karena mujizat-Nya, tetapi Ia menghendaki pertobatan dan pembaharuan. Yesus memperigatkan orang-orang itu dan mengatakan, "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." (Yohanes 4:48). Di dalam Injil kita membaca beberapa kali bahwa Yesus melarang mereka yang disembuhkan- Nya untuk berbicara tentang Dia yang menyembuhkan mereka (Matius 9:30; Markusus 3:12; 5:43; 7:36; Lukas 5:14; 8:56; 9:21).

Ketika Yesus dianiaya dan diancam kematian di Yerusalem, orang banyak yang hanya ingin melihat mujizat berbalik dari pada-Nya. Hanya murid-murid- Nya, yang sudah mengakui dosa-dosa mereka di hadapan Yohanes Pembaptis dan yang kesombongannya sudah diremukkan dengan pertobatan, yang tetap setia kepada Yesus. Mereka melihat kemuliaan_nya meskipun Ia sedang dianiaya dan mati di Kayu Salib. Ketika orang Yahudi mencobai Yesus dan menuntut tanda dari-Nya untuk membuktikan kedaulatan dan missi-Nya, Ia menjawab, "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.!" (Yohanes 2:18-22). Dan kemudian Ia menambahkan, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." (Matius 12:39-40; 16:4)

Bukti-bukti dan tanda-tanda yang disebutkan oleh Muhammad tentang Isa di dalam Al-Qur'an berusaha untuk menciptakan suatu keyakinan yang sebenarnya ditolak sepenuhnya oleh Yesus! Karena itu kita tidak boleh menjelaskan tanda-tanda yang dilakukan Kristus kepada orang Muslim hanya karena semuanya itu bersifat mujizat, tetapi justru harus menekankan bahwa semuanya itu hanya menunjuk kepada kebesaran, kasih, kerendahan hati, kekudusan dan kedaularan-Nya. Yesus Kristus sendiri yang harus dimuliakan di dalam penyebutan akan mujizat-mujizat itu. Mujizat-mujizat itu bukanlah sesuatu yang mulia karena dirinya sendiri. Semua penyembuhan yang ajaib yang tidak membawa orang kepada pertobatan dan pembaharuan hidup bisa dikatakan gagal membangun iman yang dalam kepada Yesus.

1. Kristus berbicara ketika masih bayi yang baru lahir

Tiga kali kita menemukan tulisan di dalam Al-Qur'an mengenai Putera Maryam yang berbicara ketika baru lahir, masih ada di palungan. Kenyataan bahwa ia berbicara ditulis dua kali (Surat Āl 'Imran 3:46; al-Ma'ida 5:110), isi dari pembicaraannya bisa dilihat secara terperinci di dalam Surat Maryam (19:24-33).

Kisah yang sangat tidak masuk akal mengenai Isa yang baru lahir bisa berbicara secara sempurna, dijelaskan dengan cara yang berbeda oleh para penafsir Al-Qur'an. Ada yang mengatakan, Isa hanya membutuhkan beberapa menit, ada yang mengatakan beberapa jam, sampai ia bisa mengucapkan setiap kata dan kalimat tanpa salah. Otaknya sudah berkembang secara penuh sejak ia lahir, dan pengertiannya, perasaan dan kemampuan logikanya berkembang dalam waktu yang sangat singkat, paling tidak itulah yang mereka katakan.

Mengapa para penafsir Muslim percaya dan mendiskusikan fenomena yang demikian? Mereka membaca di dalam Al-Qur'an bahwa Kristus adalah "firman Allah" yang menjadimanusia. Yang Mahakuasa mengajarkan Taurat kepadanya, amsal Salomo, Injil dan Kitab yang asli di surga, sebelum ia lahir (Surat Āl 'Imran 3:48). Ia dilahirkan ke dunia dengan pengetahuan yang penuh, kepintaran dan kemampuan untuk berbicara. Ia harus menyampaikan firman Allah senantiasa sejak ia lahir sampai ia mati. Ia adalah seperti aliran wahyu yang dari Tuhannya.

Al-Qur'an menegaskan kebenaran bahwa Putera Maryam bukanlah manusia biasa, tetapi suatu roh dari Allah yang menjadi manusia. Ia turun dari lingkungan yang dekat dengan Yang Mahakekal (perhatikan bagian akhir dari Surat Āl 'Imran 3:45) dan memiliki pengetahuan yang besar dan kemampuan rohani yang melebihi semua makhluk yang lainnya.

Pernyataan-pernyata an spekulatif di dala, Al-Qur'an juga mendekati pemahaman Kristen tentang inkarnasi Anak Allah di dalam Alkitab. Tetapi di dalam Alkitab Yesus dilahirkan sebagai bayi manusia yang sesungguhnya yang dibungkus dengan kain lampin. Ibu-Nya yaitu Maria tidak pernah mengatakan kepada dokter Lukas mengenai pembicaraan yang dikatakan oleh anaknya setelah Ia dilahirkan, karena sebagai bayi Ia tidak bisa berbicara dan membutuhkan waktu untuk berkembang (Lukas 2:40-52).

Dari mana asalnya kisah khayalan ini? Di dalam kitab Injil apokripa tentang masa kanak-kanak yang ada di kalangan orang Kristen Syria dan Koptik kita bisa menemukan petunjuk untuk kisah yang demikian. Para ibu biasa menyanyikan lagu nina bobo yang berisi tentang bayi Yesus untuk membuat anak-anak mereka tidur. Sumber dari kisah tentang bayi Yesus bisa lebih jelas diketahui sekarang ini.

Muhammad mendengar kisah kanak-kanak itu dari para budan Kristen dari Syria dan Koptik dan – mempercayai kisah itu! Ia mempercayainya lebih daripada para Bapa Gereja, yang sama sekali tidak pernah mencantumkan kisah dongeng itu ke dalam kanon Alkitab, karena memang hal itu tidak pernah terjadi. Jadi Muhammad kelihatan seperti orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran, tetapi sama sekali bukan nabi. Ia tidak bisa membedakan antara dongeng dengan kenyataan.

Mengenai isi dari apa yang disebut sebagai perkataan Putera Maryam yang baru lahir itu (Surat Maryam 19:24-33) bayi itu pertama-tama ingin memberikan penghiburan kepada ibunya yang masih muda yang sudah mengandungnya tanpa menjalani pernikahan. Maria tahu bahwa dirinya bisa dirajam dengan batu. Karena itu bayi Isa yang beru lahir menghiburnya dengan berita bahwa ia baru saja melahirkan seseorang yang sangat menonjol di bawah pohon palem di padang pasir.

Dalam bahasa Arab salah satu istilah untuk orang yang luar biasa adalah suriyun, dengan bentuk jamaknya surawaa’, asriyaa' atau saraat (semua berasal dari kata dasar bahasa Arab S-R-W). Tetapi para pembaca Al-Qur'an yang cemburu mengubahkan huruf vokal dari kata itu dan makna dari kata itu menjadi "anak sungai kecil atau selokan" (yang dalam bahasa Arab adalah sariyun) kemudian dengan menarik dilahirkan kembali dari kata dasar S-R-Y membentuk kata bentuk jamak asriyat atau suryaan. Para pembaca Muslim itu menjadi marah karena Isa sebagai bayi yang baru lahir sudah memiliki tempat yang lebih tinggi dibandingkan dengan Muhammad, jadi mereka langsung saja mengubahkan huruf vokalnya dan dengan itu mengubahkan artinya juga dari ‘pribadi yang luar biasa’ menjadi ‘anak sungai’, meskipun kemudian arti dari kalimat itu menjadi sangat tidak masuk akal.

Anak yang baru lahir itu kemudian mengatakan kepada ibunya untuk menggoyang dahan pohon kurma dan membuat buah-buah yang sudah matang berjatuhan di dekatnya dan ia bisa menguatkan dirinya setelah menderita sakit melahirkan. Betapa hal itu sangat tidak masuk akal untuk orang-orang Bedouin. Beberapa orang laki-laki yang kuat belum tentu bisa menggoyang sebuah pohon kurma. Bagaimana mungkin seorang ibu muda yang baru melahirkan bisa melakukan hal ini? Pada jaman Muhammad kehidupan orang-orang Bedouin sangat berat, dua kali lipat bagi kaum wanita dan kaum ibu.

Di akhir dari pembicaraannya yang pertama Isa mengatakan kepada ibunya yang merasa ketakutan bahwa ia harus menjelaskan kepada semua orang yang akan menanyakan kepadanya tentang asal-usul anak yang baru lahir itu: bahwa ia sudah berjanji kepada Allah yang Maha Pengasih untuk berpuasa dan tidak akan berkata-kata kepada siapapun hari itu. Jadi nasehat pertama, yang diberikan oleh Isa kepada ibunya, adalah suatu tipuan, suatu kelicikan, dan suatu kebohongan, untuk menyelamatkan dia dari bahaya yang mengancamnya.

Catatan selanjutnya menunjukkan bagaimana bayi yang baru lahir itu membela ibunya dari kemarahan orang-orang sedesanya dengan memperkenalkan dirinya sebagai nabi yang diberkati dalam permbicaraannya yang kedua yang dicatat oleh Al-Qur'an.

Orang-orang yang secara obyektif memperhatikan kisah ini akan melihat bagaimana mimpi dan kenyataan bergabung dan menjadi suatu fatamorgana di dalam pikiran Muhammad. Seluruh isi Al-Qur'an berisi percampuran antara fiksi dengan kenyataan yang demikian.

2. Isa menciptakan seekor burung

Dari sumber apokripa yang sama muncul kisah yang lain: Isa yang masih muda membuat bentuk burung dari tanah liat, meniupnya, dan burung itu kemudian terbang! (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110). Kita akan diarahkan untuk melupakan kisah yang tidak realistis tentang Putera Maryam ini, tetapi pada kenyataannya ada tiga penyebutan.

Di dalam Surat Āl 'Imran Isa mengatakan kepada bangsa Israel, "Aku akan menciptakan bagimu serupa burung dari tanah liat." Di dalam Surat al-Ma'ida Allah, sesudah kenaikan Isa, menegaskan, "Engkau menciptakan seekor burung dari tanah liat!" Mukjizat ini disebutkan di dalam Al-Qur'an dalam bentuk present tense dan past tense, sekali dikatakan oleh Isa dan sekali lagi dikatakan oleh Allah sendiri. Penegasan yang dua kali ini membuat teks ini menjadi penting.

Di kedua tempat itu kita melihat bahwa Isa mampu menciptakan burung hidup dari bahan mati. Dalam bahasa Arab, kata "mencipta" (khalaqa) yang biasanya dipakai hanya untuk Allah, sang Pencipta, yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Tetapi kata yang khusus ini dipakai untuk Isa, juga. Ia adalah satu-satunya manusia, menurut Al-Qur'an, yang menjadi pencipta dan bisa menciptakan sesuatu yang hidup dari benda mati. Kristus di dalam Islam ditunjukkan sebagai pencipta juga.

Muhammad, bagaimanapun, membatasi penghormatan kepada Putera Maryam ini dengan kalimat, "Dengan ijin Allah!" beberapa kali di dalam ayat-ayat Al-Qur'an mengenai mukjizat-mukjizat Kristus. Karena itu kita bisa bertanya kepada orang Muslim yang kritis, "Apakah anda percaya bahwa Kristus, dengan ijin Allah, mampu menciptakan burung dari benda matu?" Jawabannya kemungkinan, "Tentu saja. Al-Qur'an menegaskannya dua kali!" Kemudian kita bisa menjelaskan kepadanya bahwa Putera Maryam adalah pencipta yang sangat unik –dengan ijin Allah!

Kisah legenda masa kanak-kanak inimengandung kejutan yang lain. Isa mengangkat burung dari tanah liat ke mulutnya dan kemudian meniupnya. Lalu burung dari tanah liat itu menjadi hidup dan kemudian terbang. Menurut Al-Qur'an, Isa memiliki di dalam dirinya nafas pemberi kehidupan –dengan ijin Allah, tentu saja!

Di dalam Alkitab, Allah menghembuskan "nafas hidup" kepada Adam. Dan kemudian manusia yang pertama tercipta (Kejadian 2:7). Di malam Paskah Kristus menghembus kepada murid-murid-Nya yang sedang ketakutan dan sekaligus penuh sukacita dan berkata kepada mereka, "Terimalah Roh Kudus!" (Yohanes 20:22). Kemudian para pengikut-Nya dipulihkan, karena Kristus adalah pemberi roh yang menghidupkan (1Korintus 15:45).

Muhammad, bagaimanapun, tidak masuk sampai sejauh itu di dalam tulisannya. Ketika Isa meniupkan nafasnya ke benda mati, benda itu tidak menjadi manusia, dan juga tidak dilahirkan kembali sebagai anak Allah. Tetapi hany emnjadi sesuatu yang seperti seekor burung! Muhammad tidak berani menyangkal bahwa Yesus sendiri memiliki roh pemberi kehidupan dari sang pencipta.

Kisah tentang penciptaan burung ini membuat sakit kepala para penafsir Al-Qur'an, karena kalau memang Isa bisa menciptakan burung yang hidup dari benda mati, meskipun atas ijin Allah, itu berarti ia jauh lebih tinggi dari semua manusia, bahkan lebih tinggi dari Muhammad. Kemudian beberapa penafsir mengatakan, "Isa sebenarnya ingin menciptakan seekor binatang berkaki empat atau seekor burung yang bisa terbang tetapi tidak menjadi kedua-duanya. Yang kemudian jadi dari apa yang dibuatnya hanyalah seekor ‘kelelawar’ yang bukan termasuk burung dan bukan juga mammalia, tetapi pada saat yang sama memiliki ciri kedua jenis itu." Kita bisa menjawab untuk kritik yang demikian, "Kelelawar adalah satu-satunya binatang terbang yang sudah sangat berkembang, karena ia memiliki unit ultrasound (seperti radar) di dalam mulutnya yang memungkinkan ia bisa terbang bahkan pada waktu malam, seperti pesawat terbang di jaman modern!"

3. Kesembuhan orang buta

Setelah dua kisah mujizat yang meragukan yang dilakukan Isa waktu masih sangat muda, yang sebenarnya bukan sepenuhnya karya Muhammad, karena ia hanya mengambilnya dari tulisan apokripa mengenai masa kanak-kanak Yesus, kita membaca tulisan tentang Kristus sendiri, yang kebenarannya ditegaskan oleh Allah, bahwa Isa mampu menyembuhkan beberapa orang buta (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110).

Di dalam tulisan ini kita bisa merasakan belas kasihan Kristus kepada orang-orang hina yang tidak bisa melihat terang matahari dan berjalan di dalam kegelapan. Putera Maryam, menurut Al-Qur'an, tidak melakukan mujizat untuk membuat para raja dan penguasa tertarik kepadanya, tetapi karena ia ingin menolong orang yang sakit, orang-orang yang sengsara dan terbuang dari masyarakat. Rasa iba dan kasihnya yang membuatnya melakukan tanda-tanda yang demikian.

Kata dalam bahasa Arab untuk "menyembuhkan" (bar’ia) berhubungan dengan makna "membenarkan" atau "membasuh." Kalau suatu penyakit dianggap sebagai penghukuman dariAllah untuk dosa-dosa yang tersembunyi, maka Kristus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya tetapi juga berurusan dengan penyebabnya.

Yesus tidak membuka mata orang buta dengan pisau yang tajam atau dengan sinar laser, Ia juga tidak memakai obat atau antibiotik, tetapi Ia menyembuhkan dengan perkataan-Nya saja. Ia tidak menggunakan sulap, sihir atau roh-roh asing, tetapi Ia membebaskan orang-orang yang menderita, yang sengsara daridalam kegelapan dengan kuasa perkataan-Nya semata-mata. Tentu saja, Muhammad menambahkan juga kalimat yang sangat khas,: "dengan ijin Allah!" Akan tetapi, siapa saja bisa melihat kuasa Yesus Kristus dan kasih-Nya kepada orang-orang yang terbuang di dalam kitab orang Muslim.

Dari Al-Qur'an orang Muslim tidak bisa melihat secara terperinci tentang bagaimana, dimana, kapan atau siapa yang matanya dibukakan oleh Yesus. Jadi ayat-ayat seperti itu membutuhkan kesaksian dari para saksi mata yang melihatnya sendiri di dalam Injil. Kita harus membuka Alkitab dalam bagian-bagian di atas untuk orang-orang Muslim yang tertarik, tetapi jangan membacanya sendiri melainkan doronglah mereka untuk membaca bagian itu sendiri, sehingga mereka bisa mengalahkan rintangan yang ada dan menerima Roh Kudus di tangan mereka dan melihat Yesus dengan mata hati mereka. Dengan itu mereka bisa mengakui bahwa Yesus tidak pernah memaksa orang untuk menerima pertolongan atau kesembuhan dari-Nya, tetapi menunggu sampai si sakit itu datang kepada-Nya atau berseru meminta pertolongan. Yesus ingin membangkitkan kehendak untuk disembuhkan di dalam diri orang yang menderita itu, sampai mereka meminta kesembuhan. Ia menumbuhkan di dalam diri mereka kepercayaan kepada-Nya dan kemahakuasaan- Nya, sehingga Ia bisa membebaskan mereka dari beban mereka. Jarang sekali kesembuhan terjadi kalau seseorang tidak percaya kepada tabib itu di antara semua tabib yang ada. Kristus tidak memaksakan anugerah-Nya kepada siapapun, tetapi membangun di dalam diri mereka kehendak, iman dan kasih akan Dia, penebus mereka. Yesus menunjukkan bagian dari orang itu di dalam kesembuhannya, ketika mengatakan, "imanmu telah menyembuhkan engkau." (Matius 9:22; Markusus 5:34; 10:52; Lukas 7:50; 8:48; 17:19; 18:42). Semua ini asing bagi orang Muslim. Ia tidak tahu tentang Juruselamat atau penolong. Kepercayaan kepada Kristus, Penebusnya, haruslah dipupuk, sehingga hal itu bisa bertumbuh di dalam hidupnya secara rohani.

4. Isa mentahirkan orang kusta

Dalam dua bagian Al-Qur'an ditulis mengenai pentahiran dan penyembuhan orang-orang kusta, kesaksian Isa dan Allah sekali lagi menegaskan adanya mujizat-mujizat itu (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110). Bentuk dalam bahasa Arab untuk penyembuhan bagi orang kusta ada dalam bentuk tunggal, tetapo memiliki makna kolektif jaman untuk menunjuk kepada beberapa orang sakit demikian. Sebagaimana dengan orang buta, hal ini tidak menunjuk kepada satu mujizat saja, tetapi serangkaian penyembuhan ajaib yang dilakukan Kristus terhadap orang-orang kusta.

Kalau anda pernah bertemu dengan orang-orang yang menderita seperti ini di India, dengan jari yang hilang atau wajah yang rusak, yang secara bersama-sama mengemis di stasiun-stasiun, anda akan memahami betapa besar kasih Yesus, keagunan-Nya dan kemenangan-Nya atas rasa jijik dan takut terinfeksi. Ia tidak mengusir orang-orang kusta itu sebagai orang-orang yang najis, tetapi berbicara kepada mereka dan bahkan menyentuh beberapa di antara mereka. Ia membangun jembatan bagi iman mereka, sehingga mereka bisa mengerti: Yesus ini mengasihi saya secara pribadi! Kristus lebih kuat dibandingkan dengan kusta! Ia bisa dan akan menyembuhkan saya (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16). Ketika Yesus menyembuhkan kesepuluh orang kusta Ia menginginkan agar mereka memiliki iman yang melebihi manusia biasa. Mereka percaya kepada Dia yang berbicara kepada mereka dengan kasih Allah yang mereka rasakan di dalam Dia ( Lukas 17:11-19).

Yang ditulis di dalam Al-Qur'an hanyalah kenyataan umum yang memerlukan penerangan dari Injil dan tambahan kesaksian kita: bahwa Ia sudah mentahirkan kita dari segala kelemahan dan kecemaran kita.

Kepada peristiwa kesembuhan bagi orang kusta bisa ditambahkan juga pengampunan yang diberikan Yesus. Di beberapa negara, dalam keyakinan Islam secara umum, kusta sering dianggap sebagai penghukuman Allah untuk peemberontakan atau dosa-dosa yang tersembunyi. Di sini beberapa catatan Alkitab mengenai kesembuhan dari kusta bisa sangat menolong. Ia mengharapkan kata-kata "kesembuhan" dari Yesus, tetapi justru ia mendengar, "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Ketika para ahli Taurat berpikir bahwa Yesus menghujat, Ia menengok ke arah mereka dan berkata, "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Matius 9:1-8).

5. Membangkitkan orang mati

Kalau anda membaca kalimat singkat yang ditegaskan sampai dua kali di dalam Al-Qur'an bahwa Yesus bisa membangkitkan orangmati, mungkin anda akan sangat terkejut (Surat Āl 'Imran 3:49; al-Ma'ida 5:110). Di dalam dua ayat ini anda akan menemukan kata dalam bentuk jamak, bukan dalam bentuk tunggal! Dalam bahasa Arab itu berarti bahwa Kristus membangkitkan lebih dari dua orang, atau paling tidak tiga orang dari kematian. Sangat dianjurkan untuk menghafal bagian-bagian di dalam Injil dimana Yesus membangkitkan seorang anak, seorang pemuda dan seorang dewasa dari kematian, dan untuk membaca bagian-bagian itu bersama-sama dengan orang Muslim yang tertark (Matius 9:18-26; Markus 5:21-43; Lukas 7:11-17; Lukas 8:40-56; Yohanes 11:1-45).

Al-Qur'an menggunakan dua istilah yang berbeda untuk peristiwa Kristus membangkitkan orang mati. Di dalam surat Āl 'Imran (Surat Āl 'Imran 3:49) ia mengatakan,

"aku menghidupkan orang mati."

Di ayat yang lain (Surat al-Ma'ida 5:110) Allah menegaskan,

"engkau mengeluarkan orang mati (menjadi hidup)!"

Kalau anda mengenal orang Muslim yang sudah menunjukkan ketertarikan kepada Kristus anda bisa bertanya kepadanya berdasarkan dua kesaksian di dalam Al-Qur'an itu, "Siapakah yang bisa membangkitkan orang mati?" Yang paling sering, jawabannya adalah, "Tidak ada selain Allah." Tetapi kalau anda bertanya, "Apakah anda mengatakan kalau Kristus itu Allah, karena Ia sudah menghidupkan kembali paling tidak tiga orang yang sudah mati?" mungkin anda mendengar penolakan yang sangat keras, "Aku berlindung kepada Allah dari orang-orang seperti anda!" Kalau anda meneruskan dengan bertanya, "Tetapi didalam Al-Qur'an anda menemukan dua ayat dimana Kristus memang membangkitkan orang mati," mungkin anda akan mendengar jawaban setelah ia berpikir cukup lama, "Tetapi di setiap peristiwa anda akan menemukan tulisan, ‘dengan ijin-Ku’! Kristus sendiri tidak bisa membangkitkan orang yang sudah mati. Karena itu Allah mengutus Jibril untuk menguatkan dia, sehingga ia bisa melakukan tanda-tanda ajaib membangkitkan orang mati untuk kemuliaan bagi Allah!" Kalau bertanya dengan hati-hati, "Jadi anda percaya bahwa Allah dan Rohulkudus dan Putera Maryam bersama-sama bisa membangkitkan orang mati?" Mungkin anda akan mendengar jawaban yang ragu-ragu, "Ya, itu dituliskan di dalam Al-Qur'an." Kemudian anda bisa berkata, "Jadi anda percaya kepada kerjasama Tritunggal?" Hal ini bisa jadi, setelah beberapa penyangkalan, membawa kepada pernyataan bahwa di dalam Al-Qur'an terdapat penegasan akan kesatuan Tritunggal di dalam tindakan, meskipun hal itu tidak menegaskan keberadaan di dalam roh dan hakekatnya. Memang tidak selalu menjadi keharusan bahwa orang Muslim akan diyakinkan dengan semua argumentasi kita. Tetapi akan sangat menolong bagi dia untuk mendengar ide-ide baru yang juga ditegaskan kebenarannya oleh Al-Qur'an, sehingga ia bisa mulai berpikir dengan cara yang berbeda.

Kenyataan adanya orang mati yang dibangkitkan oleh Putera Maryam adalah sesuatu yang sangat menakjubkan sampai-sampai mungkin anda sendiri bertanya mengapa di dalam Al-Qur'an Muhammad menuliskan kesaksian yang didengarnya dari orang-orang Kristen yang ada di sekitar dia. Mungkin ia melakukannya untuk menunjukkan Islam sebagai agama yang mirip dengan kekristenan untuk bisa membawa orang-orang Kristen kepada iman miliknya.

Kita percaya bahwa kesaksian tentang kemenangan atas maut di dalam Al-Qur'an akan menjadi seperti ragi, dan akan membuka mata orang Muslim dari dalam, sehingga mereka bisa mengenal Kristus yang sesungguhnya yang memiliki kehidupan kekal di dalam diri-Nya. Kemudian mereka akan memahami bahwa Kristus bisa memberikan kehidupan kekal kepada semua orang yang meminta kepada-Nya. Kenyataan bahwa Kristus membangkitkan orang mati menjadi tantangan bagi semua anak-anak Abraham, termasuk orang Yahudi maupun orang Muslim: "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup." (Yohanes 3:36; 1Yohanes 5:12)

6. Yang Mahatahu

Dalam surat Āl 'Imran kita menemukan ayat yang cukup menarik dimana Isa mengatakan kepada orang Yahudi bahwa ia akan menunjukkan kepada mereka apa yang sudah mereka maka secara sembunyi-sembunyi dan harta apa yang mereka sembunyikan di dalam lemari mereka.

Kisah yang tidak mungkin ini bisa memiliki banyak penjelasan: banyak orang Yahudi tidak secara tepat mematuhi hukum Musa, dan sering memakan apa yang dilarang secara sembunyi-sembunyi. Yang lainnya tidak berpuasa dengan benar di hari-hari yang ditentukan dan secara sembunyi-sembunyi makan di rumah mereka setiap kali mereka menginginkannya. Sebagai tambahan mereka menyimpan harta mereka di lemari dan bukannya membaginya untuk orang-orang miskin dan para pengungsi dari Mekkah.

Al-Suyuti, seorang penafsir Islam, menjelaskan bahwa Isa sebagai seorang anak sedang bermain-main dengan anak-anak yang lainnya ketika ia berkata kepada mereka, "Saya bisa mengetahui apa yang dimakan oleh orang tuamu ketika kamu tidak dirumah, dan apa yang secara rahasia mereka simpan di dalam lemari yang tersembunyi darimu." Ketika anak-anak itu bertanya tentang pernyataan itu, orang tua mereka sangat terkejut dan bertanya kepada anak-anak mereka, "Siapa yang memberitahukan rahasia itu kepadamu?" Ketika anak-anak itu mengatakan bahwa Isa yang menjelaskan rahasia itu kepada mereka, para orang tua itu kemudian melarang anak-anak mereka bermain bersama dengan Putera Maryam dan mengunci mereka di halaman belakang rumah mereka.

Ketika Isa kemudian bertanya kepada para orang tua teman-temannya mengapa ia tidak bisa bertemu lagi dengan mereka ia diberitahu bahwa teman-temannya saat itu sedang tidak ada di rumah. Ketika Isa mengatakan kepada para orang tua itu, "Tetapi aku bisa mendengar mereka ribut di halaman belakangmu," mereka mengatakan kepadanya, "Itu hanya babi kami yang sedang kelaparan." Kemudian Isa dengan sedih memandang mereka dan berkata, "Kamu benar! Hanya babi-babimu yang bisa membuat keributan yang demikian di halaman belakangmu." Ketika para orang tua itu mencari anak-anak mereka, kata-kata Isa sudah menjadi kenyataan. Semua anak-anak mereka sudah menjadi babi!

Kisah yang sangat keji ini berasal dari imajinasi yang penuh fitnah terhadap orang-orang Yahudi yang tidak pernah memelihara babi di halaman belakang mereka, dan juga terhadap Yesus sendiri, yaitu untuk menjauhkan anak-anak darinya, karena ia bisa menyatakan kebenaran yang tersembunyi. Namun, teks dari Al-Qur'an ini menegaskan kebenaran bahwa Kristus bisa melihat menembus dinding sekalipun! Menurut Muhammad, ia memiliki "mata sinar X". Di dalam Injil Yohanes kita bisa membaca bahwa Yesus melihat apa yang ada di dalam diri manusia. Ia tidak membutuhkan pemberitahuan tentang siapapun, "sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia." (Yohanes 2:24-25).

Di dalam ayat ini Al-Qur'an membuktikan kemahatahuan Isa, tetapi menarik kesimpulan yang salah akan hal itu. Bukan makanan yang dimakan secara rahasia, atau harta yang tersembunyi yang Yesus lihat dengan mata Penebus-Nya. Ia menyingkap dosa-dosa yang tersembunyi dan mengenal kerinduan seseorang akan keadilan, kesucian dan kebenaran. Ia ingin menyelamatkan, menyucikan dan memperbaharui semua orang, dan tidak ingin mengambil bagian di dalam kekayaan mereka.

Muhammad menderita karena meningkatnya ketegangan antara para pengungsi yang datang bersamanya dari Mekkah dan para penduduk asli di Medinah. Para pendatang dari Mekkah tidak bisa menemukan pekerjaan, mereka tidak memiliki rumah dan tidak memperoleh apapun dari saudara-saudara mereka. Di lain pihak, orang-orang Muslim yang asli dari Medinah semakin hari menjadi semakin kaya dan semakin kaya. Mereka sudah menampung para pendatang itu ke rumah mereka dan sudah berjanji untuk mengurus mereka seperti saudara kandung. Tetapi harapan dan kenyataan jauh sekali bedanya. Para penduduk asli makan makanan yang lebih baik ketika para pendatang itu sedang tidak ada di rumah mereka, dan para pemilik rumah menyembunyikan kekayaan mereka dari mata para pancari suaka itu. Muhammad mendengar tentang perilaku ini dan ingin ikut mengambil bagian campur tangan dalam harta mereka yang disembunyikan. Karena itu ia mengatakan, "Kalau Isa datang kembali ia akan mengatakan kepadamu apa yang kamu makan secara rahasia dan apa yang kamu sembunyikan di rumahmu, karena ia bisa melihat semua yang ada di dalam dirimu. "

Kita perlu merenungkan kesaksian dari Al-Qur'an ini, dan ketika memberikan nasehat rohani kepada orang Muslim, membuat mereka menyadari bahwa kita semua perlu diuji dan diungkap sepenuhnya oleh kasih Yesus Kristus dan oleh kebenaran ini berulang-ulang kali! Uang dan harta milik semua orang Kristen yang disembunyikan akan cukup untuk menginjili seluruh dunia ini, kalau orang-orang itu bersedia untuk membagi sebagian dari harta mereka itu.

7. Hidangan dari surga

Di dalam Surat al-Ma'ida (5:112-115) kita bisa menemukan semacam hema dari kisah Kristus memberi makan 5.000 orang dalam pandangan Islam. Kita akan menerjemahkan teks ini secara literal, sehingga cara berpikir Muhammad dan sikap orang-orang Muslim bisa dipahami sebagai dasar untuk percakapan kita dengan mereka:

112 Para hawariryin (murid) berkata, "Hai Isa Putra Maryam sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?"

Dia menjawab, "Bertaqwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang mukmin!"

113 Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan it, dan supaya hati kami tenteram dan supaya kami mengetahui bahwa engkau telah berkata benar kepada kami dan kami menjadi saksi atas hidangan itu."

114 Isa Putera Maryam berkata, "Allahumma (Elohim), turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan jadi hari raya bagi kami dan bagi orang-orang yang bersama kami serta yang datang sesudah kami, dan sebagai tanda (kebenaran) dari Engkau! Dan berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baiknya Pemberi rezeki."

115 Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepada kamu. Maka barangsiapa yang ingkar di antara kamu sesudah itu sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia!"

Dalam kisah imajinatif tentang pemberian makan kepada 5,000 orang ini kita bisa memberikan penjelasan demikian:

8. Isa pembuat peraturan yang ilahi

Di dalam Al-Qur'an kita menemukan beberapa bagian yang di dalamnya menyaksikan kedaulatan Kristus di atas Hukum Taurat. Dua dari antara bagian itu menyebut tentang sikapnya dan tindakannya sehubungan dengan ayat-ayat di dalam Perjanjian Lama sebagai suatu tanda dan suatu bukti tentang missi ilahinya (Surat Āl 'Imran 3:50-51; al-Ma'ida 5:46-47; al-Zukhruf 43:63). Beberapa hal di bawah ini mengenai mujizat berhubungan dengan hukum perlu dipertimbangkan:

Di dalam ayat-ayat Al-Qur'an ini kita mendengar suatu gema dari pernyataan Yesus sendiri, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. " (Matius 5:17-18) Ia juga menjelaskan, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita … Tetapi Aku berkata kepadamu!" (Matius 5:21-48) "Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (Matius 15:11.16-20)

Muhammad mungkin sudah mendengar prinsip-prinsip revoluioner yang diajarkan Kristus, tetapi ia tidak memahami semuanya itu sebagai penggenapan Hukum Taurat, tetapi sebagai dihilangkannya beberapa halangan terhadap Hukum bagi para muridnya. Dengan cara yang sangat mengejutkan ia menerapkan kepada Isa hak istimewa ilahi ini untuk meniadakan hukum dan untuk mengadakan yang baru sebagai utusan Allah.

Tetapi meski ada muslihat Islami ini, Muhammad sendiri sudah menegaskan kebenaran bahwa Kristus Yesus adalah pembuat peraturan yang ilahi yang memiliki hak untuk menuntut ketaatan tanpa syarat bagi pengikutnya dan dari semua manusia. Kita harus membuat para pencari kebenaran di dalam Muslim menyadari bagian dari Al-Qur'an ini, dan menolong mereka – sesudah mereka mengalami kehancuran kesombongan rohani – untuk menerima anugerah Kristus yang tersedia bagi mereka juga.

 

9. Kristus memperbaharui pengikut-pengikut- Nya

Di dalam Al-Qur'an ada beberapa ayat yang menjelaskan karakter Kristen dengan cara yang positif. Dari kesaksian Muhammad orang bisa melihat bahwa Putera Maryam mampu mengubah orang yang sombong menjadi orang yang rendah hati dan orang yang egois menjadi hamba yang penuh belas kasihan. Inilah mujizat terbesar yang dilakukan oleh Kristus menurut kitab orang Muslim. Perubahan ini tidak hanya terjadi satu kali, tetapi terjadi setiap hari, dahulu dan sekarang. Orang-orang Kristen dijelaskan lebih dari 50 kali di dalam Al-Qur'an. Beberapa dari ayat itu tidak hanya menuliskan mengenai orang-orang Kristen saja, tetapi orang-orang Yahudi juga (Surat Āl 'Imran 3:55.113-114. 199; al-Ma'ida 5:65-68; al-An'am 6:90; al-Hadid 57:27; al-Saff 61:14 dll.).

Di dalam Surat Āl 'Imran kita membaca evaluasi Muhammad atas suatu delegasi Kristen yang berasal dari Yaman Utara (Wadi Nadjran), yang berdiskusi dengan dia tentang iman di Medinah selama tiga hari. Ia berusaha membawa orang-orang itu kepada Islam dan membuat Allah berkata kepada Isa,

"Aku akan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat." (Surat Āl 'Imran 3:55)

Muhammad dan orang-orang Muslimnya sangat terkesan oleh delegasi 60 orang Kristen dari Yaman Utara yang berpakaian rapi itu. Muhammad merasa bahwa budaya mereka lebih tinggi dari budayanya dan ingin menarik mereka kepada Islam. Ia melihat keunggilan mereka dan dominasi ekonomi mereka atas para penyembah berhala dan juga kaum animis. Tetapi, tentu saja, di dalam negosiasi itu ia tidak mengatakan pandangannya yang sebenarnya, yaitu bahwa orang-orang Muslim, tentu saja, dalam tingkatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang Kristen.

Di dalam Surat yang sama kita membaca tentang para budak dan pekerja yang bertemu pada malam hari dan membaca Alkitab bersama-sama, dan beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud. Mungkin mereka adalah kaum Kristen ortodoks, karena orang-orang dari gereja yang lain, dan bahkan orang Yahudi, tidak bersujud di dalam ibadah mereka. Muhammad mengakui bahwa mereka memelihara perjanjian mereka dengan Allah dan bahwa hidup mereka sesuai dengan iman mereka. Ia menyebut mereka sebagai “orang-orang baik” yang akan diberi pahala oleh Allah (Surat Āl 'Imran 3:113-114). Betapa sebuah kesaksian yang hebat tentang orang-orang Kristen yang dianggap rendah di Hidjaz!

Menurut Surat Āl 'Imran Muhammad juga bertemu dengan orang-orang Kristen yang rendah hati dan sederhana dan yang mengutip ayat-ayat dari Alkitab tanpa meminta uang, bertolak belakang dengan orang Yahudi di Medinah yang biasanya hanya mengatakan kepadanya sebagian dari Mishna atau Talmud ketika ia pada awalnya membeli barang-barang dari mereka (Āl 'Imran 3:199). Beberapa kali, orang-orang Kristen, menurut Al-Qur'an, berusaha untuk menginjili Muhammad, tetapi sia-sia.

Di dalam Surat al-Ma'ida sebuah garis pemisah ditarik untuk membedakan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang Kristen. Allah disebut-sebut memberi pernyataan kepada Muhammad:

"Sungguh akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya akan engkau dapati juga orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nashara." Yang demikian itu disebabkan di antara mereka ada pendeta-pendeta dan rahib-rahib, dan sesungguhnya mereka itu tidak menyombongkan diri." (Surat al-Ma'ida 5:82)

Muhammad mengenali kerendahan hati Kristus di dalam diri para pengikutnya, yang tidak berusaha untuk menjadikan diri mereka sebagai orang-orang hebat. Pada saat yang sama Muhammad mengetahui bahwa ciri ini tidak datang dari diri mereka sendiri tetapi datang dari pemimpin rohani mereka. Ayat ini memberikan pengakuan yang sangat luar biasa tentang kerendahan hati yang dimiliki oleh orang-orang Kristen pada jaman Muhammad.

Di dalam Surat al-Hadith anda bisa membaca suatu analisa yang sangat nyata tentang orang-orang Kristen. Muhammad membuat Allah mengatakan,

"Kami ikutkan Isa, Putera Maryam, dan Kami berikan Injil kepadanya, dan Kami jadikan perasaan santun dan kasih sayang dalam hati pengikut-pengikutny a." (Surat al-Hadid 57:27)

Muhammad membuat perbedaan di antara berbagai macam orang Kristen: Ia menyebut para pencari kebenaran sebagai murid-murid; para pejuang yang bersemangat dan penolong yang siap langsung berlari menuju medan peperangan memerangi doktrin baru; orang-orang yang percaya yang sadar dan para penyembah yang berdoa yang berusaha untuk hidup sesuai dengan keyakinan mereka; ‘orang-orang Muslim’ yang sejati yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan utusannya (Kristus) dan berserah kepadanya tanpa syarat; para pengikut yang berusaha untuk meneladani guru mereka dan mengikut dia melalui masa-masa susah dan senang; dan para saksi mata dari perbuatan-perbuatan nya yang siap untuk mati bagi kesaksian mereka. Mereka hanya meminta satu hal saja kepada Isa, yaitu bahwa ia akan menuliskan nama mereka di dalam Kitab Kehidupan di surga (Surat Āl 'Imran 3:52-53).

Menurut Muhammad, tidak semua orang Kristen mengambil bagian di dalam rahasia mujizat terbesar yang dilakukan Kristus – kecuali bagi para pengikutnya! Muhammad merasa bahwa Alllah secara pribadi melakukan mujizat dengan mereka. Ia meletakkan sesuatu ke dalam hati mereka sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang-orang lain: belas kasihan dan kasih karunia, bahkan untuk musuh-musuh mereka! Ketika Muhammad menyelidiki tentang asal dari kharisma ini ia tidak menemukan sumber yang lain kecuali Injil, yang diwahyukan oleh Allah kepada Isa. Muhammad percaya bahwa belas kasihan dan kasih karunia di dalam hati para pengikut Kristus berasal dari kitab itu. Tetapi ia tidak mengenal kuasa Roh Kudus yang atasnya Paulus menuliskan, "Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:5)

Muhammad berpikiran positif terhadap orang-orang Kristen yang sebenarnya. Ia tidak hanya mengenal Waraqa b. Naufal, sepupu dari istri pertamanya Kadijah, seorang penatua yang terhormat dari sebuah kelompok Pemahaman Alkitab di Mekkah, tetapi ia mengetahui bahwa 83 orang Muslim menemukan perlindungan di dalam lindungan orang-orang Kristen di Abyssinia ketika penganiayaan terhadap orang-orang Muslim di Mekkah menjadi tidak tertahankan. Sikap dari orang-orang Kristen Abyssinia membentuk gambaran tentang orang-orang Kristen di dalam Al-Qur'an lebih daripada yang kita perkirakan. Namun, orang-orang Abyssinia itu gagal menginjili para pengungsi Muslim itu. Ketika orang-orang Muslim itu kembali ke Medinah setelah Islam menjadi kuat, 230 orang Ethiopia sudah menerima Islam, sementara hanya ada seorang Muslim yang menjadi Kristen. Dan satu orang itupun mati segera setelah ia berpindah agama itu (mungkin ia mati karena kekerasan).

Di dalam Surat al-Saff orang-orang Kristen disebut sebagai penolong dan kawan sekerja Allah ketika mereka bersumpah untuk setia kepada Isa di dalam pengadilan terhadapnya dan bersiap-siap untuk berjuang baginya. Allah memastikan kemenangan mereka atas musuh-musuh mereka (Surat al-Saff 61:14).

Ketika anda membaca ayat-ayat itu di dalam Al-Qur'an anda akan menemukan bahwa Muhammad mengatakan kalau Isa sudah mengubah para pengikutnya menjadi serupa dengan dia. Mereka mengasihi musuh-musuh mereka, memberkati orang-orang yang mengutuk mereka dan melakukan kebaikan kepada mereka yang menghujat dan menganiaya mereka (Matius 5:44). Mereka sangat rendah hati dan lemah lembut, tidak tamak, tetapi berdoa di lingkungan jemaat mereka, bahkan kalau perlu pada waktu malam hari. Kitab mereka menjadi pusat dan sumber bagi ibadah mereka. Orang-orang Kristen ini, dijelaskan di dalam Al-Qur'an, biasanya bukanlah orang-orang asing, tetapi orang-orang Arab yang berasal dari utara, selatan dan barat Semenanjung Arab. Kristus menggenapkan mukjizat terbesar-Nya di dalam mereka: mereka hidup seturut dengan apa yang mereka percayai dan sudah menjadi ciptaan baru dengan anugerah dari Juruselamat mereka. Hari ini orang-orang yang dulunya Muslim menemukan identitas mereka sebagai orang-orang Kristen Alkitabiah yang disebutkan di dalam Al-Qur'an. Ayat-ayat ini bisa menolong mereka ketika mereka berbicara dengan saudara-saudara mereka yang Islam.

10. Ayatullah yang sesungguhnya

Dua kali kita menemukan di dalam Al-Qur'an bahwa Kristus Yesus dan ibunya adalah dua tanda agung dari Allah (Surat al-Anbiya' 21:91; al-Mu'minun 23:50). Sekali hal itu menyatakan bahwa Kristus sendiri adalah tanda bagi manusia dan kasih karunia yang dari Allah (Surat Maryam 19:21). Ketiga ayat di atas menegaskan rahasia Kristus di dalam Al-Qur'an dan menyimpulkan hakekat yang sesungguhnya dari semua mujizatnya. Tujuan dari mukjizat-mukjizatnya bukanlah mukjizat itu sendiri tetapi sebagau pernyataan tentang dia, yang melakukan mukjizat-mukjizat itu.

Di dalam bahasa Arab kata untuk tanda adalah ayatun yang juga berarti mukjizat. Dengan menggabungkan kata itu dengan kata Allah maka kedua kata itu akan membentuk suatu gelar yang sangat terhormat Ayatullah! Kristus Yesus adalah tanda mukjizat dari Allah! Teks di dalam Al-Qur'an memperluas makna dari kata ini dan menunjukkan tujuannya: bagi manusia! Semua orang harus melihat kemahakuasaan Allah dan kasihNya di dalam diri Putera Maryam. Tidak ada nabi, raja atau imam yang lain yang menyandang gelar kehormatan ini menurut Al-Qur'an, bahkan Muhammad juga tidak. Kristus sendiri adalah satu-satunya mukjizat Allah yang harus diakui manusia. Semua Ayatullah yang lain menerima gelar mereka hanya dari manusia.

Ketika kita bertanya mengapa Putera Maryam menjadi tanda terbesar dari Allah di dalam Al-Qur'an, kita menemykan jawabannya di dalam kepercayaan Islam bahwa Allah menciptakan Kristus di dalam diri Maryam sepenuhnya hanya melalui firman, tanpa ada keikutsertaan dari seorang ayah manusia. Allah menghembuskan rohnya ke dalam tubuh Maryam. Karena itu Kristus bukan hanya sekedar seorang manusia yang dilahirkan oleh seorang perempuan, tetapi, menurut Al-Qur'an, juga roh dari Allah di dalam tubuh manusia. Isa sudah ada bersama-sama dengan Allah bahkan sebelum ia dilahirkan. Setelah kenaikannya ia kembali kepada Allah dengan tubuh, jiwa dan roh. Saat ini, Yesus hidup bersama dengan Allah. Muhammad sudah mati. Kristus Yesus adalah satu-satunya manusia yang bisa disebut sebagai "Roh Allah" dan "firmannya yang berinkarnasi." Karena itu Kristus adalah satu-satunya tanda dari Allah yang bisa dirasakan bagi semua manusia.

Dari dua keberadaan ini – sebagai manusia yang sempurna dan roh Allah yang sempurna – semua tanda-tanda dan mujizatnya terjadi, menurut Al-Qur'an:

Tanda-tanda ini di dalam Al-Qur'an adalah seperti cermin yang memantulkan keadaan dan difat Isa, Putera Maryam. Semuanya menjelaskan bahwa ia adalah mukjizat di atas semua mukjizat.

Yesus yang Alkitabiah bisa diperhatikan berulangkali di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Muhammad mencantumkan banyak dari iman Kristen di sana untuk menjadikan Al-Qur'annya sebagai sesuatu yang sepadan dengan Injil, sehingga orang-orang Kristen akan tertarik untuk menerima Islam. Ia tidak selalu menyatakan penolakannya akan keilahian Kristus, dan juga ia tidak membuang penyaliban Yesus. Ia mengakui Isa sebagai pembuat mukjizat yang penuh belas kasihan, tabib, pembangkit orang mati dan pembuat peraturan untuk membuat orang-orang Kristen tertarik kepada Islam.

Jadi, kita memiliki hak untuk mengeluarkan kesaksian yang menyimpang tentang orang-orang Kristen dari Al-Qur'an dan meletakannya secara tepat dari keseluruhan Injil yang benar, sebagai satu-satunya kebenaran dan jalan untuk berdamai dengan Allah. Tujuannya bukanlah hanya untuk menunjukkan hukum dan anugerah, perintah dan ketaatan di dalam iman, tetapiuntuk memberikan gambaran tentang Kristus yang sebenarnya di hadapan mata orang-orang Muslim, supaya mereka bisa melihat Dia, mengasihi Dia, percaya kepada Dia, berpegang kepada Dia, menerima kehidupan kekal dari Dia dan menghasilkan buah-buah Roh yang dari Dia.

Untuk ini, Yesus menyebut diri-Nya sebagai terang dunia, roti hidup, jalan yang benar, kebenaran kekal, gembala yang baik, pokok anggur yang benar, kebangkitan dan hidup, raja (dengan mahkota duri), yang awal dan yang akhir. Kata-kata "Akulah…" dari Yesus di dalam Injil bisa memberikan penerangan kepada orang-orang Muslim yang mencari kebenaran untuk memahami bahwa Yesus bukan hanya seorang pembuat mukjizat tetapi sepenuhnya kasih Allah dan kekudusan-Nya yang menjadi manusia.

++++

Yesus di Dalam Qur’an

Yesus – Satu-satunya yang layak menjadi Juruselamat
Cerita besar mengenai keselamatan dan kebutuhan akan petunjuk dapat ditemukan kembali melalui Alkitab dan Qur’an pada penciptaan manusia. Sungguh, kita boleh beralasan bahwa cerita mengenai manusia dan cerita mengenai keselamata adalah satu dan sama. Mari kita mengikuti cerita yang dinarasikan oleh Alkitab dan Qur’an.

1. Tuhan menciptakan umat manusia
Tuhan menciptakan manusia dan memberikan kepadanya kehidupan, kebijaksanaan, pengetahuan dan kekuasaan -
Kejadian 2:7
"Ketika itu Yahweh Elohim membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup"

Surah 32:7, 9
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur!

2. Tuhan menyediakan kebutuhan umat manusia
Tuhan menempatkan manusia di dalam suatu taman yang cukup dan menyediakan semua yang dia butuhkan. Semua yang Tuhan berikan kepadanya adalah baik

Kejadian 2:16-17
"Lalu Yahweh Elohim memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati".

Surah 2:35 (cf 7:19)
"Dan Kami berfirman; "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim"

3. Tuhan meminta ketaatan
Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada manusia supaya manusia tidak tinggal dalam ketidaktahuan. (lihat Kejadian 2:17 Surah 2:35 di atas).

4. Setan bersumpah akan membalas dendam
Surah 7:16-17
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang- halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."

5. Setan memasuki Taman
Satan mencoba muslihatnya pada manusia dan berhasil menipu mereka.

Kejadian 3:1-10
"Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Yahweh Elohim. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan yang jahat." 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Yahweh Elohim, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Yahweh Elohim di antara pohon-pohonan dalam taman. 9 Tetapi Yahweh Elohim memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."."

Surah 7:20-22 (cf 2:36)
Maka Satan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)". Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua". Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah katu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

6. Manusia tidak mentaati Tuhan
Adam dan Hawa mempercayai nasihat Setan dan mendengarkan dia lebih daripada kepada Tuhan. Ketidaktaatan kepada Tuhan adalah dosa dan mereka menjadi berdosa karena memilih melakukan jalan mereka sendiri.

Kejadian 3:6
"Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Kejadian 3:11
Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"

7. Manusia terpisah dari Tuhan
Tuhan membenci dosa dan oleh karena itu dosa memisahkan manusia dari Tuhan.

Kejadian 3:23
Lalu Yahweh Elohim mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

Surah 7:24
Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan."

Yesaya 59:1-2
"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran- Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Tuhanmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Surah 2:38
"Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

8. Upah dari dosa
Menjadi jauh dari hadirat Tuhan adalah kematian rohani dan juga kematian jasmani memasuki dunia disebabkan dosa. Semua keluarga Adam telah berbuat dosa dan semua yang berdosa dibawah penghakiman yang sama atas diri mereka.

Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.

Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Surah 16:61 (cf 35:45)
"Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan- Nya di muka bumisesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya".

Hadith:
Anaaso Kuluhum, banuu Adama
Wa Aadamo min turaabin.

Adam yang pertama jatuh melalui ketidaktaatannya, dia gagal untuk menegakkan Islam-nya (ketundukkan kepada Tuhan). Adam seharusnya menjadi teladan untuk menuntun ketaatan kita kepada Tuhan.

9. Tuhan mengirim para nabi
Mereka seharusnya hidup di atas dosa, menegakkan Islam yang murni sehingga mereka mampu membimbing orang-orang kepada Tuhan.

Surah 7:35
"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Semua nabi-nabi adalah keturunan Adam dan mereka semua jatuh ke dalam dosa:

Adam jatuh dalam dosa Surah 7 :23
Nuh jatuh dalam dosa Surah 11 :47
Musa jatuh dalam dosa Surah 28 :16
Daud jatuh dalam dosa Surah 38 :24
Solomo jatuh dalam dosa Surah 38 :35
Muhammad jatuh dalam dosa Surah 48 :2

10. Tuhan mengirim Penuntun untuk menyelamatkan umat manusia

Surah 2:38
"Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Penuntun ini seharusnya berbeda, tidak boleh gagal seperti nabi-nabi sebelumnya. Kali ini Tuhan mengirim FirmanNya.

Surah 3:39
"Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh."
Firman tersebut adalah Yesus Kristus.

Surah 3:45
"Ingatlah ketika malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari pada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)."

11. Sang Firman datang untuk berhadapan dengan dosa

Yohanes 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.

Setan tidak mampu menipu Yesus atau menyebabkannya berdosa.

Matius 4:4-11
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan." 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Tuhan 6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Tuhan, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat- Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." 7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Yahweh, Tuhanmu!" 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Yahweh, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus."

Yesus tetap suci dan tak berdosa

Surah 19:19
"Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci"

Ibrani 4:15
…Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Karena Yesus tidak memiliki beban dosa, maka Dia layak untuk menolong yang lain

Surah 35:18
"Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulnya untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Seseungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikkan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu)."

Oleh karena Dia, memanggil barang siapa yang berbeban untuk datang kepadanya.

Matius 11:28
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Dia adalah jalan kepada Tuhan

Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Dia adalah pintu yang melaluinya domba dapat memasuki kawanan.

Yohanes 10:7
Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.

Dialah satu-satunya yang layak untuk menjadi Penyelamat kita dan oleh karena itu, dialah satu-satunya orang yang layak untuk menghakimi.
Dunia menunggunya untuk penghakiman.

Surah 43:61
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus."
 

GOD IS THE LORD WHO DOES MIRACLES


  Ulil Abshar Abdalla

 


 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.