HEALTHY SEXUAL LIFE

         

KIRI SEX MACHINE, KANAN AKROBAT SEKS

 

Sex Machine ala Tali 16 Gaya, Akrobat Seks di Kamar Monyet, Bikini Angel's Party, Seks Rame-Rame ala LC Party, Tangju Dancer of VVIP Sauna, Striptis ala Gadis Uzbek-Rusia, dan lain-lain. 

 

Lihatlah sederet menu yang terpampang di atas. Semua serba ada, dan tinggal pilih. Terdengar begitu hardcore dan bombastis di telinga. Dua kalimat pendek itu rasa-rasanya cukup pas dijadikan 'tagline' untuk menggambarkan keliaran seks yang terjadi di tanah air, khususnya di kota-kota besar terutama Jakarta.

Gimana enggak serba ada, super hardcore, dan bombastis, kalau ternyata dari hari ke hari keliaran seks 'hare gene' makin menjadi-jadi. Tidak saja di wilayah industrinya, tapi juga masuk pada ruang-ruang komunitas dan personal.

Di wilayah industri misalnya, keliaran seksnya bisa ditengok dari berbagai macam menu dan hiburan yang ditampilkan. Tak ubahnya sebuah supermarket atau hypermarket, setiap mata yang datang disuguhi aneka menu dan hiburan pilihan yang beragam.

Tinggal pilih dan sesuaikan dengan duit di kantong. 'Uang ceriwis' atau dalam bahasa kerennya 'money talks', itu sudah jadi rumus nomor satu di dunia plesir seks. Ada uang, segala kesenangan - dari yang berbau softcore sampai hardcore - bisa direguk dalam hitungan menit.

 

Buzz on buzz

"Entar dulu. Sebelum jauh ke mana-mana, gue mau tanya. Menu-menu itu benar-benar ada enggak?"' sergah Aries (28 tahun), salah satu teman nongkrong saya yang baru setahun ini aktif di dunia 'perdugeman', ketika bertemu di Coffee Club, Plaza Senayan.

"Ya 100% pasti ada. Gue enggak cuma omong doang atau ngarang-ngarang cerita lagi!", tegas saya.

"Oke. Kalo soal faktanya sih gue percaya. Gue cuma penasaran dengan nama-nama menunya. Yang bikin siapa sih?".

Saya cuma geleng-geleng kepala, tapi pertanyaan Aries cukup menarik.

"Sebagian namanya memang dibikin oleh pihak kelab. Tapi ada juga yang murni muncul dari omongan orang. Yah, semacam buzz on buzz gitu karena memang tidak ditulis di list menu makanan atau flyer", jelas saya.

"Sip, sip....gue ngerti. Daripada ngomong mulu, kita jalan-jalan saja. Mumpung hari Sabtu. 'Kan enggak macet", ajak Aries.

Sebuah tawaran yang menarik, pikir saya. Makanya tanpa banyak basa basi lagi, saya dan Aries segera melaju di jalan raya. Karena tidak mungkin menyambangi semua tempat plesir satu persatu yang ada di Jakarta, saya sengaja memilih beberapa tempat yang masuk kategori trendsetter.

"Kita cuma cuci mata doang 'kan?", seru Aries.

"Ya terserah elu! 'Kan gue cuma jadi sopir dan guide hari ini".

Aries yang duduk di sebelah saya hanya tersenyum misterius. Dia terlihat bersemangat dan sudah tak sabar ingin melihat-lihat seperti apa industri plesir 'syahwat' di Jakarta.

 

Terserah ranjang

Selama ini industri plesir yang paling terkenal di Jakarta adalah wilayah barat, terutama di kawasan Mangga Besar dan sekitarnya. Di sinilah segala macam bentuk sex-entertainment bisa ditemukan. Kalau mau melihat bagaimana praktik sex supermarket berlangsung, Jakarta Barat adalah salah satu hot zone-nya.

Welcome to Paradise City! Mungkin itu sebutan yang pas untuk wilayah yang tak pernah tidur selama 24 jam. Segala pusat jajanan seks ada di sini. Tidak tanggung-tanggung, untuk kelas apapun; bawah, menengah, dan atas tersedia. Dari tempat pijat, karaoke, sauna, spa, club, hotel, bahkan rumah penampungan dan kos-kosan.

Siapa tak kenal Mabes atau Mangga Besar. Kawasan yang berada di wilayah Jakarta Barat ini memang dijejali aneka tempat yang menjual jasa seks. Selain Mabes, kalau boleh jujur, rasa-rasanya hampir di setiap sudut wilayah di sekitar Mabes juga disesaki tempat-tempat hiburan berbau seks. Sekitar jalan Hayam Wuruk, jalan Gajah Mada, jalan Pecenongan, kawasan Lokasari, Krekot, Batu Ceper, Beos, dan jalan Pangeran Jayakarta adalah sederet kawasan yang di setiap ruas jalannya berdiri tempat-tempat yang setiap saat menawarkan relaksasi, kebugaran, dan hiburan.

Tapi ingat, tidak semua berakhir pada transaksi seks. Itu semua tergantung anda. Dua menu sex entertainment yang tingkat keliarannya boleh dibilang super hardcore dan sensasional adalah "Bikini Angel's Spa" dan "Tangju Dancer of VVIP Sauna". Dari segi keliaran, dua menu ini memang beda dari sex entertainment yang pernah ada.

"Bikini Angel's Spa" kalau dijabarkan secara luas, berarti spa yang di dalamnya ada puluhan gadis-gadis cantik yang sengaja dibiarkan membaur bersama tamu-tamu laki-laki yang tengah berendam di kolam sauna. Biasanya, gadis-gadis cantik itu kebanyakan didatangkan dari negeri Cina atau biasa disebut Cungkuo.

Biasanya mereka akan mengenakan bikini pada saat afternoon tea. Mereka akan membaur bersama tamu di dalam whirpool. Inilah momen yang biasa disebut "Bikini Angel's Party". Sex entertainment yang setiap hari digelar di kelab bernama BV di kawasan Beos, Jakarta Barat itu berlangsung dengan blak-blakan antara pukul 17.00 - 19.00. Siapa pun bisa menikmati dan mencobanya tanpa melalui aturan main yang berbelit-belit.

"Cuma mandi doang?", tanya Aries penasaran.

"Ya enggaklah! Tamu yang mau layanan plus, ya tinggal 'gotong' ke kamar", jelas saya spontan.

"Oh ya? Berapa duit tuh, bro?"

"Karena cewek-ceweknya import content, harganya kira-kira Rp 1,5 juta! Gimana? Berani coba?!"

Mendengar jawaban dan tantangan saya, Aries cuma manggut-manggut sambil mengelus-elus dagunya.

Yang menarik, selain bisa menikmati "Bikini Angel's Party" yang notabene diciptakan sebagai ajang untuk rendezvous, setiap tamu bisa juga mengikuti beberapa aneka permainan seperti memasukkan bola basket ke dalam keranjang dengan bonus free massage.

Tak hanya "Bikini Angel's Party", di tempat ini juga ada menu spektakuler berupa 'Ranjang Elektrik' ala 'Tali 16 Gaya'. Menu inilah yang dalam istilah saya merupakan sensasi sex machine, karena melibatkan unsur elektrik di dalamnya. Satu menu baru yang lebih fresh dan memiliki magnet luar biasa. Setidaknya untuk ukuran Jakarta dan kota-kota besar lainnya, belum ada satu pun tempat yang punya menu serupa. Pantas memang kalau menu itu mendapatkan predikat 'super eksklusif'.

"Gue enggak ngerti, bro. Ranjangnya kayak apa? Terus, tali 16 gaya itu buat apaan ya?", tanya Aries.

"Ranjangnya sih bentuknya kayak 'kursi manja' yang bisa dilipat dan dipanjangkan. Hanya saja, ranjang itu dilengkapi tali-tali di setiap sudutnya. Tali-tali seperti jadi 'kaki-tangan' yang melekat pada ranjang itu. Gitu saja sih yang gue tahu", jelas saya.

Ya, gambaran sederhananya kira-kira seperti itu. Agak susah memang menceritakan detailnya seperti apa. Tapi intinya, dari apa yang sudah saya lihat dengan mata dan kepala sendiri, menu yang satu itu memang 'gokil' banget. "Ranjang Elektrik" berfungsi sebagai mesin yang memandu dan menggerakkan tali-tali.

Rupanya, tali-tali itulah yang berfungsi untuk mengarahkan gerakan badan, tangan, kaki, pinggul, dan sebagainya.

Misalnya pada saat tahapan foreplay, secara otomatis ranjang bisa disetel sedemikian rupa untuk kegiatan seperti oral, dan seterusnya. Jadi, si pasien laki-laki tinggal diam saja dan tinggal mengikuti 'aturan main' dengan panduan ranjang elektrik.

"Penasaran gue. Tapi males ah kalo mesti bayar Rp 1,8 juta", gerutu Aries dengan muka cemberut.

"Sudahlah. Daripada elu stress, mendingan kita pindah ke lokasi lain", ajak saya.

 

Beli bunga

Nah, kelab spa lain yang juga menerapkan sex entertainment serupa tapi dengan gaya yang berbeda adalah hotel dan kelab MO di kawasan jalan Gajah Mada. Di tempat inilah ada pertunjukan bergenre superhot dan adult only yang berlangsung setiap hari dari pukul 17.30 - 21.00.

Begitu masuk ke areal spa, bakal ada lima cewek seksi asli pribumi dalam keadaan tangju alias tanggal baju yang menyuguhkan tari-tarian panas. Ya, semacam sexy dance gitu lah.

Setelah unjuk aksi selama beberapa menit, biasanya satu persatu mereka akan membaur di antara laki-laki bertelanjang yang ada di dalam kolam hangat dan dingin. Lalu satu persatu mereka mendekati tamu dan memberikan layanan 'personal touch' dalam bentuk yang bermacam-macam. Dari sekedar lap dancing, mandi kucing, sampai atraksi menyerupai angsa sedang kawin. Wuih, ada-ada saja!

Tamu yang menginginkan personal touch, aturan mainnya mesti membeli bunga dari si penari. Bunga itu sebenarnya sebagai tip. Harga satu bunga Rp 75 ribu. Berapa banyak jumlah bunga yang mesti dibeli oleh tamu tergantung dari personal touch yang diinginkan. Kalau sekedar lap dancing di dalam kolam, paling-paling hanya butuh dua bunga. Mau layanan 'mandi kucing', biasanya tamu mesti membeli sekitar lima bunga. Selesai? Tentu saja belum. Para tangju dancer itu bisa juga di-booking untuk urusan layanan luar dalam di kamar tertutup. Bandrolnya = Rp 1,3 juta.

"Wah, seru banget. Tapi kok mahal juga ya?", sergah Aries.

"Kalau mau murah, jangan di sini. Datang aja ke jalan Pangeran Jayakarta", tukas saya.

"Memang di sana ada yang seru-seru?"

"Kebanyakan cuma buat buang 'tai macan' saja alias datang, pilih, terus masuk kamar. Enggak ada pertunjukan aneh-aneh", lanjut saya blak-blakan.

Kening Aries tampak mengernyit diliputi tanda tanya.

 

Main akrobat

Di Jakarta Utara juga tak kalah serunya. Dalam tiga tahun terakhir, wilayah itu makin populer sebagai 'zona panas' untuk urusan plesir 'syahwat'. Menu-menu sex entertainment-nya terdengar begitu up to date. Misalnya saja tahun lalu, sempat terdengar nama satu tempat kebugaran di Kelapa Gading berinisial MS yang heboh dengan menu gadis Uzbek dan Cungkuo-nya. Belum lagi ditambah dengan desain dan besarnya tempat tersebut.

Pada rentang waktu hampir bersamaan, di kawasan yang sama santer terdengar soal nite club berinisial BQ yang populer dengan sajian sexy show di atas panggung, dan tak kalah menariknya adalah tontonan striptis bule yang bisa dinikmati di kamar khusus.

"Striptis bulenya dari mana?, tanya Aries.

"Kebanyakan dari Rusia dan Uzbekistan", tegas saya.

Berbeda dengan para striper lokal yang biasanya hanya menari-nari tak lebih dari setengah jam dan selebihnya melakukan pendekatan personal untuk urusan kencan lanjutan, para striper bule itu lebih banyak unjuk kebolehan dengan menari seksi dan makin banyak tip yang keluar, makin liar mereka menari.

Tidak hanya di kelab MS dan BQ yang punya menu seks heboh dan sensasional. Ada satu kelab lagi bernama AS di kawasan Ancol yang dua tahun ini terakhir ini jadi trendsetter di kalangan lelaki petualang malam. Tak ubahnya supermarket, AS menyajikan konsep one-stop sex-tainment di setiap lantainya. Mulai dari bar yang di-desain menyerupai kapal pesiar lengkap dengan suguhan tarian seksi dan siluet striptis di belakang bar, ruang karaoke dengan para lady companion (LC) dan striper yang setiap saat bisa di-booking, puluhan private room untuk menikmati pelayanan khusus gadis-gadis Cungkuo dengan menu akrobat seks, sampai ruangan spa dan steambath yang disesaki gadis-gadis cantik dari lokal dan mancanegara: Vietnam, Thailand, Cina, Rusia, dan Uzbekistan.

"Akrobat seks kayak apa? Terus terang gue enggak ngerti", tanya Aries penuh semangat.

Terus terang, menu yang satu ini memang rada susah untuk menggambarkannya. Terlalu hardcore dan kalau diceritakan dengan detail takut dibilang 'porno'. Bukan apa-apa, suguhan yang diberikan memang tak lepas dari gerakan akrobat. Bahasa sederhananya, pelayanan seks yang dipadukan dengan unsur gerakan dalam akrobat. Di dalam kamar, terdapat besi segi empat yang ditempatkan persis di langit-langit kamar, lalu ada juga sebuah selendang besar warna merah menyala yang diikatkan pada besi. Dari situlah akrobat seks dipertontonkan. Dan tentu saja melibatkan tamu laki-laki sebagai kelinci percobaannya.

"Memangnya diapain aja, bro?", tanya Aries untuk kali kesekian.

"Bayangin aja sendiri, jangan nanya melulu!"

Kali ini saya tidak meladeni pertanyaan Aries. Daripada ngobrolin akrobat seks, mendingan ganti topik pembicaraan.

"Sudah ah. Sekarang kita pindah ke Jakarta Pusat saja", sergah saya mengakhiri.

Bukan apa-apa, kalau mau dirinci satu persatu, pastinya membutuhkan ribuan lembar kertas. Yang pasti tempat-tempat seperti MS, BQ, dan AS cukup sebagai sampel tentang gemerlapnya reality show di tempat plesir seks.

Bayangkan saja, selain ketiga tempat itu, di Jakarta Utara mulai dari Ancol, Gunung Sahari, Pluit, sampai Kelapa Gading setidaknya terdapat lebih dari 50 tempat yang menyajikan menu seks. Sebagian besar menggunakan label kebugaran seperti tempat pijat, spa, atau sauna, sebagian lagi menggunakan label karaoke, hotel, dan rumah penampungan atau biasanya disebut rumah cinta yang di dalamnya berisi para gadis cantik (di beberapa tempat ada juga yang menyediakan cowok macho dan keren) yang setiap saat bisa dipanggil untuk kencan instan. Bisa melalui booking call, bisa juga datang langsung ke lokasi.

 

  OP atau BO?

Pernah terbayang enggak kalau suatu ketika anda masuk ke sebuah lounge atau bar dan tiba-tiba menemukan pemandangan yang begitu wild, bertemu gadis cantik dan tanpa anda sadari, sudah hampir empat jam anda berada di dalam, larut dalam pesta.

Coba saja datang ke kelab & karaoke ZN di bilangan jalan Thamrin. Di sinilah tempat kalau mau mencari suasana yang agak berbeda. Begitu masuk ke areal lounge, setiap tamu sudah disambut hangat oleh puluhan gadis yang tengah duduk manis. Mereka ini sebagian besar adalah lady companion (LC). Sementara di atas bar, enam gadis cantik tengah asyik mempertontonkan liukan dan tarian seksi.

Bersama para LC inilah setiap tamu bisa menikmati pesta-pesta di kamar tertutup. Sebenarnya para LC itu pekerjaan utamanya - jika merunut pada standar operasi kerja - menemani tamu. Dari nyanyi, ngobrol, sampai minum. Nah, kalau sudah menjurus pada bentuk-bentuk 'keliaran' tertentu, berarti para LC itu memang punya standar khusus. Biasanya di karaoke disebut 'party LC'. Artinya, selain menemani minum, nyanyi, dan ngobrol tapi juga memberikan pelayanan 'extra sex service'. Mulai dari ngobrol, minum, nyanyi, dan menari-nari sambil 'naked', sampai menerima order OP (sex on the spot) dan BO (booking-out).

"Pesta seks rame-rame di dalam kamar yang hanya ditutup kelambu tanpa lepas baju. Kalau mau seks sashimi girl, juga tinggal pesan", tukas saya.

"Ah, yang bener?", seru Aries tak percaya.

Pasti bener karena ternyata untuk urusan private party yang melibatkan segala macam unsur sex entertainment, bisa didapatkan di tempat itu. Kalau tidak berani on the spot, toh tinggal bilang BO sama mami atau papi yang bertugas malam itu.

"BO apaan? Gue nggak ngerti?", sergah Aries.

"Booking Out, bawa keluar. Ke hotel kek, apartemen kek. Ke rumah juga boleh".

Aries hanya manggut-manggut. Saya hanya geleng-geleng kepala.

Tentu saja tidak semua karaoke di Jakarta punya LC-LC seperti itu. Apalagi karaoke yang jelas-jelas mengiklankan diri sebagai karaoke keluarga. Jadi ya... silakan pilih-pilih tempat dulu dengan matang dan terencana kalau mau berkaraoke. Seperti halnya kalau mau masuk toilet, mesti bisa membedakan mana toilet buat laki-laki dan mana yang buat cewek. Lho!

         

 

(Moammar Emka)


 

Kalau ada perkawinan tanpa cinta, pasti ada cinta tanpa perkawinan. 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.