HEALTHY SEXUAL LIFE

 

 

Ketika Bercinta Terpisah Jarak

Saat anda dan pasangan harus berpisah untuk sementara waktu, bukan berarti aktivitas seksual harus terganggu. Manfaatkan teknologi yang ada: telepon dan internet sebagai solusinya. Sediakan ruang dan waktu khusus, serta bawalah tubuh anda melayang dalam imajinasi.          

 

Kalau anda pernah menonton Judge Dredd, sebuah film fiksi sains produksi Hollywood tahun 1995, mungkin anda akan bisa membayangkan bagaimana kira-kira gaya bercinta manusia di masa depan. Salah satu adegannya, ada sepasang pria dan wanita bernama Dredd dan Hersey, baru saja bertemu, berakrab-ria, lalu keduanya sepakat untuk bercinta. Biasalah, film barat selalu begitu.

Tensi penonton sudah turun naik menanti adegan 'ranjang' itu, dan memang semua berlangsung mulus tanpa potongan sensor sedikit pun. Soalnya Dredd dan Hersey tidak bercinta beneran seperti apa yang kita bayangkan, tapi memakai alat yang menghubungkan gelombang otak. Tidak ada kontak fisik, tidak ada tubuh yang polos terbuka atau semacamnya. Cuma pikiran mereka dipertemukan untuk merasakan sensasi bercinta sampai sama-sama orgasme.

Dredd - diperankan aktor Sylvester Stallone - pria yang diceritakan berasal dari zaman kita sekarang ini dan masih menganut pola tradisional untuk urusan ranjang goyang, tentu saja kaget dan menolak. Bagi dia, yang namanya bercinta, ya dimulai dari bercumbu dan seterusnya sampai game over. Sedangkan Hersey, si manusia masa depan, merasa perbuatan yang melibatkan sentuhan tubuh terasa menjijikkan. Lalu bagaimana kalau mau bikin anak? Silakan bayi tabung saja.

Sekali lagi, itu semua cuma sekedar gambaran sebuah film sebagai buah imajinasi liar para penulis cerita. Tapi kalau kita senantiasa mau berpikir terbuka, bukan tidak mungkin suatu hari nanti aktivitas bercinta, sebagai ungkapan kasih sayang atau mungkin sekedar rekreasi belaka, tidak selalu harus bersentuhan tubuh. Mungkin cukup pakai alat penghubung seperti di film tadi. Atau bisa dilakukan dari jarak jauh. Siapa tahu?   

 

Kekuatan tiga kata

Kalau sekarang ini bercinta memakai alat yang menyatukan gelombang otak, rasanya memang masih terlalu jauh di awang-awang. Tapi 'bercinta' antara pasangan yang terpisah jarak secara berjauhan, sebenarnya sudah bisa dilakukan. Apalagi alat-alat komunikasi semacam telepon dan internet sudah semakin canggih. Pasangan yang terpisah separuh bumi sekalipun bisa saling membahagiakan.

Andaikan suatu hari nanti anda mendapat tugas dari kantor ke tempat yang jauh dari rumah, untuk waktu yang lama pula, wajar akan muncul rasa rindu pada pasangan anda. Di sela waktu dalam kesendirian, terutama malam hari, mungkin perasaan itu akan semakin kuat. Urusan bakal tambah rumit jika kebetulan pada saat bersamaan kebutuhan biologis memanggil anda untuk menyalurkan hasrat bercinta.

Solusinya ada dua, bisa dibuat runyam atau dibikin gampang. Bakal jadi runyam jika misalnya anda memilih 'jajan' mencari yang serba instan. Tapi jika mau gampang, cukup ambil telepon dan hubungi pasangan di rumah. Praktis kan?

Para konsultan perkawinan negara-negara maju sering menyarankan, saat sedang berjauhan, kita bisa memberikan kejutan-kejutan kecil dengan cara menghubungi pasangan sewaktu-waktu melalui telepon. Sekedar mengucapkan salam, menanyakan kabar, atau bentuk perhatian kecil lain. Jangan terkesan terlalu diatur waktunya. Spontan sajalah. Pasti pasangan anda akan senang menerima hadiah tak terduga.

Dalam setiap pembicaraan, juga jangan sekedar berhalo-halo formal begitu saja. Ungkapkan juga perasaan anda saat itu dengan jujur. Dalam tips perkawinan juga sering diulas bahwa cukup tiga kata: 'I love you' yang diucapkan tulus saat pasangan berjauhan, bisa semakin merekatkan lem cinta masing-masing pasangan.

Kalau situasinya memungkinkan, misalnya pada malam hari, buatlah pembicaraan menjadi komunikasi yang lebih intim. Buat tindakan ini sebagai solusi pengganti dari absennya aktivitas ranjang untuk sementara waktu. Kualitasnya mungkin tidak sebaik jika dilakukan langsung, tapi setidaknya lebih aman.

Untuk memasuki kawasan erotik ini bangunlah suasana romantis yang mungkin sering dilakukan bersama pasangan. Redupkan cahaya ruangan. Ambil posisi berbaring senyaman mungkin. Kemudian karena sebuah aktivitas seksual harus didasari pada rasa kebersamaan, tanyakan juga kepada pasangan anda hal-hal yang membuatnya bisa nyaman saat itu.

Lou Paget, konsultan seksolog dan perkawinan dari Amerika Serikat berpendapat, phone sex semacam ini adalah salah satu cara menjaga keintiman dan aktivitas seksual yang saling berbagi. "Buatlah agar masing-masing pasangan saling berkontribusi", tekan penulis buku The Great Lover Playbook ini. "Masing-masing harus menyadari bahwa hal ini penting!"

Hal terbaik dari sebuah aktivitas seperti ini, terutama bagi perempuan, jelas Paget, adalah bisa memastikan pasangan perlahan-lahan anda bimbing untuk mencapai posisi 'on' dan mengantarkannya mencapai 'off' kembali. Kalau semua ini bisa berjalan mulus, percayalah, pasangan anda tidak akan lagi melirik kiri-kanan meski dia berada jauh dari anda.  

 

Minta pasangan jadi pembimbing

Memang tidak semua orang mau melakukan hal yang sepintas terdengar konyol ini. Tidak usah di sekitar kita, di Amerika Serikat yang masyarakatnya terbiasa ekspresif sekalipun, Paget melihat masih banyak yang jengah melakukannya, terutama kaum perempuan.

Pria umumnya harus lebih sabar membimbing pasangannya. Tanyakan pada pasangan, cara yang paling nyaman untuk membuat dirinya bangkit. Apakah dengan rabaan yang halus penuh perasaan, stimulasi yang intens pada bagian tubuh tertentu, atau mungkin membutuhkan alat-alat bantu tertentu. Minta dia untuk melakukannya perlahan-lahan saja dulu, tapi jangan kaget kalau awalnya dia akan malu.

Ada kalanya seseorang enggan melakukannya karena terkesan seolah ada orang lain yang menyaksikan dia sedang bermasturbasi. Maka agar tercipta kebersamaan, pasangan juga harus ikut melakukan bersama-sama.

Tekniknya cukup sederhana. Deskripsikan seluruh tindakan anda saat itu kepada pasangan: di mana posisi tangan, apa yang dilakukan jari jemari di titik rangsangan favourit, apa reaksi tubuh anda, apa yang ada di pikiran anda, dan setiap detail yang anda lakukan. Ingat, ajak pasangan anda melakukannya juga!

Jika pasangan ternyata masih belum bereaksi atau malu-malu kucing istilahnya, Paget memberi tips: minta saja dia untuk menjadi instruktur anda. Katakan kalau anda butuh bimbingannya untuk setiap langkah yang akan anda lakukan. Anda akan menurutinya walau mungkin ide-idenya liar.

Mungkin di tengah bimbingan instruktur ini, ungkapan atau kata-kata yang eksplisit, vulgar, atau selama ini dianggap porno, akan tercetus bebitu saja. Ini tidak mungkin dihindari pada percumbuan yang mengandalkan kata-kata dan imajinasi semacam ini. Karenanya ada juga sebagian orang yang ragu untuk terus melakukannya karena sehari-hari mereka memang tidak terbiasa berkata-kata 'jorok'.

Padahal kata-kata yang eksplisit bukan berarti kata-kata yang sembrono asal-asalan. Jika dilakukan dengan kata-kata yang 'sopan' atau dengan bahasa yang baik sekalipun tidak mengurangi nilai keintiman pasangan. Alternatifnya, jangan lupa untuk mengarahkan pembicaraan ke hal-hal romantis.  

 

Tidak selalu intim

Urusan bercinta jarak jauh ini tentu terasa lebih yahud bagi pengguna internet. Karena lewat video chat yang dipertemukan bukan cuma suara, tapi juga gambar. Lawan bicara terlihat wajah dan tubuhnya lewat kamera video mini. Bukankah gambar bisa mewakili banyak dari sekedar kata-kata?

Syaratnya tentu seperangkat komputer yang mumpuni untuk ber-chatting-ria serta koneksi internet yang baik. Seluruh peralatan harus diatur sesempurna mungkin agar tidak mengganggu acara syik asyik nantinya. Posisi komputer misalnya, usahakan nyaman dengan posisi tubuh. Sekiranya ada, komputer jinjing atau laptop bisa menjadi pilihan terbaik karena sifatnya yang fleksibel.

Ada beberapa pilihan layanan video chat di internet seperti Yahoo Messenger, MSN, Gigli, atau Skype. Masing-masing layanan tentu punya keunggulannya sendiri, tapi yang terpenting sebenarnya kualitas koneksi internet anda sendiri. Asalkan koneksinya cepat, stabil, dan tidak byar-pet, dijamin tidak akan ada masalah.

Dibandingkan dengan sekedar suara lewat telepon, ber-video chat memang mendatangkan sensasi yang lebih. "Secara emosi rasanya bisa lebih dekat, karena ekspresi wajah kelihatan, lebih jujur. Kita bisa tahu apa yang dirasakan lawan bicara", tutur Suryandi, yang pernah sempat beberapa waktu harus sering chatting dengan Fitri (kedua nama disamarkan) saat ia ditugasi kantornya belajar di negeri Paman Sam.

Berkat internet, meski terpisah jarak ribuan kilometer, keduanya mengaku tidak pernah merasa berjauhan. Yandi mendapat fasilitas internet wi-fi dari asramanya dengan kecepatan puluhan kali lipat dibandingkan dengan di Indonesia. Sedangkan Fitri memasang internet dari jaringan televisi kabel yang dikoneksikan ke laptopnya. Di saat kebersamaan itulah, internet jadi perantara yang paling setia.

Yandi berterus terang, saat chatting ia tidak selalu menjurus ke hal-hal intim karena pasangannya tidak selalu mau. Kebanyakan cuma sekedar ngobrol melepas kangen saja. Tapi kalau kebetulan situasinya pas, biasanya malam hari waktu Indonesia dan pasangannya sedang mood, keduanya bisa sekedar iseng melakukan variasi. Misalnya memakai baju seksi, melakukan permainan-permainan kecil (yang sayangnya susah dijelaskan di sini), atau menunjukkan bagian-bagian tubuh tertentu lewat kamera video.

Jika malam semakin 'panas', mereka berdua kadang 'melakukan' bersama-sama. Atau kadang cukup prianya saja, sementara si perempuan hanya memberi dukungan dari jauh. Yang penting, hasrat tersalurkan secara aman.

"Rasanya sih tidak seenak aslinya", tutur Yandi blak-blakan tentang perbuatannya. "Tapi itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Soalnya sehari-harinya kami juga belum boleh". Loh? Ya seharusnya memang begitu, karena saat itu mereka sebenarnya belum resmi menikah. Baru bertunangan. "Chatting itu sendiri untuk menjaga awetnya hubungan kami kok".

Walau sudah menikah sekalipun, tentunya jangan merasa jengah bertingkah macam anak muda seperti mereka. Bukankah saat ngobrol, chatting, atau sejenisnya yang mengarah kepada pembicaraan intim, dunia hanya milik sepasang manusia saja?      

 

 

(Tjahjo Widyasmoro)


 

Tindak kekerasan adalah bentuk lain dari kemalasan. Ia digunakan oleh orang-orang yang tidak mau bergumul dengan karunia akalnya. Mereka enggan menempa diri dengan belajar, menganalisis persoalan secara cermat, berargumen, apalagi berdialog. 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.