HEALTHY SEXUAL LIFE

 

 

Berfantasi Boleh, Kebablasan Jangan

Fantasi Seksual jadi pembakar libido di saat ranjang terasa jenuh. Sebagian orang berhasil "on" berkat khayal seksual. Tapi hati-hati, jangan sampai kebablasan.      

 

Sari merasa seolah sedang berada di halaman neraka. Sejam lalu sepulang kantor, Yan suaminya telah memberi kode. Itu berarti sore ini wanita yang menolak identitasnya dipublikasikan itu harus mandi bersih, mewangikan tubuh, mempersiapkan diri.

Wanita 27 tahun ini paham sejak ia melahirkan beberapa tahun lalu, Yan tak lagi mempedulikan perasaannya di atas ranjang. Pria wakil manager pemasaran produk rumah tangga berusia 32 tahun itu hanya memikirkan kepuasannya sendiri. Tak ada lagi rayu-rayuan manis pembakar gairah. Tak ada lagi pemanasan. Tahu-tahu telah dimulai. Tahu-tahu telah selesai. Tak ada yang tersisa bagi Sari.

Di saat Yan berbalik badan, dan tenggelam dalam dengkurnya, tinggallah Sari menarik napas dalam, mendinginkan libido yang terlanjur mendidih. Jika terjadi sesekali, Sari paham bahwa mungkin suaminya stress karena pekerjaan kantor. Tapi kalau setiap kali berhubungan, hal itu selalu terulang? Dalam hati, Sari merasa dicampakkan. Ia merasa hanya dianggap semacam 'sex toys'.

 

Solusi Fantasi

Tapi, mestikah Sari merasa sedemikian terpuruk? Pastilah ia tak sendiri. Jika dibuka kotak pos pengaduan, seberapa banyak istri yang senasib dengannya, punya suami main tembak langsung begitu? Yan egois? Mungkin. Tapi solusi yang diambil Sari cukup menarik. Hanya beberapa kali ia merasa teraniaya. Selanjutnya ia coba menyiasati situasi. Ia mengambil alih peran Yan. Maksudnya?

Sari berperan aktif dalam foreplay. Tapi, maaf, "Saya membayangkan Rio, bekas pacar saya yang macho itu agar libido saya terbawa naik". Lalu ketika Yan beraksi, Sari berfantasi seolah Rio menggantikan suaminya itu. Ia biarkan 'Rio' mencangkul dan menyiangi dirinya. Sari amat menikmatinya. Sehingga beberapa detik sebelum Yan mencapai puncak, Sari telah lebih dulu menggapainya, berkat 'bantuan' Rio.

Apakah Sari selingkuh? Secara fisik, tidak. Selingkuh yang ia wujudkan dalam pikiran, hanya untuk mempercepat bangkitnya gairah agar bisa mengimbangi suaminya. Sekretaris sebuah perusahaan multinasional ini mengaku, "Saya tak berniat mewujudkan fantasi itu ke alam nyata". Ia telah mengubur Rio dalam-dalam di masa lalu. Yang tersisa hanyalah 'kenangan tentang ke-macho-annya," senyum Sari.

Wanita kelahiran Semarang ini tak ingin menodai perkawinannya dan juga merusak rumah tangga Rio dengan mencoba (amit-amit) mengajaknya menyeleweng. Lagi pula, Sari telah menemukan cara jitu. Sambil mencari saat tepat untuk berbicara dengan Yan, pelan-pelan ia mengurangi 'peran' Rio. Saat membutuhkan fantasi, Sari membelokkannya dengan merangsang diri sendiri, terutama saat foreplay. Ia berusaha mengganti Rio menjadi Yan, dan coba menikmati milik suaminya sendiri.

Hasilnya? Wanita berambut sebahu itu tersipu, "Sama seperti memakai fantasi".

 

Fantasi Sehat

Fantasi dibutuhkan hanya untuk meningkatkan gairah. Ingatlah keindahan wajah dan tubuh pasangan saat pertama berkenalan atau berkencan. Biarkan pikiran anda dibakar fantasi, hingga gairah seks melumat anda. Boleh isi benak anda dengan sosok bintang sinetron atau figur publik. Bercintalah 'dengannya' sehebat anda mau. Tapi jangan sampai kebablasan.

 

Sisi-sisi Fantasi

Berbeda dengan Sari, adalah Freddy, fotografer sebuah perusahaan iklan, yang juga menggunakan fantasi seks untuk memompa libidonya. Lima belas tahun usia perkawinan membuat pria 47 tahun ini hambar di ranjang. Freddy sendiri bukan tipe tak setia. Ia tak mau mencari pengganti Nia di rumah bordil, meski kesempatan terbuka lebar. Hanya, ia suka mengeluh dalam hati, "Nia kerepotan, tak pernah urus diri, lalu melarlah badannya. Aku jadi kecil nafsu".

Ia mencari solusi di studio foto kantornya. Seminggu 2-3 kali ada sesi pemotretan. Itu berarti setiap sesi sekitar empat jam Freddy bergaul dengan para foto-model cantik. Ia mengeksplorasi kecantikan dan lekuk tubuh si model, selain untuk difoto, juga untuk dibawa pulang. Oleh-oleh fantasi itu ia buka saat bercinta. Dengan bebas dan mudah, ia ubah Nia menjadi foto-model yang secara bergilir ia 'hidupkan' dalam benaknya.

Hasilnya, Nia menikmati detik per detik kehangatan ranjangnya. Akhirnya, mereka mendapatkan 'akhir' yang rasanya tak bisa dikalimatkan. Ketika afterplay, di saat Freddy memeluk Nia, bau tubuh istrinya itu mengembalikan pria penggemar bebek goreng itu ke alam nyata. Para model cantik nan sexy itu ia simpan rapi lagi di sudut memorinya, untuk ia mainkan lagi di lakon berikutnya.

Bagaimanapun, Freddy telah menyelamatkan perkawinannya dengan fantasi seks. Ia salah satu dari banyak lelaki yang menempuh cara itu; terutama yang memasuki masa rawan pernikahan. Sayangnya, tak sedikit pula pria yang tak kuat hidup di alam fantasi. Karena begitu lengket terbenam fantasi, tak jarang nama si 'wanita fantasi' itu ikut muncrat dari mulutnya di tengah gelora birahi.

Akibatnya, perkawinan retak. Ini bukan hanya dialami pria. Wanita pun sama. Inilah sisi bahaya fantasi seks. Yakni, membiarkan fantasi menguasai alam tak sadar, sehingga tanpa sadar bocor ke alam sadar. Padahal belum tentu si pasangan benar berselingkuh dengan si wanita atau si pria fantasi. Sebagian besar, seperti Freddy dan Sari, hanya bermain di alam khayal.

 

Awas bablas

Namun, bahaya tetap menganga. Fantasi yang sering diulang akan menimbulkan keinginan untuk mewujudkannya. Apalagi didorong rasa penasaran ingin merasai langsung pengalaman seksual dengan si tokoh fantasi. Maka sejengkal lagi terjadilah perselingkuhan.

Freddy termasuk yang terobsesi. Tak pernah terjadi hubungan intim suami istri tanpa dirangsang dulu oleh fantasi. Akibatnya, baginya fantasi sudah menjadi kebutuhan primer. Celakanya, fantasi seks telah menjadi bayang-bayang yang terus menguntitnya ke mana pun pergi. Sehingga berada di tengah para model saat pemotretan merupakan hal paling ia tunggu. Ia bebas membayangkan apa yang ada di balik busana sang model.

Bahkan terparah, ia mengandalkan bisa bersebadan dengan si model. Ia pun 'melakukannya' di hadapan si model, terhadap si model itu sendiri, tanpa wanita itu tahu dirinya tengah menjadi objek seksual. Ruang fantasi Freddy terus meluas dan semakin liar. Tak lagi sekedar di studio foto. Di mana pun berada ia terus berfantasi. Di mall, di bioskop, di tempat parkir, bahkan di rumah sakit. Ia menikmati permainan semu itu.

Tak disadari, Freddy terperosok makin dalam. Ia sulit lepas dari jejaring fantasi seks.

 

Hati-hati fantasi

Menurut Dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K), fantasi merupakan bentuk mekanisme (coping mechanism), dengan jalan melarikan diri dari kenyataan atau kondisi yang tidak mungkin terjadi di dunia realitas ke dalam dunia yang memungkinkan kondisi tersebut diwujudkan atau terjadi.

Tjhin menekankan, fantasi bukan ditentukan oleh kebutuhan, tapi lebih biasa terjadi pada anak lelaki di bawah usia 10 tahun sebagai bentuk dari pola bermain mereka. Misalnya seorang anak berpura-pura menjadi dokter, jagoan, orangtua, guru, dan sebagainya.

Dalam hal Sari, yang menjadikan fantasi sebagai alat sementara untuk memacu gairah agar bisa mengejar puncak suaminya, masih dapat ditoleransi. Yan bukanlah target permanen fantasinya. Yang coba ia kalahkan adalah momentum beberapa saat sebelum suami ejakulasi. Karenanya Sari mencoba menyisihkan peran fantasi seks dengan mengupayakan perangsangan diri yang lebih efektif. Keberhasilan Sari memindahkan target kepada diri sendiri merupakan hal positif yang tidak mencederai kesehatan jiwanya. Dengan mencoba berkomunikasi dengan suami, problemnya terselesaikan.

Agak berbeda dengan Freddy. Ia tak bisa mengubah realitas bahwa istrinya tak seperti dulu lagi. Lalu ia minta bantuan fantasi untuk 'mengubah' istrinya. Memang ia berhasil. Namun "individu yang hidup dalam fantasinya, dan tak mampu membedakan realitas dari fantasi, menjadikan fantasi itu tak sehat bagi jiwanya", komentar Dr. Tjhin. Psikiater ini berpendapat, "Biasanya fantasi digunakan untuk memuaskan diri sendiri". Maaf agak keras ia mengimbuhi, "Ini sering terjadi pada orang yang rendah diri".

Setiap orang dewasa, lanjut suami Indrawati Hidajat ini, seharusnya menyadari bahwa kemampuan dalam hubungan intim sangat bergantung pada lawan seksualnya dan bukan tergantung pada daya fantasinya. Karena seseorang tak mampu memberikan kebahagiaan seksual, maka akhirnya ia terjebak dalam kehidupan fantasi seksual, sehingga seolah-olah ia tampil sebagai orang yang berhasil secara seksual.

 

Rangsang Fantasi Pasangan

Kenakan pakaian dalam yang tipis menerawang, boleh juga dengan warna merangsang.

Kupas pakaiannya perlahan, satu demi satu.

Biarkan jemari anda bertualang, dengan usapan atau rabaan pada daerah erotis.

Bisikkan pujian dengan muatan emosi.

Seks oral bisa menstimulasi dan menyulut fantasi. Kenapa tak dicoba?

 

Terima apa adanya

Tentang Freddy, Dr. Tjhin minta agar fotografer itu memahami bahwa fantasi dengan libido merupakan dua kondisi yang berbeda. Diakui, untuk menaikkan libido seseorang mungkin dapat berfantasi sehingga gairah seksualnya meningkat. Tapi ketika ia kembali ke dunia yang nyata maka ia akan frustasi karena realitas tak sesuai dengan fantasinya itu.

Ayah dari Igor Ian Wiguna ini mengingatkan, Freddy berada dalam kondisi berbahaya. Tindakannya berfantasi untuk menyelamatkan keutuhan rumah tangga, justru membawanya ke keretakan karena ia sudah kebablasan. Seharusnya, nasihat Dr. Tjhin, "Seseorang harus berusaha menerima pasangannya secara total, baik kekurangan maupun kelebihannya".

Fantasi merupakan cara penyesuaian diri yang imatur yang tentunya tidak sehat jika selalu digunakan untuk menyelesaikan atau menyesuaikan diri sendiri. Fantasi mungkin dapat digunakan untuk menghilangkan ketegangan atau kekecewaan dalam kurun waktu singkat, tetapi bukan suatu solusi penyelesaian masalah yang baik.

Komunikasi aktif, setelah mampu memahami, mengerti, dan menerima pasangan apa adanya, akan menyadarkan diri kita saat hampir terpeleset ke dalam dunia fantasi dan meninggalkan dunia nyata selamanya. Langkah ini akan membuat pasangan itu tetap sehat jiwa. Dalam jiwa yang sehat, gairah seksual mudah digugah. Hubungan seks jadi nikmat, tak lagi seperti berada di halaman neraka.

                    

                                                          

(Dharnoto)


 

Tindak kekerasan adalah bentuk lain dari kemalasan. Ia digunakan oleh orang-orang yang tidak mau bergumul dengan karunia akalnya. Mereka enggan menempa diri dengan belajar, menganalisis persoalan secara cermat, berargumen, apalagi berdialog. 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.