HEALTHY SEXUAL LIFE

         

 SALAH OLES, 'PISTOL' KEMPES

 

Ejakulasi prematur atau ejakulasi dini sejatinya kondisi ketika suami atau pria terlalu cepat berejakulasi (cairan sperma terlalu cepat keluar pada saat hubungan seksual). Problem ini dipercaya menjadi alasan utama para pria membeli obat-obatan pengurang kepekaan kulit penis, yang dianggap terlalu sensitif. Ya, pria mana yang tak tahan jika maunya berhubungan selama lima menit, tapi baru main satu menit, 'pistol' sudah menyalak.

Di sisi lain, para pria pun menyadari, gangguan ejakulasi dini membuat istri atau pasangan mereka menderita. Sayangnya, banyak di antara mereka yang tak sungguh-sungguh mengerti, mengapa dan bagaimana mereka sampai mengalaminya.

Ada lelaki yang percaya, ejakulasi dini disebabkan terlalu sensitifnya kulit penis. Maka, agar hubungan seks berjalan lebih lama, mereka lantas berusaha mengurangi kepekaan kulit 'pistol' masing-masing dengan obat semprot maupun obat oles.

"Wajar kan kalau kami berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan istri. Termasuk memakai obat oles dan obat semprot?", cetus Fari (bukan nama sebenarnya), mewakili kaum Adam yang selama ini merasa tersiksa.Wajar sih wajar. Masalahnya, sudah tepatkah langkah para suami yang melarikan diri, bahkan mengandalkan obat oles dan obat semprot untuk mengatasi masalah ejakulasi prematur? Sudah cukupkah pengetahuan mereka tentang hubungan seksual yang sehat dan dampak penggunaan obat-obatan itu? Jangan lantaran takut dianggap sebagai suami abnormal, lantas tergoda melakukan apa saja untuk mengembalikan kemampuan 'pistol'nya.

Pasalnya, jika alasan mereka menggunakan obat-obatan itu untuk mengurangi tingkat sensitivitas kulit penis, jelas tak ada dasarnya sama sekali. Penyebab ejakulasi dini adalah ketegangan jiwa. Setiap kali melakukan hubungan seksual, jiwa selalu tegang sehingga saat hubungan itu berjalan, saat kenikmatan di penis mulai terasa, kantong cairan sperma (vesicula seminalis) langsung memompa, sehingga terjadilah ejakulasi.

Sayangnya, hampir semua penderita tidak mengenali atau menyadari ketegangan jiwa itu. Yang dirasakan ialah kenikmatan yang tinggi di kulit penis saat bersentuhan dengan vagina. Sehingga terpatri di pikiran, ejakulasi prematur yang mereka alami disebabkan oleh kulit penis yang terlalu sensitif. Tak heran kalau solusi awal yang muncul dalam benak para suami adalah bagaimana mengurangi sensitivitas kulit.

Salah satunya dengan membeli obat-obat yang belakangan sangat mudah didapat dan dibeli di toko-toko obat. Obat itu terdiri atas obat golongan procaine, yakni lidocaine atau xylocaine dalam bentuk cream (zalf) atau spray (semprot). Ketika melakukan kontak seksual, penis mengalami ereksi. Nah, saat ereksi itulah kulit penis diolesi dengan obat. Buat yang tak suka model oles, tersedia juga obat semprot.

Sesudah diolesi atau disemprot, hanya dalam hitungan detik, tingkat sensitivitas kulit penis sudah jauh berkurang. Jadi, walaupun penis bergesek-gesek di dalam vagina, ejakulasi menjadi lebih lama dari biasanya. Dengan lamanya ejakulasi itu diharapkan istri ikut merasakan orgasme.

Karena digunakan di luar tubuh, keamanan obat-obat jenis ini biasanya cukup baik. Artinya, hampir tidak ada resiko berat yang harus ditanggung si pemakai.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ejakulasi dini sebenarnya tidak berkaitan dengan terlalu sensitifnya kulit penis, karena di mana-mana tingkat sensitivitas kulit penis itu sama. Jadi, obat oles dan sejenisnya jelas bukan solusi terbaik untuk menyelesaikan kasus ejakulasi dini.

Kedua, saat menggunakan obat-obatan jenis ini, 'senjata' pria menjadi kurang peka. Ketika diraba dan dirangsang oleh istri, rasanya tidak akan sama seperti sebelum diolesi obat. Saat penis di dalam vagina pun, kenikmatan yang dirasakan pria ikut berkurang. Dengan kata lain, obat oles dan obat semprot berpotensi mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual.

Ketiga, pemakaian obat oles mengandung resiko pada pria berusia 30 tahun ke atas. Mengapa? Pada usia itu, kenikmatan seks di kulit penis justru sangat dibutuhkan untuk membuat penis tetap 'hidup' alias ereksi. Tanpa kenikmatan yang langsung dirasakan oleh penis, ereksi akan menurun. 'Pistol' pun akan memble. Bila nekat dengan tetap memakai obat oles atau spray, lama kelamaan akan menyebabkan disfungsi ereksi.

Kalau sudah kena disfungsi ereksi, masalah yang dihadapi dan dampaknya tentu akan lebih berat lagi. Enggak lucu kan, maunya mengusir ejakulasi dini, eh malah didatangi disfungsi ereksi. Pepatah bilang, lolos dari kandang macan, malah masuk ke mulut buaya. Makanya pria berusia di atas 30 tahun dianjurkan tidak memakai obat-obatan ini.

Lain halnya dengan orang muda yang mempunyai kekuatan ereksi sangat tinggi. Walaupun kenikmatan di kulit penis menurun karena obat oles, ereksi biasanya tetap keras. Jadi, hitung dulu usia anda sebelum masuk toko obat.                 

 

 

TULISAN TANGAN

Pasutri Rustam dan Rusmini bekerja sebagai reporter sebuah media. Mereka sepakat menggunakan kode jika berbicara tentang hubungan intim, khususnya di depan anak mereka, Ruri yang masih berumur lima tahun. Mereka memilih istilah-istilah yang berkaitan dengan mesin ketik sebagai kata ganti.

Suatu hari .......

"Ruri, tolong bilang pada mama, papa mau nulis surat di mesin ketik", pinta Rustam sambil terus membaca koran sore.

Namun, Rusmini yang sedang repot di dapur menjawab ketus, "Katakan pada papa, dia tidak bisa mengetik sekarang, pitanya sedang kusut".

Ruri pun kembali ke beranda disambut wajah pasrah Rustam.

Beberapa jam kemudian, Rusmini memanggil Ruri.

"Bilang pada papa, mesin ketiknya sudah siap".

Dengan sigap bocah lincah itu berlari menuju beranda. Sebelum akhirnya berteriak, "Mamaaaa! Papa bilang, sudah tidak perlu mesin ketik lagi. Papa sudah menulis surat pakai tangan!"

 

         

 

(Naek L. Tobing)


 

Orgasme bisa tidak disertai ejakulasi, dan keluarnya air mani baru terjadi pada orgasme terakhir 

 

 

 

         

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.