HEALTHY SEXUAL LIFE

 

 

 Atasi Problem Seksual Kaum XL

Bila tubuh anda overweight dan memiliki masalah seksual, bacalah terus tulisan ini. Tersedia jalan keluar untuk anda. Tapi kalaupun anda termasuk singset, meneruskan membaca tidak dilarang juga kok. Siapa tahu ada teman anda yang masuk kategori super-XL.          

 

Sebuah penelitian mengenai kegemukan dan pengaruhnya terhadap kehidupan seksual telah dilakukan oleh Martin Binks, PhD, psikolog klinis dan Direktur Kesehatan Perilaku pada Pusat Diet dan Kebugaran Universitas Duke, di Durham, North Carolina, AS. Penelitian dilakukan terhadap 928 pria dan wanita gemuk dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas 40. Mereka termasuk kelompok gemuk berat! IMT normal untuk orang AS berada pada angka 18,5-25,0 (untuk orang Indonesia kisarannya 18,5-22,9).

Sekitar setengah dari mereka sedang menjalani perawatan untuk mengatasi masalah kegemukan. Semua pria dan wanita gemuk tadi dan 282 orang yang bertubuh normal menjawab kuesioner soal seksualitas mereka. Di antaranya tentang kenikmatan aktivitas seksual, hasrat seksual, kesulitan dalam berhubungan seksual, dan penghindaran pertemuan seksual.

Ada tiga hal yang bisa diambil sebagai kesimpulan dari penelitian tadi. Pertama, hampir 2/3 (65%) orang gendut dalam kelompok yang dirawat dilaporkan mengalami masalah seksual yang berarti 41% dari kelompok tanpa perawatan menunjukkan masalah seksual.

Kedua, di dalam kelompok yang mendapat perawatan, 50% mempunyai kesulitan hasrat seksual, 42% memiliki masalah kemampuan seksual, dan 41% menghindari kehidupan seksual. Di dalam kelompok tanpa perawatan, 29% memiliki masalah hasrat atau kemampuan seksual, 24% menghindari kehidupan seksual. Sementara di kelompok berbobot normal 2% mengalami masalah fungsi seksual dan 3% menghindari kehidupan seksual.

Ketiga, 28% dari kelompok yang dirawat dan 30% dari kelompok yang tanpa perawatan dilaporkan kurang merasakan kenikmatan seksual, dibandingkan dengan 4% dari kelompok yang berbobot badan normal. 

 

Perlu citra positif pada tubuh

Bagi anda yang bertubuh melar, hasil penelitian di atas tidaklah terlalu mengejutkan. Dalam keadaan kelebihan bobot badan, resiko anda menghadapi berbagai persoalan kesehatan memang lumayan besar. Problem seksualitas hanyalah salah satunya. Masalah lain yang biasanya menyertai orang gembrot di antaranya diabetes melitus, hipertensi, atau penyakit jantung koroner.

"Kondisi medis seperti kadar kolesterol yang tinggi dan resistensi insulin (indikator awal diabetes melitus tipe 2) memungkinkan berdampak terhadap penampilan seksual, yang pada gilirannya berdampak terhadap hasrat seksual, khususnya pada pria", jelas Andreas Mc Collough, MD, Direktur Kesehatan Seksual dan Infertilitas Pria pada NYU Medical Center di New York, yang dikutip Colette Bouchez dalam webmd.com.

Lebih lanjut dr. Sylvia Detri Elvira, Sp. KJ (K), psikiater dari Klinik Terpadu Pusat Kesehatan Seksual Wanita Edelweis, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menyatakan problem seksualitas pada orang gemuk bisa terjadi sebagai dampak lanjutan sindrom metabolik yang biasanya dialami orang gemuk. Akibat kegemukan produksi insulin bisa berkurang sehingga gula darah tidak diubah menjadi energi secara maksimal. Gula banyak tertimbun di darah yang menyebabkan orang tersebut jadi malas beraktivitas, termasuk aktivitas seksual. Bila berlanjut, kondisi ini akan menyebabkan arterosklerosis yang memicu terjadinya hipertensi.   

 

Gemuk ENNY bukan masalah

Enny (bukan nama sebenarnya) beruntung karena termasuk wanita gendut yang tidak merasa punya masalah dalam kehidupan seksualnya. Urusan ranjang bersama suaminya berlangsung hangat-hangat saja. Hasrat seksualnya berada pada batas normal. Hubungan seksual berlangsung seperti pasangan normal lainnya, tidak menemui kesulitan. Kenikmatan ketika melakukan hubungan suami istri juga tidak menurun.

Enny mempunyai tinggi badan 160 cm dan bobot badan 88 kg. Kalau dihitung, IMT-nya bernilai 34,375. Dengan nilai IMT itu, wanita yang bekerja di lembaga pendidikan ini sudah dapat dikategorikan mengalami obesitas. Sementara suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan penerbangan komersial, bertinggi badan 175 cm dan berbobot badan 85 kg. Jadi IMT suaminya 27,755, yang berarti juga mengalami obesitas.

Meski gemuk, secara umum kondisi kesehatan Enny bagus. Kadar kolesterol darah dan kadar gula darahnya dalam ambang batas normal.

Kondisi tubuh seperti ini dialami Enny setelah anak keduanya lahir 14 tahun silam. Enny mengaku, ketika baru menikah ia dan suaminya sama-sama 'kurus'.

Dalam keadaan tubuh yang overweight, Enny dan suaminya tetap menikmati kehidupan seksual. Dalam seminggu mereka bisa menggoyang ranjang 3-5 kali. Tapi bisa juga sampai dua minggu tidak saling menyentuh. Kalau salah satu dari mereka hendak meninggalkan rumah untuk tugas yang lama, biasanya pasangan ini menyempatkan diri menikmati kehidupan ranjang terlebih dahulu.

Kegemukan yang dialaminya juga tidak memberi keterbatasan dalam berhubungan seksual. "Kami sangat elastis soalnya", akunya sambil tertawa terbahak. "Aku gemuknya rada beda kali ya, rada kayak pemain sirkus gitu lo, bisa muter-muter, kaki ke sana kepala ke sini", ujar wanita yang ketika SMP pernah menari balet ini, lagi-lagi disertai tawa yang lepas. "Posisi yang bagaimana yang hendak dipilih tergantung mood kami. Ini memerlukan komunikasi di antara kami".

Keduanya memang terbuka soal yang satu ini, meskipun umumnya disampaikan secara non-verbal. "Saya sebagai perempuan tidak canggung lagi ngajakin, kalau benar-benar perlu saya naikin saja dia", ungkap ibu dua anak ini yang lagi-lagi dilanjutkan dengan tawa lepas. "Jadi, tidak hanya menunggu, aku kadang-kadang juga dalam posisi menyerang", tambah wanita yang mengaku sebagai tipikal wanita hangat dan memiliki sex appeal tinggi ini.

Bagi Enny, kehidupan seksual lebih banyak ditentukan oleh kondisi psikologis. "Kalau lagi bete yang bete bener bawaannya malas aja. Tapi secara statistik, kondisi ini tidak signifikan".

Dari keduanya juga tidak pernah terucap keluhan soal tubuh yang melar itu. Ini mungkin yang membawa mereka pada pencitraan yang positif terhadap tubuh mereka.

Karena keduanya sama-sama bekerja, mereka tidak pernah merancang bulan madu kedua atau ketiga dan seterusnya secara khusus. Hanya saja pada waktu-waktu tertentu pasangan ini suka melakukan kegiatan berdua. Misalnya memasak, pijat, atau nonton acara teve berdua. Semuanya dijalani secara natural saja. "Seperti makan aja, kalau mau makan ya makan, kalau tidak mau ya tidak. Jadi, kehidupan seksual kami bukan menjadi acara tersendiri".

Enny dan suaminya juga tidak secara khusus melakukan olah raga. "Karena aktivitasku di rumah cukup banyak juga ya. Aku tidak pernah diam". Di kantor pun dia disibukkan kegiatan beberapa lembaga pendidikan yang dikelolanya. Secara fisik, aktivitasnya memang cukup banyak.

Untuk makan, Enny juga tidak melakukan diet secara khusus. Sehari-hari mereka makan seperti orang lain pada umumnya. Ada makanan yang digoreng, direbus, atau dikukus. Yang pasti mereka jarang memasak makanan bersantan.

 

Buruknya aliran darah akibat kegemukan juga menimbulkan masalah seksual. Tidak hanya pada pria, tapi juga pada wanita. Penelitian menunjukkan, dorongan dan hasrat seksual wanita gemuk dipengaruhi oleh buruknya aliran darah ini. "Kami juga melihat bahwa lebar pembuluh darah yang menuju ke klitoris pada wanita dipengaruhi oleh hambatan yang sama yang mempengaruhi aliran darah ke penis", kata Susan Kellogg, PhD, dari Graduate Hospital di Philadelphia seperti dikutip Colette Bouchez lagi.

Namun, menurut dr. Sylvia, penurunan hasrat seksual dan aktivitas seksual kaum XL ini lebih besar dipengaruhi oleh faktor psikologis.

Dengan tubuh yang gembrot, daya tarik seksualnya dianggap sudah tidak ada lagi. Bila citra negatif ini dapat diatasi, hasrat seksual dan aktivitas seksual mereka tidak akan terpengaruh. "Kalau ada yang bertubuh gemuk tetapi seksualitasnya tetap baik, itu karena mereka dapat menerima kondisi tubuh mereka secara positif", jelasnya.

Menyangkut citra tubuh ini, para ahli setuju bahwa wanita merasakan dampak lebih banyak. "Jika seorang wanita tidak menempatkan dirinya mempunyai daya tarik seksual, dia tidak akan menarik secara seksual bagi pasangannya, meskipun pasangan itu menyatakan dia menarik", jelas Kellogg.

Karenanya, dalam mengatasi masalah seksual, anda yang bertubuh XL mesti melakukan perawatan terhadap fisik dan pencitraan terhadap tubuh yang sedang melar. "Jawaban atas masalah seksual mereka mungkin tidak cuma penurunan bobot badan. Persoalannya mungkin lebih dalam dari itu, melibatkan citra tubuh dan penghargaan terhadap diri sendiri. Penghargaan terhadap diri sendiri dapat membaik bila mereka mengendalikan hidup mereka", tegas Binks.

Apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik untuk seks? Banyak. Para ahli menyatakan penurunan bobot badan 4,5 kg saja sering mendongkrak testosteron dan hampir segera memberi dorongan pada kehidupan cinta. Melakukan perubahan diet, seperti diet rendah lemak dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur, juga dapat membantu pengendalian gula darah dan kolesterol yang selanjutnya dapat mengubah dorongan seksual, meskipun anda tidak mengalami penurunan bobot badan.

Olah raga yang dapat meningkatkan sirkulasi ke organ genital dapat pula membuat perbedaan yang besar, khususnya bagi wanita. Segala aktivitas yang menambah aliran darah ke kelompok otot besar di paha, pantat, dan pelvis macam yoga, jalan cepat, atau bersepeda selama 20 menit tiga kali seminggu pun dapat memperbaiki sirkulasi darah di organ genital. Dampaknya, lubrikasinya menjadi lebih baik, dan fungsi orgasme lebih baik. Yang utama, hasrat seksual mereka yang menjalaninya akan lebih baik.

Wanita juga dianjurkan menambah kegiatan berbau seks, misalnya membaca bacaan erotik ringan selama 20 menit tiga kali seminggu. Tujuannya untuk memfokuskan perhatian kembali pada kehidupan seksual dan memperbaiki dorongan dan hasrat seksual.

 

Tiga posisi terpilih

Ketika masalah hasrat seksual telah dapat diatasi, masalah lain yang menghantui anda yang bertubuh melar adalah memilih posisi yang nyaman ketika berhubungan intim. Tidak semua posisi hubungan seksual dapat dengan serta merta dipraktikkan. Selain itu posisi mana yang paling cocok, tergantung pada orang yang melakukannya.

Posisi pria di atas misalnya, sulit dipraktikkan oleh pria gendut. Mereka cenderung menghindari posisi ini atas alasan kesulitan bernapas. Sebaliknya, posisi yang menuntut pria bertindak aktif ini masih mungkin dipilih apabila yang gemuk sang istri, khususnya yang lemaknya menumpuk di paha, pelvis, dan perut. Untuk bercinta dengan posisi ini, kaki-kaki istri mesti ditekuk pada pinggul, paha dibuka lebar-lebar, lutut ditekuk penuh, sehingga vulva dan vagina betul-betul tanpa halangan.

Jika sang istri memiliki perut yang besar, ia dapat mengangkatnya menjauh dari area rambut kemaluan (pubis) dengan menggunakan kedua tangannya, setidaknya untuk memungkinkan pasangannya mencapai posisi di antara kedua pahanya. Bila masih sulit juga, dapat dibantu dengan menempatkan satu atau lebih bantal di bawah pantat. Dengan bantal tersebut, vagina akan terangkat dan memudahkan suami melakukan hubungan intim.

Apabila suami bertubuh gendut memilih posisi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ia mesti menegakkan tubuh setegak mungkin atau mengangkat perut setinggi mungkin agar ia dapat mengarahkan penis ke tujuannya. Lebih mudah lagi bila istrinya menempatkan bantal di bawah pahanya. Kedua, ia tidak menjatuhkan seluruh berat tubuhnya pada istri. Suami mesti menyangga tubuhnya sendiri dengan tangan, bukan siku, dan merebahkan secara perlahan. Ketika istri merasa tidak nyaman, sang suami mesti segera menegakkan tubuhnya kembali.

Kelemahan posisi ini selalu menyangkut pernapasan. Seorang wanita gemuk mungkin menemui kesulitan bernapas ketika telentang dan pria gemuk sulit bernapas bila melakukan hubungan intim dalam waktu lama. Dalam kasus ini, pasangan dapat mengikuti metode 'stop-dan-mulai' seperti yang dianjurkan untuk mengatasi ejakulasi dini. Suami mula-mula merangsang istrinya sampai orgasme tanpa bersetubuh. Pasangan ini kemudian bersebadan dengan posisi suami di atas dan diakhiri dengan posisi istri di atas. Cara ini memberikan stimulasi yang paling baik bagi suami, dan dia bisa mengakhiri permainan sebelum keduanya kehabisan udara.

Bagaimana dengan posisi wanita di atas? Posisi ini paling disarankan untuk pasangan gemuk, khususnya untuk pria yang sangat gemuk atau keduanya gemuk. Saat berhubungan intim, suami telentang dengan kaki lurus atau lutut sedikit ditekuk. Bila lemak perutnya terlalu banyak, dia dapat menarik perutnya menjauhi area pubis menggunakan kedua tangannya, sementara istri di atas menghadapnya dengan lutut ditekuk dan kedua pahanya dibuka. Sang istri dapat dengan mudah memasukkan penis yang ereksi ke dalam vaginanya dan mulai menggerakkan panggulnya, sendiri atau dengan kombinasi gerakan suami.

Dalam hal keduanya memiliki perut sangat gendut, istri dapat melakukannya dengan membelakangi suami. Suami telentang dan istri di atasnya dengan lutut ditekuk dan kedua pahanya dibuka. Wanita kemudian memasukkan penis pasangannya ke dalam vagina dari belakang. Dengan posisi ini perut masing-masing tidak saling bertubrukan sehingga memungkinkan hubungan seksual yang menyenangkan. Masalahnya, istri harus tetap pada posisi meringkuk untuk beberapa menit sebelum suami menyesuaikan dengan sudut penetrasi.

Posisi penetrasi dari belakang juga sejak lama dianjurkan untuk pasangan gemuk. Umum menyebut posisi ini sebagai doggy style. Sayangnya, posisi ini juga bukan tanpa masalah. Jika penis suami pendek atau anatomi bagian dalam organ seksual istri tidak dalam sudut normal, posisi bersebadan ini tidak dimungkinkan. Posisi ini juga membebani lutut istri.

Banyak pasangan memilih posisi ini tanpa terpengaruh ukuran pantat dan paha si istri. Istri berlutut di atas tempat tidur dengan kaki sedikit dibuka, dan merendahkan bahunya sehingga bagian belakangnya terangkat. Dengan berlutut di belakang istri dan menahan perut dengan kedua tangan, suami dapat segera memasukkan penis dari belakang. Si suami juga dapat mengistirahatkan perutnya di atas pantat wanita untuk memudahkannya meneruskan persetubuhan.

Posisi ini sering dimudahkan ketika keduanya berdiri (wanita dapat mengistirahatkan lengannya dan/atau torso di atas tempat tidur). Bisa pula dengan salah satu kaki istri diangkat.

Itulah tiga posisi yang masih menyisakan kemudahan bagi kaum XL dalam berhubungan suami istri. Kalau itu pun masih belum memberi kenyamanan, seks oral bisa pula menjadi pilihan. Syaratnya, suami dan istri sama-sama bisa menerima jenis aktivitas seksual ini.

Selain melakukan hubungan seksual penetratif tersebut, pasangan gendut dapat pula menggunakan bentuk aktivitas seksual tanpa bersetubuh. Bentuknya bisa ngobrol, tertawa, menyentuh, membaca koran minggu secara bersama, menonton film kegemaran di TV saat tengah malam, atau pergi berdua ke bandara sekedar melihat pesawat terbang mendarat dan terbang. Terkadang dengan cara tersebut diperoleh perasaan dekat yang lebih baik dari yang didapat lewat hubungan seksual. Inilah yang disebut bercinta.  

 

 

(I Gede Agung Yudana)


 

Tindak kekerasan adalah bentuk lain dari kemalasan. Ia digunakan oleh orang-orang yang tidak mau bergumul dengan karunia akalnya. Mereka enggan menempa diri dengan belajar, menganalisis persoalan secara cermat, berargumen, apalagi berdialog. 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.