HEALTHY SEXUAL LIFE

 

 

Jaga-Jaga Bagi Yang Muda

Siapa bilang disfungsi seksual hanya menyerang kaum tua. Kalangan keluarga muda pun bisa disergap disfungsi ini. Celakanya, banyak di antara keluarga muda itu justru sedang menunda datangnya momongan. Jiwa dan semangat muda mereka masih menganggap hubungan seksual senang-senang.           

 

Disfungsi seksual yang paling sering terjadi pada anak-anak muda adalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Beberapa kasus menarik pernah terdokumentasi. Misalnya Nadia (24, bukan nama sebenarnya) yang sering berkeluh kesah kepada Asri sahabat dekatnya, bahwa ia tidak sempat mengalami orgasme ketika berhubungan seksual dengan suaminya Indra (26). Nadia akhirnya datang untuk berkonsultasi. "Bagaimana mau orgasme? Baru sebentar saja suami saya sudah keluar duluan!", ujar Nadia. Nadia dan suaminya sudah menikah selama dua tahun.

Ternyata memang banyak permasalahan disfungsi seksual terjadi pada usia muda. Kebanyakan karena pengaruh gaya hidup yang cenderung mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, manis, beralkohol, dan rokok. Dari faktor pekerjaan bisa ditebak juga mereka sebagian besar karyawan penting atau pengambil keputusan di tempat kerjanya, sehingga sering tidak bisa mengelola stress dan kerap lelah. Hal itu diperparah konflik rumah tangga yang cenderung membuat komunikasi seksual tidak berjalan lancar.

 

Lebih pada psikis

Beberapa tahun lalu ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Children's Memorial Hospital dan Feinberg School of Medicine, Chicago. Ini salah satu penelitian awal yang meneliti tentang kemungkinan disfungsi seksual pada laki-laki usia muda. Hasilnya, ditemukan sekitar 13% laki-laki muda telah mengalami disfungsi ereksi.

Dari jumlah itu, sebagian besar lebih memilih untuk mengatasinya sendiri dan menghindari berkonsultasi dengan dokter. Lebih dari separuhnya membeli obat-obatan yang dianggap bisa membantu memaksimalkan ereksi melalui internet. Hampir 64% berusaha minum obat golongan sildenafil dengan campuran alkohol, terkadang juga dengan methamphetamine (shabu-shabu), kokain, dan ekstasi. Obat-obatan tersebut bukannya dapat membantu ereksi menjadi lancar kembali, tetapi justru membuat tak bisa menikmati seks dengan lebih baik.

Sebuah penelitian yang lain menyebutkan sebanyak 60% perempuan usia reproduksi dilaporkan mengalami kesakitan saat berhubungan seksual. Sayangnya, keluhan ini jarang sekali disampaikan kepada pasangan dan juga dokternya.

Disfungsi seksual pada usia muda lebih sering disebabkan karena faktor psikis dibandingkan dengan faktor fisik. Setidaknya ada empat penyebab psikis yang sempat tercatat masuk ke konseling lembaga konsultasi anak muda KISARA PKBI Bali di Bali.

Pertama, stress. Ketidakmampuan mengelola stress dengan baik bisa menjadi persoalan serius. Penyebab stress mungkin karena pekerjaan, kemacetan lalu lintas, atau problem lain. Pasangan yang ikut menambah stress akan memperburuk komunikasi seksual. Stress juga berkontribusi kepada pengeluaran hormon kortisol yang memang dikenal dengan julukan sebagai pembunuh gairah seksual.

Kedua, kecemasan. Sebagai contoh bisa terjadi pada pasangan yang telah menikah dan ingin segera memiliki keturunan tetapi tidak berhasil. Kecemasan dan ketakutan akan dilabeli sebagai mandul membuat pikiran terganggu dan muncul penurunan dorongan seksual.

Ketiga, tidak percaya diri. Misalnya pasangan lebih kaya, berpenghasilan lebih besar, atau selalu memandang rendah si laki-laki. Atau justru karena pernyataan-pernyataan yang merendahkan seperti mempermasalahkan ukuran penis yang kecil dan sebagainya.

Keempat, perselingkuhan. Kejadian perselingkuhan yang mungkin terjadi atau sekedar perkiraan saja, jelas akan mempengaruhi komunikasi dan hubungan seksual di antara kedua pasangan. 

 

Variasi biar tak jenuh

Jika akhirnya terkena disfungsi seksual manakala libido sedang tinggi-tingginya, apa yang bisa dilakukan? Yang pertama, diskusikan hal itu sedini mungkin, lalu dicari penyebabnya. Semakin dini tentu akan semakin mudah disembuhkan. Penanganan disfungsi seksual lebih tepat bila disesuaikan dengan penyebabnya dengan penanganan terpadu. Ada dua penanganan yang bisa didapatkan oleh laki-laki muda. Pertama, konseling seks dan terapi seks. Konseling seks lewat psikoterapi dapat dilakukan bersamaan dengan terapi seks. Yang dapat digolongkan dalam terapi seks adalah hipnosis, senam seks, specific sexual desensitization, terapi stimulasi seksual, dan juga terapi masturbasi.

Kedua, terapi medis. Prinsip terapi medis sebenarnya bisa dilakukan melalui beberapa tahapan: pemberian obat oral (diminum), lalu lewat injeksi atau suntikan, dan terakhir lewat operasi. Obat-obatan yang diberikan dapat berupa substitusi, supresi, stimulasi, dan vasodilator. Terapi substitusi, misalnya dengan memberikan androgen pada penderita defisiensi androgen; terapi supresi dengan memberikan obat untuk menekan penyebab disfungsi seksual, misalnya Bromocriptine untuk hyperprolactinemia.

Sedangkan terapi stimulasi bertujuan merangsang respons seksual. Obat yang dipakai bisa berupa hormon, afrodisiak, dan stimulan saraf pusat; vasodilator dan smooth muscle relaxant adalah obat yang paling banyak dikembangkan saat ini yang dapat dipakai secara topikal (olesan), oral, intraurethral, dan intracavernosal.

Ada beberapa obat yang dapat dicoba seperti sildenafil, I-arganine, prostaglandin E1, phentolamine, dan apomorphine. Sedangkan cara operasi dilakukan dengan memasang suatu alat prosthesis di dalam penis agar penis bisa ereksi. Ada dua macam alat, yaitu yang semirigid dan yang dapat dikembang-kempiskan.

 

Namun, sebelum memperoleh pengobatan, hal-hal berikut bisa dicoba dahulu:  

 

Cobalah foreplay

Foreplay alias pemanasan atau permainan pendahuluan sering diabaikan. Padahal foreplay dapat memaksimalkan rangsangan pada kedua pasangan. Cobalah melakukan foreplay sekitar 10-15 menit. Atau bisa juga lebih. Jika dilakukan lebih dari 15 menit bukan berarti mengulur waktu, tapi memberikan kesempatan agar seluruh area peka rangsangan (zona erogen) mendapat rangsangan yang semakin optimal. Foreplay bagi perempuan sangat penting untuk merangsang lubrikasi vagina sehingga membantu mengurangi sakit saat berhubungan seksual. Pada laki-laki juga bisa membantu meningkatkan dorongan seksual sehingga ereksi bisa lebih maksimal.

 

Variasi seksual

Prinsip variasi seksual adalah untuk mencegah kebosanan saat berhubungan seksual dengan cara biasa atau konservatif. Asalkan pilihan variasi seksual ini disepakati bersama dan tidak dipaksakan. Sisi positifnya adalah bisa memunculkan komunikasi seksual lebih sering. Artinya, kalau sebelumnya jarang membicarakan hubungan seksualnya, sekarang menjadi ada komunikasi bersama. Salah satu contoh variasi seksual yang bisa dilakukan pasangan usia muda misalnya adalah oral seks.

Variasi seks wajar dilakukan agar tidak jenuh serta meningkatkan sensasi saat hubungan seksual. Dengan menempatkan oral seks di tengah-tengah kegiatan seksual, bukan tidak mungkin akan banyak membantu permasalahan yang muncul dengan memaksimalkan munculnya dorongan seksual. Banyak titik sensitif manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang dapat ditundukkan dengan permainan lidah.

Variasi seksual juga bisa dilakukan dengan memvariasikan suasana. Maksimalkanlah hubungan seksual dengan bantuan musik yang romantis, pencahayaan lampu remang-remang, juga variasi tempat hubungan seksual, yang biasanya di ranjang, sekarang bisa dicoba di sofa kamar tamu, kamar mandi, bahkan dapur sekalipun selama tempatnya bersih dan disepakati bersama. 

 

Komunikasi seksual

Dalam berhubungan seksual, tidak hanya melibatkan kondisi fisik, juga psikis. Hubungan seks yang sehat harusnya dapat memunculkan perasaan nyaman di kedua belah pihak. Ingat, seks adalah indikator dari kesehatan dan sumber kesehatan pada usia tua nanti. Jika orang melakukan seks yang teratur dan menikmati seks dengan gembira, seluruh badan menjadi segar dan terasa lebih muda. Hubungan seksual memerlukan seni, agar pasangan tak merasa bosa. Ini bisa tercapai dengan komunikasi seksual yang baik sehingga gangguan seksual yang muncul bisa dieliminasi lewat komunikasi seksual.

Karena penyebab terbanyak adalah stress, maka dalam penanganan disfungsi seksual di awalnya adalah dengan mengelola stress secara lebih baik dan ini bisa diupayakan lewat komunikasi seksual bersama pasangan. Tidak ada salahnya juga selalu memuji pasangan untuk meningkatkan komunikasi seksual. 

 

Hindari praktik tak benar

Jangan pernah berusaha untuk mencoba praktik-praktik seksual yang tidak masuk akal hanya untuk upaya semu meningkatkan potensi seksual. Misalkan: obat kuat, jamu, aksesori, dan praktik-praktik vagina. Ingatlah, ada resiko dari tindakan secara instan dan tidak alami seperti itu. Penyuntikan silikon untuk memperbesar penis atau memaksimalkan ereksi misalnya, justru akan mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan yang lebih serius seperti prostatitis atau malah penis menjadi rusak.

Beberapa aksesori boleh digunakan selama hanya untuk variasi seksual. Syaratnya, tidak berisiko dan disetujui bersama. Ada baiknya dikonsultasikan dulu pada yang paham atau berkompeten (dokter). Beberapa aktivitas seksual dapat dipilih sebagai alternatif saat pasangan tugas keluar kota, atau sedang tidak ingin berhubungan seksual, misalnya: masturbasi, berfantasi, atau telepon seks dengan pasangan sendiri. Tentu jangan coba-coba berselingkuh atau mencari pekerja seks karena tentunya infeksi menular akan mengintip anda.

Jadi, mumpung masih muda yang harus diperhatikan adalah menjaga pola hidup. Berusahalah lebih peduli dengan kehidupan seks anda, tetaplah selalu berkomunikasi yang baik dengan pasangan, dan jika ada gangguan seksual maupun gangguan kesehatan lain, berkonsultasilah pada orang yang tepat. Juga selalu mencari informasi tentang kesehatan, pola hidup sehat, dan membina kehidupan seks yang harmonis dari sumber informasi yang benar.

 

 

(Okanegara)


 

Tindak kekerasan adalah bentuk lain dari kemalasan. Ia digunakan oleh orang-orang yang tidak mau bergumul dengan karunia akalnya. Mereka enggan menempa diri dengan belajar, menganalisis persoalan secara cermat, berargumen, apalagi berdialog. 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.