HEALTHY SEXUAL LIFE

 

    MENGGAPAI HARMONI KEHIDUPAN SEKSUAL

 

Salah besar bila pasangan suami-istri tidak mau belajar soal relasi seksual. Tanpa pengetahuan tentang hubungan seksual yang harmonis dan sehat, banyak terjadi kesalahan dalam kehidupan seksual. Tak jarang kondisi ini berujung pada disfungsi seksual. Maka untuk berkehidupan seksual yang harmonis, setiap pasutri tak lagi cukup hanya mengandalkan naluri.

 

Menikah. Jenjang kehidupan ini menjadi penting manakala seseorang menginjak usia dewasa. Itulah bagian dari kehidupan manusia yang mesti dilalui. Meskipun ada juga yang memutuskan tidak melewatinya.
Ada tiga faktor yang mendorong seseorang untuk menikah. Pertama, faktor biologis, yakni adanya dorongan seksual. Kedua, faktor psikologis, yaitu adanya sifat dasar manusia sebagai mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Ketiga, faktor sosiokultural yang pada umumnya ‘mewajibkan’ setiap orang untuk menikah.
Tujuan suatu pernikahan sudah tentu membentuk sebuah keluarga lengkap yang terdiri atas ibu, ayah, dan anak. Maka hubungan seksual menjadi bagian dari kehidupan suami-istri.
Ada empat dimensi dalam kehidupan seksual sepasang suami-istri, yaitu prokreasi (menghasilkan keturunan), rekreasi (kesenangan), relasi (pengikat hubungan pribadi suami dan istri), dan institusi (lembaga perkawinan). Ketika kehidupan sepasang suami-istri belum disibukkan oleh kehadiran anak dengan jumlah yang direncanakan, dimensi prokreasi mendominasi kehidupan seksual mereka. Begitu anak yang diinginkan hadir, dimensi relasi dan rekreasi berbalik mendominasi kehidupan seksual mereka. Hubungan seksual itu dapat mereka lakukan dengan bebas kalau mereka terikat dalam lembaga perkawinan. Tentu saja keempat dimensi itu dapat terwujud bila keduanya sehat dari aspek seksual maupun reproduksi.
Sebagai bagian penting dari kehidupan suami-istri, kehidupan seksual yang harmonis menjadi dambaan. Kehidupan seksual yang harmonis adalah kehidupan seksual yang sehat. Kedua pihak dapat menikmati kehidupan seksualnya, dan tidak mengalami akibat buruk, baik secara fisik maupun psikis. Kalau kehidupan seksual itu hanya memberikan kepuasan kepada salah satu pihak, atau keduanya tidak dapat merasakan kepuasan, maka kehidupan seksual itu dikatakan tidak harmonis.
Keharmonisan itu akan ikut menopang kehidupan keluarga yang harmonis pula. Sebaliknya, ketidakharmonisan kehidupan seksual dapat menimbulkan perasaan kecewa, jengkel, dan marah di antara pasutri. Komunikasi di antara mereka terganggu. Ketegangan akan muncul dalam perkawinan mereka. Atau penyelewengan seksual tak terhindarkan lagi. Bahkan kedua belah pihak bias mengalami disfungsi seksual.

Komunikasi itu perlu
Ada beragam kesalahan yang biasa dilakukan oleh pasutri yang bias menyebabkan ketidakharmonisan hubungan seksual. Kesalahan pertama, menganggap pasangannya sama dengan dirinya ketika melakukan hubungan seksual. Padahal sebenarnya tidak. Misalnya saja bagi wanita hubungan seksual tidak selalu merupakan sesuatu yang menyenangkan. Pada pengalaman pertama kali (paling tidak) wanita mungkin mengalami rasa sakit bila ia belum berada dalam keadaan siap dan terangsang. Pihak pria tidak memahami keadaan ini.
Pengalaman tidak menyenangkan itu dapat berakibat buruk bagi kehidupan seksual pihak wanita di masa selanjutnya. Sebaliknya, pada umumnya pria selalu merasakan bahwa hubungan seksual adalah sesuatu yang menyenangkan sejak pertama kali. Pria tidak pernah merasakan sakit saat berhubungan seksual. Pria juga tidak mengalami akibat dari hubungan seksual seperti yang dialami wanita, yaitu kehamilan.
Kesalahan kedua, menyembunyikan masalah seksual yang dialami dari pasangannya. Ini menunjukkan tidak adanya komunikasi seksual di antara pasangan itu. Tanpa komunikasi yang baik, suami-istri tidak mengetahui bagaimana kehidupan seksual pasangannya dan tidak mengetahui ada tidaknya disfungsi seksual yang dialami pasangannya. Bila ini terjadi, tentu akan menimbulkan gangguan atau hambatan dalam hubungan seksual mereka.
Kesalahan ketiga, suami tidak mengetahui apakah istrinya dapat mencapai orgasme atau tidak. Dalam hal ini, sekali lagi komunikasi yang terbuka menjadi penting. Istri harus berterus terang mengenai hal yang dialaminya pada suaminya. Mengapa? Pertama, mungkin suami tidak mengetahui sehingga harus diberitahu. Kedua, dengan mengetahui persoalan itu keduanya diharapkan dapat mengatasi masalah itu bersama-sama. Terakhir, bila dibiarkan, masalah ini dapat menimbulkan akibat lebih buruk bagi keduanya.
Kesalahan terakhir, mempercayai mitos dan informasi yang salah tentang seks, yang berpengaruh pada perilaku seksual. Berbagai mitos seks yang beredar di masyarakat telah menyebabkan pria merasa sebagai mahluk seksual yang lebih hebat daripada wanita. Bahkan wanita dianggap sebagai mahluk yang aseksual.
Karena itu banyak pria menganggap urusan seks tidak penting bagi wanita. Pria yang selalu diunggulkan oleh mitos itu akan merasa kecewa dan terpukul kalau ternyata ia tidak lebih hebat daripada istrinya. Tak jarang pria sampai menderita disfungsi ereksi karena perlakuan sang istri yang melecehkannya lantaran tidak dapat membawa pasangannya mencapai puncak kepuasan seksual.

Disfungsi seksual pengaruhi perilaku
Mirip dengan kehidupan manusia pada umumnya, kehidupan seksual juga terkadang tidak mulus. Kadang berjalan begitu menyenangkan, tapi tak jarang suami-istri menghadapi persoalan dalam kehidupan seksual mereka. Beberapa masalah seksual yang banyak terjadi dalam kehidupan suami-istri adalah kejemuan terhadap pasangan, terhambatnya komunikasi seksual, perilaku seksual salah akibat informasi seks yang salah, dan disfungsi seksual, baik pada pihak pria maupun wanita.
Kejemuan terhadap pasangan biasanya dialami pasangan yang sudah lama menikah. Hal itu terutama disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual. Suasana sehari-hari yang selalu sama dalam waktu lama, aktivitas seksual yang monoton, dan posisi hubungan seksual yang tanpa variasi, dapat memicu timbulnya kejemuan itu. Bila tidak diatasi, kejemuan itu dapat mengakibatkan disfungsi seksual yang cukup mengganggu kehidupan suami-istri.
Terhambatnya komunikasi seksual juga menjadi masalah seksual yang sering terjadi pada suami-istri. Komunikasi yang tidak baik atau terhambat merupakan faktor psikis yang menghambat dorongan seksual istri, bahkan suami. Sebaliknya, komunikasi yang baik apalagi dengan nuansa yang romantic, merupakan rangsangan seksual yang bersifat psikis. Ini menjadi salah satu pintu masuk menuju hubungan seksual yang baik bagi suami-istri.
Disfungsi seksual merupakan masalah yang termasuk sering terjadi dalam kehidupan seksual suami-istri. Disfungsi seksual yang sering terjadi pada pria adalah disfungsi ereksi, ejakulasi dini, hilangnya dorongan seksual (libido). Sedangkan yang sering dijumpai pada wanita adalah hambatan orgasme, sakit saat hubungan seksual (dyspareunia), dan hilangnya dorongan seksual. Disfungsi seksual dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun secara garis besar dapat dikelompokkan atas penyebab fisik (termasuk penyakit) dan psikis.
Kalau salah satu pihak mengalami masalah, seharusnya pasangannya mengetahui, lalu bersama-sama berupaya mengatasi.
Mengapa disfungsi seksual perlu segera diatasi?
Disfungsi seksual dapat mempengaruhi perilaku seksual, bahkan perilaku sehari-hari. Misalnya disfungsi ereksi yang dialami seorang pria, mungkin dapat menyebabkan ia merasa kecewa, rendah diri, bahkan mungkin mengalami tekanan mental. Perasaan seperti ini tentu berpengaruh dalam perilaku sehari-hari. Sementara wanita yang selalu gagal mencapai orgasme mungkin dapat mengalami berbagai gejala psikosomatik seperti pusing, sukar tidur, cepat marah, yang mempengaruhi perilaku sehari-harinya pula.
Yang perlu diingat, jangan sekali-kali mengatasi disfungsi seksual dengan cara sendiri, umpamanya dengan membeli obat, ramuan, dan alat bantu yang berkaitan dengan seks. Beredarnya komoditi itu secara bebas harus dihadapi dengan sikap bijaksana. Ingat, banyak iklan bohong dan menyesatkan. Jangan mudah percaya iklan yang menawarkan obat, ramuan, alat bantu, atau aksesori seks.
Dalam keadaan normal; obat, ramuan, atau alat bantu apapun tidak diperlukan.
Ingat, gangguan fungsi seksual dapat disebabkan oleh penyebab fisik, khususnya penyakit, bias pula oleh penyebab psikis. Jadi tidak benar dapat diatasi hanya dengan menggunakan produk yang diiklankan tanpa mengetahui penyebabnya.
Sebenarnya, disfungsi seksual, baik pada pria maupun wanita, dapat dicegah. Caranya? Menjalankan gaya hidup sehat dengan cara istirahat cukup dan seimbang dengan kesibukan, makan teratur dengan diet yang sehat, dan berolah raga secara teratur. Hindari merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan meminum obat atau ramuan yang tidak jelas kandungannya.
Disfungsi seksual juga dapat dicegah dengan menjalani kehidupan seksual yang harmonis. Yang tak kalah penting, bila mengalami penyakit tertentu segeralah berkonsultasi pada dokter.

         

 

(Wimpie Pangkahila - Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana)


 

SEPULUH PEDOMAN MEMBINA KEHIDUPAN SEKSUAL HARMONIS

 

1. Ingatlah selalu bahwa kualitas hubungan seksual sangat ditentukan oleh apa yang terjadi sebelumnya, tidak hanya sesaat sebelumnya, tetapi beberapa jam bahkan beberapa hari sebelumnya.

2. Pelihara dan jaga kesehatan agar tidak terkena penyakit atau gangguan yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi seksual.

3. Hindari gaya hidup tidak sehat, seperti: merokok, dan minum beralkohol berlebihan.

4. Jangan menggunakan obat atau ramuan tanpa indikasi yang jelas dan tanpa petunjuk tenaga ahli.

5. Jagalah keseimbangan antara kesibukan sehari-hari dan relaksasi.

6. Berbicaralah tentang seksualitas secara terbuka dengan pasangan.

7. Usahakan mempunyai waktu yang teratur untuk dapat bersama-sama dengan pasangan.

8. Jangan sampai hubungan seksual menjadi bersifat rutin. Maka diperlukan perubahan sebagai variasi sehingga tidak jatuh dalam kejemuan. Perubahan antara lain dapat dilakukan dengan cara mengubah suasana kamar, memperhatikan penampilan fisik, tidak membiarkan salah seorang bersikap aktif terus sementara pasangannya terus pasif, mengubah posisi dan rangsangan pendahuluan.

9. Jangan membawa kemarahan atau kejengkelan masuk kamar tidur.

10. Bila mengalami masalah seksual, jangan dibiarkan begitu saja dengan harapan akan segera lenyap dengan sendirinya. Segeralah berkonsultasi kepada ahlinya agar dapat segera diatasi secara benar dan bertanggungjawab.

 

Mantak Chia dan Michael Winn, penulis Taoist Secrets of Healing menyatakan, hubungan seksual wanita dan pria yang saling mencintai merupakan pertukaran dan penyerapan energi yin wanita dan yang pria. Efek jangka pendeknya, kepuasan. Sedangkan pengaruh jangka panjangnya, sehat dan selaras  

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.