HEALTHY SEXUAL LIFE

     MEREKA MENCAPAI ORGASME SPIRITUAL

 

Anda boleh iri pada pasangan satu ini. Dalam hal berhubungan seksual, mereka tak cuma merasakan kepuasan fisik semata, tetapi juga kepuasan spiritual, kepuasan yang maha indah. Padahal ketika remaja dan setelah sekian lama menikah, mereka tidak pernah belajar soal hubungan seksual secara khusus.          

 

Slamet Harsono dan Norma Harsono memang bukan pasangan muda. Umur mereka masing-masing sudah 56 dan 52 tahun. Namun untuk urusan ranjang, pasangan akuntan publik ini masih bisa 'diadu' dengan pasangan muda. Saat berhubungan intim, mereka tak cuma melibatkan tubuh, melainkan juga melibatkan energi kasih.

Slamet Harsono juga telah meyakini, berhubungan seksual dengan pasangan hidup merupakan pengabdian jiwa-raga; dari suami kepada istri dan sebaliknya, serta dari mereka berdua kepada Sang Pencipta. Kepuasan spiritual menjadi tujuan utama. Multiple orgasm bukan menjadi hal luar biasa karena kepuasan itu wajib hukumnya.

Bayangkan, betapa dahsyatnya kepuasan yang diterima dari sebuah hubunganseksual seperti itu. Padahal sebelum menikah, Slamet tidak pernah belajar tentang seks secara khusus. Mempelajari anatomi tubuh manusia, terutama organ seksual pun tidak. Ketika sudah menikah, urusan ranjang masih pula dilakukan dengan cara trial and error. "Menggerakkan tubuh saja belum bisa. Jadi, betul-betul tidak ada yang mengajarkan bagaimana melakukannya", aku Slamet.

Boleh dibilang yang terjadi banyak mengandalkan naluri. Hal yang membuat hubungan seksual mereka berkesan dia simpan dalam memori untuk di 'panggil ulang' ketika dibutuhkan. Sebaliknya, hal yang membuat mereka tidak nyaman segera dilupakan biar tidak terulang.

Hal yang hampir sama juga terjadi pada Norma. Ia tidak mikirin belajar 'begituan' secara serius. Sebelum menikah ia memang pernah membaca buku tentang seks, tetapi tidak secara khusus. "Jadi, belajarnya mengalir saja", tegas Norma.

Sekarang semuanya telah berubah 180 derajat. Mereka menjadi pasangan hebat dalam soal bercinta. Ini berkat 'ilmu' kamasutra yang mereka dapat dari spiritualis Anand Krishna.

 

 Sebagai persembahan

Bagi Norma, sebenarnya kata kama sutra bukan hal aneh. Kebetulan ketika masih gadis, ia sudah belajar yoga, sehingga ia juga mendengar tentang Kama Sutra. Namun itu semua sebatas pengetahuan. Ia belum membacanya atau mempelajarinya secara khusus. Fisik bukunya pun belum pernah dia lihat.

Sementara Slamet mengenal Kama Sutra pertama kali setelah ia dan Norma membeli buku Jalan Kesempurnaan Melalui Kama Sutra karya Anand Krishna. Buku ini juga menjadi buku pertama Anand yang dibacanya.

"Kami beli buku itu hanya karena ingin tahu. Untuk masalah seks, kami tidak mempunyai persoalan", aku Norma. Buku itu berisi pengetahuan tentang filosofi Kama Sutra dan hal-hal praktis tentang hubungan seksual ala Kama Sutra. "Tapi singkat-singkat, tidak dijabarkan secara detail. Berbeda dengan buku Kama Sutra terbitan luar negeri yang juga saya punyai. Isinya lebih detail tentang hubungan seksual. Saya cukup teliti membacanya. Tapi sejak awal saya berpendapat buku itu lebih menampilkan gerakan-gerakan hubungan seksual. Filosofinya malah tidak ada. Padahal, Kama Sutra sebetulnya tidak hanya (teknik berhubungan seksual) itu", jelas Norma. Kama Sutra juga untuk meningkatkan spiritualitas.

Pengenalan mereka pada Kama Sutra kemudian berlanjut melalui beberapa workshop bertopik Kama Sutra yang digelar oleh Anand Krishna. Dari tiga kali workshop yang mereka hadiri, mereka akhirnya memperoleh ilmu Kama Sutra yang seutuhnya.

Dulu sebelum ikut workshop Kama Sutra, mereka percaya bahwa hubungan seksual adalah ibadah. Suami memberikan nafkah batin kepada istri, dan istri memberikan nafkah batin pula kepada suami. Sudah hanya sampai di situ. Namun menurut Kama Sutra (saling memberikan nafkah batin saja) belum dikatakan ibadah.

Dalam Kama Sutra, hubungan seksual dianggap sebagai suatu persembahan. Suami mempersembahkan kenikmatan kepada istri dan istri mempersembahkan kenikmatan kepada suami. "Lalu kami berdua mempersembahkannya kepada Tuhan. Itu beautiful banget. 'Tuhan, kami mempersembahkan kenikmatan kami, kebahagiaan kami kepada Engkau'. Inilah yang dinamakan ibadah", tutur Norma. Kenapa? Karena hubungan seksual seperti itu paling tinggi tingkat kesadarannya.

Dalam ajaran yoga, dikenal ada empat lapis kesadaran pada manusia. Yang pertama, makan-minum. Yang kedua, hawa nafsu. Yang ketiga, cinta. Yang keempat, lapisan kasih. Kama Sutra mengajarkan kita ke arah kesadaran kasih. Kenapa hubungan seksual dulu itu (sebelum menyertakan Kama Sutra) belum dianggap ibadah yang sesungguhnya? Karena kita belum mengerti langkah-langkahnya. Dalam Kama Sutra step-step itu dipelajari, dimengerti, dan dilatih sehingga kita bisa melepaskan diri dari hawa nafsu. "Nah, di Kama Sutra kami diajari membuat sesuatu yang (dilandasi sifat-sifat) hewani menjadi (yang bernuansa) illahi", jelas Norma.

Dalam Kama Sutra, hubungan seksual tidak hanya ritual, tapi betul-betul bentuk ibadah. Ada syarat-syarat untuk melakukannya. Hubungan seksual dalam Kama Sutra jauh dari nafsu.

 

Wajib multiple orgasm

Slamet sungguh merasakan perbedaan hubungan seks sebelum belajar dan sesudah belajar Kama Sutra. "Kalau dulu niatnya untuk memenuhi kebutuhan biologis. Berhubungan seksual dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang sifatnya fisik. Sekarang, niatnya bukan begitu. Kami berniat memberikan persembahan. Dulunya untuk memenuhi keinginan berdua, sekarang untuk persembahan kepada pasangan dan Tuhan. Jadi niatnya sudah beda", ungkap ayah tiga anak yang telah dewasa ini.

Kedua, yang diharapkan sudah lain. "Kalau dulu, dalam berhubungan seksual harus begini harus begitu, harus klimaks dan sebagainya. Semua itu keinginan kita. Kalau sekarang tidak. Kadang-kadang tidak sampai ejakulasi, kami sudah puas. Karena tujuannya untuk persembahan", tambahnya.

Di Kama Sutra, kepuasan tidak hanya fisikal, tapi juga spiritual. Namun, bukan berarti kepuasan fisik atau biologis tidak perlu. Kama Sutra sebenarnya juga sangat mementingkan kepuasan fisik. Buktinya, orgasme itu harus multiple, dan mutlak untuk perempuan. Kalau tidak mencapai orgasme yang multiple, tujuan hubungan seksual tidak tercapai.

Multiple orgasm itu tercapai karena pemberian atau persembahan sang suami. Jadi, suami harus melayani istrinya dengan baik, misalnya memberikan foreplay yang sabar.

"Kesabaran dalam hal ini menjadi kuncinya. Nah, di sinilah meditasi menjadi penting. Penting dari awal karena tanpa meditasi, kita tidak memiliki kesabaran itu. Kedua, harus dengan pasangan tetap. Kalau tidak dengan pasangan tetap, pasti terburu-buru, kan", tambah Norma.

Dalam konteks energi, hubungan seksual menurut Kama Sutra merupakan proses pemberian energi pada pasangan. Yang dimaksud energi adalah energi kebahagiaan atau energi kasih. Suami memberikan energi kasihnya pada sang istri dan sebaliknya. Dengan mencapai orgasme yang lebih dari sekali, si wanita akan memberikan energi (kasih kembali) kepada si pria. Kalau si wanita tidak mencapai multiple orgasm, si pria menjadi 'loyo'. Jadi, di sini kepuasan tidak untuk kepuasan pribadi, tapi untuk pasangan.

Menurut Norma, pada kasus perselingkuhan banyak terjadi karena si wanita tidak mendapatkan multiple orgasm dalam bercinta, sehingga dia tidak memberikan energi pada pasangannya. Akibatnya, pasangannya tidak mendapatkan kepuasan. Karena tidak mendapatkan kepuasan, sang pria akan mengejar kuantitas. "Bila seorang pria telah mendapatkan kepuasan dari pasangan tetapnya, dia tidak akan lagi mengejar kuantitas karena ia telah mendapatkan kualitas yang sangat tinggi". Karenanya peran seorang pria untuk membuat pasangannya mencapai orgasme lebih dari sekali menjadi penting.

 

Perlu foreplay juga

Setelah mempelajari Kama Sutra secara utuh, pasangan ini memperoleh kualitas kepuasan lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Kepuasan fisik atau biologis yang termanifestasikan dalam bentuk orgasme sudah meningkat. Kepuasan spiritual juga menjadi hal biasa dalam setiap berbagi energi kasih. "Dulu kami kan tidak mengejar tercapainya multiple orgasm untuk istri. Dengan kesadaran dan teknik-teknik baru, multiple orgasm itu bisa tercapai sebelum meningkat ke orgasme spiritual", jelas Slamet.

"Kepuasan yang utuh itu membuat kami melambung banget, karena ternyata keindahan kepuasan fisik itu hanya salah satu saja. Masih ada kepuasan lain. Tapi tidak mungkin mencapai ke tingkat kepuasan paling atas kalau tidak melalui tangga awal itu", tambah sang istri.

Untuk sampai ke tingkatan seperti itu Slamet dan Norma terlebih dahulu harus mengubah pola pikir soal hubungan badani ini. Hubungan seksual mesti dipandang sebagai bentuk persembahan yang sifatnya horizontal dan vertikal. Ini juga mematahkan mitos bahwa seorang istri bertugas melayani suami dalam hal hubungan intim.

Bagaimana dengan ritualnya? Seperti biasa, hubungan seksual berdasarkan Kama Sutra diawali ritual semacam foreplay. Dalam babak pendahuluan ini pasangan mesti melakukan penyatuan niat dan jiwa. Mereka mesti melakukan pembersihan energi. Kemarahan, kebencian, harus dikatarsis dulu. Hawa nafsu harus dibersihkan, agar hubungan seksual yang terjadi adalah hubungan seksual berdasarkan energi kasih. "Karena kami biasa melakukan meditasi, kami melakukan meditasi terlebih dahulu", ungkap Slamet. Barulah kemudian foreplay hubungan seksual seperti pada umumnya dilakukan. Setelah itu, anda bisa memperkirakan apa yang terjadi.

Kalau pasangan yang sudah berusia paro baya seperti Slamet dan Norma saja merasa melambung setelah bercinta ala Kama Sutra, bayangkan bagaimana dahsyatnya kalau pasangan muda juga mempraktikkan hal yang sama.

 

 

(I Gede Agung Yudana)


 

Panduan seks tertua di dunia yang tertelusuri ternyata bukan Kama Sutra dari India yang tersohor itu, melainkan dari Cina. Panduan ini disusun lebih dari 2500 tahun sebelum kelahiran Isa AlMaseh. HuangTi (2697-2598 SM), kaisar legendaris Cina dianggap sebagai pencetus tersusunnya buku pegangan seks yang berisi kepercayaan dan kiat-kiat praktik seks tradisional itu  

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.