HEALTHY SEXUAL LIFE

 

 

Saat Jenuh Bersetubuh

Layaknya rutinitas yang dilakukan setiap hari, hubungan intim suami istri bisa mencapai titik jenuh. Anda tidak bisa mengabaikan hal ini jika kelangsungan perkawinan anda tidak mau terancam. Selesaikan dan carilah kiat agar kejenuhan itu berubah menjadi kebutuhan.          

 

Banyak penelitian yang telah mengangkat topik hubungan seksual, namun tampaknya tidak pernah berhenti dibicarakan. Hubungan seksual dapat terjadi dalam berbagai jenis hubungan, seperti misalnya dalam hubungan pacaran, pernikahan, pertemanan, bahkan pada orang yang tidak saling mengenal sekalipun. Namun yang lebih dapat diterima oleh masyarakat adalah hubungan seksual dalam lembaga pernikahan. Karena itu yang akan dibicarakan kali ini adalah hubungan seksual pada pasangan yang sudah menikah.

Tingkat kepuasan dalam hubungan pernikahan itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi keterbukaan dalam mengekspresikan cinta, rasa saling percaya, mengandalkan satu sama lain, cara mengambil keputusan bersama, memecahkan masalah yang dihadapi dalam hubungan, kebebasan dalam berkomunikasi emosional, hubungan sosial serta hubungan seksual (Duval & Miller, 1985)

Dalam mencapai kepuasan pernikahan, seks merupakan salah satu faktor yang berperan besar. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Morokoff dan Gilliland (1993), ditemukan bahwa kepuasan seksual personal, frekuensi berhubungan seks, aktivitas seksual, dan ketertarikan serta kepuasan seksual pasangan berperan besar dalam kepuasan pernikahan.

 

Menurun karena rutinitas

Seks itu sendiri memiliki setidaknya tiga fungsi utama dalam hubungan perkawinan. Pertama adalah memungkinkan pasangan untuk berbagi kenikmatan dan reinforcement yang positif. Kedua adalah memfasilitasi keintiman. Terakhir adalah mengurangi ketegangan.

Walaupun hubungan seksual merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam kepuasan hubungan pernikahan, namun ada saatnya ketika pasangan merasakan kehilangan minat untuk melakukan hubungan seksual. Beberapa pasangan merasakan bahwa menurunnya hasrat seiring dengan hubungan yang sudah berlangsung lama mengarah pada tumpulnya erotisme antara satu sama lain. Banyak sekali faktor yang dapat mendasari mengapa hal itu dapat terjadi. Namun faktor-faktor itu dapat direduksi menjadi dua kelompok besar yaitu masalah psikologis dan masalah biologis.

Faktor yang paling berpengaruh akan kelangsungan dan kepuasan hubungan seksual itu sendiri adalah faktor psikologis karena pada dasarnya seks itu adalah kebutuhan alamiah yang dimiliki oleh manusia. Walaupun punya keterbatasan fisik, setiap manusia akan tetap memiliki hasrat seksual. Namun, karena kondisi psikologis seseorang, maka hasrat itu dapat saja berkurang atau bahkan hilang.

Menurut beberapa ahli, gaya hidup perkotaan dengan jam kerja yang panjang, lalu lintas yang padat, dan kesibukan perkotaan lainnya dapat mengarah ke perasaan fatique dan kurangnya waktu istirahat yang berkualitas. Ketika seseorang dihadapkan pada rutinitas seperti itu, biasanya hasrat seksual dapat menurun dan membuat seseorang tidak ingin melakukan apa pun selain beristirahat. Kondisi seperti itu jika dibiarkan berlarut-larut apalagi jika tidak dikomunikasikan dengan pasangan, maka akan menimbulkan masalah besar dalam suatu hubungan.

Kita semua mungkin pernah mendengar bahwa untuk mempertahankan suatu hubungan dibutuhkan usaha. Namun, siapakah di antara kita yang mau memilih untuk usaha yang keras untuk mempertahankan hubungan percintaan kita? Apalagi jika sehari-hari kita sudah dihadapkan pada stress kehidupan lainnya. Tentunya sebagian besar dari kita akan memilih untuk hubungan yang mudah dipertahankan, tidak membutuhkan usaha ekstra, romantis, dan spontan.

Namun, kita berpikir. Apakah mungkin suatu hubungan bertahan seperti itu? Faktanya terkadang kita tidak mau berusaha lebih keras untuk mempertahankan maupun menjaga cinta, romantisme, dan seks terutama ketika kita berada dalam hubungan pernikahan yang sudah mapan dan mantab. Mungkin hal tersebut dilakukan karena masing-masing pasangan merasa bahwa hubungan mereka sudah berjalan lama, tidak ada yang perlu dibuktikan lagi, dan tidak perlu berusaha meyakinkan pasangan anda lagi bahwa anda mencintainya. Ketika anda berpikir seperti itu, maka anda akan semakin terlarut dalam rutinitas sehari-hari. Lalu, pola hubungan anda dengan pasangan pun akan semakin monoton dan bahkan hambar. 

 

Monoton dan mudah ditebak

Sebenarnya pola hubungan itu dapat dipahami dengan melihatnya dalam dua jenis, yaitu menumbuhkan dan mempertahankan. Yang termasuk dalam menumbuhkan adalah segala kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan cara melakukan aktivitas berdua yang bermakna dan menyenangkan dengan tujuan untuk menguatkan hubungan. Aktivitas-aktivitas yang berkaitan bisa berupa memberikan bunga, jalan-jalan bersama, makan malam bersama, mengirim surat cinta, berdansa bersama, tertawa bersama, menunjukkan rasa cinta, apresiasi, ketertarikan, berbagi harapan bersama, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Sedangkan aktivitas yang berhubungan dengan pola hubungan mempertahankan adalah melakukan tanggung jawab harian yang harus dilakukan untuk dapat meneruskan hidup. Contohnya adalah mencari nafkah, membersihkan rumah, membayar tagihan-tagihan, berbelanja barang-barang kebutuhan pokok, mencuci, dan lain sebagainya.

Pada awal hubungan, anda mungkin menghabiskan 90% waktu anda untuk menumbuhkan dan hanya 10% untuk mempertahankan. Seiring waktu berlalu, persentasenya akan semakin berimbang dan akhirnya mencapai level 50-50. Namun begitu, anda tetap merasa bahagia dengan pasangan anda. Tetapi, lama kelamaan proporsinya akan mulai berubah ke arah sebaliknya; aktivitas menumbuhkan menjadi hanya 10%, dan aktivitas mempertahankan menjadi 90%. Pada titik ini anda mungkin akan merasa distress dengan hubungan anda, tidak terkait dengan pasangan anda, dan kecewa karena hubungan anda menjadi tidak menyenangkan lagi.

Pada saat itu, maka hubungan seksual dengan pasangan juga terpengaruh. Anda merasa bahwa hubungan seksual menjadi sesuatu yang monoton, bisa ditebak, dan membosankan. Munculnya kebosanan dalam hubungan seksual, jika berlangsung dalam waktu yang panjang dapat memberikan dampak terhadap kepuasan seksual. Perasaan tersebut dapat merefleksikan kurangnya kegairahan dalam hubungan perkawinan.

Selain kurangnya aktivitas berkualitas dalam hubungan perkawinan, hal lain yang mungkin juga dapat mempengaruhi adalah kurangnya komunikasi seksual. Komunikasi seksual yang dimaksud di sini adalah bentuk komunikasi verbal kala masing-masing individu dapat memberitahukan pasangannya mengenai harapan dan keinginannya dalam hubungan seksual. Hal ini dirasa penting karena masing-masing orang memiliki harapan atau ekspektasi yang berbeda dalam hal pemuasan seksual mereka.

Namun, terkadang karena kurangnya pengetahuan akan seksualitas diri sendiri maupun lawan jenis, informasi ini kurang dapat digali atau bahkan disadari. Ditambah lagi dengan adanya hambatan-hambatan budaya atau agama yang membuat individu merasa canggung atau malu untuk dapat menyadari dan membicarakan mengenai seksualitas dirinya maupun pasangannya.

 

Perlu olah raga

Untuk mengatasinya, pasangan harus memiliki pengetahuan seks yang cukup. Yang dimaksud cukup di sini adalah masing-masing individu mengetahui anatomi seks dirinya dan pasangannya. Daerah-daerah mana yang jika distimulasi akan memberikan kepuasan bagi pria maupun wanita dan bagaimana melakukan seks yang sehat. Mengapa hal ini penting? Karena hubungan seksual juga dapat terganggu karena ketakutan akan kehamilan atau terlalu terfokus untuk konsepsi tanpa memikirkan kenikmatan.

Dengan memiliki informasi yang cukup, diharapkan individu akan lebih dapat menikmati hubungan seksual itu. Hal lainnya yang perlu dilakukan adalah merasa nyaman dengan tubuh sendiri serta menerima seksualitas diri sendiri. Terkadang individu merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan seksualitasnya. Tak jarang pula berhubungan dengan pengetahuan seks yang kurang dan kurangnya komunikasi. Mereka tidak merasa nyaman jika orang lain, bahkan pasangannya sendiri melihat tubuh mereka tanpa busana. Karena itu, perlu adanya perasaan nyaman terhadap diri sendiri sebelum menimbulkan rasa nyaman pada orang lain.

Mungkin anda pernah mendengar bahwa aktivitas hubungan seksual juga dapat dikatakan sebagai salah satu aktivitas olah raga karena membutuhkan energi dan membakar kalori. Hubungan seksual membutuhkan energi dan terkadang dapat melelahkan. Karena itu, hindarilah rasa lelah yang berkepanjangan untuk menghindari perasaan fatique sehingga anda masih memiliki energi untuk melakukan hubungan seksual. Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah berolah raga yang cukup. Mengapa berolah raga perlu? Karena ketika anda berolah raga, adrenalin akan terpicu. Olah raga yang cukup tidak akan membuat anda kelelahan, tetapi justru membuat tubuh lebih bugar.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, penting adanya komunikasi dalam hubungan seksual dengan tujuan mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan. Tingkat kepuasan seseorang dapat berbeda-beda dan perlu dikomunikasikan. Anda perlu mengatakan pada pasangan anda di mana anda merasa lebih nyaman disentuh, posisi seperti apa yang dapat memberikan orgasme pada anda, dan lain sebagainya.

Salah satu faktor yang membuat hubungan seksual terasa hambar adalah kebosanan. Karena itu perlu dilakukan variasi dalam hubungan seksual sehingga tidak terasa monoton. Untuk itu perlu kita kembali pada pengetahuan seks yang cukup, perasaan nyaman, dan komunikasi. Bisa saja posisi yang anda anggap menyenangkan, tidak dirasakan menyenangkan bagi pasangan. Malah ia menganggap posisi itu menyakitkan. Atau anda tidak mengetahui bahwa posisi-posisi tertentu dapat memberikan kenikmatan bagi anda. Selain posisi, suasana dan tempat juga dapat divariasikan. Hubungan seks tidak selamanya harus dilakukan di atas tempat tidur. Cobalah lakukan variasi-variasi tempat atau bangun suasana baru. Terkadang ada orang-orang yang melakukan permainan peran untuk membangun suasana dalam melakukan hubungan seks sehingga seks dapat dipersepsikan sebagai aktivitas yang menyenangkan atau playful.

Jika dalam perkawinan sudah ada kehadiran anak dan aktivitas anda tidak bisa jauh dari anak, aktivitas seksual dapat terhambat karena takut sang anak tiba-tiba membutuhkan anda. Untuk itu, sisihkan waktu pribadi untuk anda dan pasangan. Misalnya dengan pergi berakhir pekan berdua, menginap di hotel, dan lainnya. Anda tidak bisa memberikan alasan tidak ada waktu karena andalah yang mengatur waktu itu.   

 

Ubah gaya hidup

Dari hal-hal di atas, ada empat hal yang dapat anda lakukan bersama pasangan untuk dapat menumbuhkan kembali kehidupan seksual dalam rumah tangga. Pertama, lakukan 5-T, yaitu: talk, time, trust, touch, dan tolerance. Luangkan waktu untuk dapat melakukan aktivitas berdua, dan percayai pasangan anda. Cobalah untuk berkomunikasi secara non-verbal dan tidak hanya berkomunikasi verbal saja untuk menunjukkan perasaan. Misalnya dengan sentuhan. Dalam berinteraksi dengan pasangan, perlu adanya toleransi dengan kondisi masing-masing.

Kedua, diskusikan hal-hal apa yang anda dan pasangan sukai dalam hal seks. Hal ini diharapkan dapat menjembatani perbedaan antara harapan dan keinginan antara anda dan pasangan anda.

Ketiga, perubahan gaya hidup. Misalnya pengaturan pola makan, istirahat, dan berolahraga yang cukup. Cobalah cari informasi mengenai makanan-makanan yang dapat membangkitkan gairah seksual (afrodisiak) dan makanan yang perlu dihindari yang dapat membuat hubungan seksual kurang menyenangkan. Perlu juga dipertimbangkan bahwa konsumsi alkohol, nikotin, dan obat-obatan yang berlebihan dapat mempengaruhi performa seksual seseorang. Dengan ritme hidup perkotaan seperti Jakarta, cobalah cari waktu untuk dapat beristirahat yang cukup dan menerapkan pola hidup yang sehat sehingga anda tidak terjebak dalam aktivitas perkotaan yang monoton dan melelahkan.

Yang terakhir, jika ada kemungkinan gangguan fisik, coba konsultasikan dengan ahli. Kurangnya hasrat ataupun minat untuk melakukan hubungan seksual bisa jadi disebabkan oleh kondisi fisik seseorang misalnya abnormalitas anatomi tubuh yang menyebabkan seorang sulit atau tidak dapat mendapatkan rasa nyaman saat berhubungan seks. Karena itu, mungkin perlu dikonsultasikan pada ahli.

Jika segala pendekatan sudah anda lakukan namun tetap tidak berhasil untuk menumbuhkan atau membangkitkan kehidupan seksual dalam rumah tangga anda, mungkin ada masalah lain dalam rumah tangga anda yang belum terselesaikan. Terkadang dibutuhkan kehadiran pihak ketiga untuk dapat membantu penyelesaian permasalahan anda.

Jangan sampai anda jenuh untuk bersetubuh.      

 

 

(Indah Sari Hutauruk, M.Psi)


 

 

Orgasme G-Spot mungkin akan mengakibatkan dihasilkannya cairan dalam vagina, yang dikenal sebagai ejakulasi wanita. 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.