ADVENTURES OF VERINA & VINCENT IN EUROPE

 

   LONDON

 

Thames River, The Houses of Parliament, and Big Ben

 

London city (Jeng Verina in England 14 October 2008 - 7 January 2009)

 

Jam 6 pagi naik taksi ke Gare du Nord Stasiun Paris, langsung "validasi" tiket EuroPass yang kami beli di Surabaya. Jam 07:16 naik kereta cepat EuroStar melewati tunnel bawah laut menyeberangi Selat Inggris menuju London. Kereta apinya kenceng banget, tapi tidak terasa ada goncangan dan kedap suara luar. Kita bisa ngobrol santai seperti berada dalam kamar tidur kita. Tiba di Waterloo Stasiun London jam 09:10, kemudian naik metro ke Hotel Paragon (dekat Hyde Park). Suhu terasa lebih dingin daripada Paris.

Ternyata kami terpaksa agak keteteran di lobby hotel selama 2 jam karena jam check-in di atas jam 13:00, kami gunakan makan di seberang hotel ada restoran kecil masakan seperti Mc Donald, dimana pemiliknya adalah orang Iran yang menikahi wanita Inggris. Untuk makan berdua kami harus membayar kira-kira Rp. 120.000,-, mencakup ayam goreng, kentang goreng, salad, tulang iga babi panggang. Karena kami terlihat riang dan terus bercanda, si orang Iran rupanya ikut senang, sehingga tanpa segan kami diberinya ekstra iga babi dan sayap ayam. Aduh ……… kenyang nian rasanya perut ini. 

Jam 15:00 kami sudah ke luar kamar hotel untuk melanjutkan petualangan. Setelah mempelajari peta, kami berjalan kaki mencari bus yang setiap saat bisa get on–get off selama satu hari, tapi ternyata nggak ketemu juga. Tanpa terasa kami sudah berjalan jauh ke Hyde Park, naik metro, dan akhirnya terdampar di Victoria Station. Di situ kami jalan-jalan menikmati kesibukan ribuan orang London yang baru pulang kantor. Suasana ramai sekali, karena baik kendaraan maupun mereka yang berjalan kaki sama banyaknya.

Jam 19:00 kami ikut paket night-bus keliling kota London by Night Sightseeing Tour Bus. City tour di malam hari naik bus double dekker selama kurang lebih 2 jam. Tiketnya Rp. 140.000 per orang. Kami berdua duduk di lantai atas paling depan, supaya tidak langsung terkena angin (dilindungi kaca). Udara cukup dingin, kira-kira 14 derajad Celcius, dengan angin berhembus kencang. Lama-lama tangan "ngeram" di kantong celana, terasa dingin sekali. Sepanjang jalan menyusuri obyek-obyek pokok kota London, sang Tour Guide terus berkaok-kaok dengan menenteng TOA, memberi penjelasan mengenai tempat-tempat wisata dilengkapi dengan sejarahnya. London di waktu malam terkesan berbeda dengan tampilan di siang hari.

Gereja Westminster Abbey bermandikan lampu hallogen berwarna kuning kemerahan, tampak anggun dari dekat dan tetap tampak indah dan jelas dari kejauhan. Kemudian kami melewati jembatan terkenal dekat "The Tower of London" untuk melintasi Sungai Thames di waktu malam.

 

The Tower of London
The most famous tourist attraction in the Tower of London is the collection of Crown Jewels that has been on display here since the 17th century, during the reign of Charles II. Most of the jewels were created around the year 1660, when the monarchy was reinstalled. The majority of the older crown jewels were destroyed by Oliver Cromwell.
The jewels can be found in the Jewel House, which is part of the Waterloo Barracks just north of the White Tower. Some of the highlights of the collection are the 530 carat First Star of Africa, which is set in the Scepter of the Cross; the Imperial State Crown with more than 2800 diamonds and the famous Koh-I-Noor, a 105 carat diamond.

 

The castle and fortress complex that is called the Tower of London derives its name from this building

The White Tower was begun under William the Conqueror in approximately 1078 AD

The White Tower is a "keep", meaning that it is the strongest, most heavily fortified building in the fortress complex

From the southern battlement, in the foreground of this photo, the White Tower stands 90 feet tall

 

Di kedua sisi sungai ada beberapa kafe dan restoran, yang pada malam hari terasa suasana agak sunyi (anehnya kalau akhir pekan malah tutup). Kami juga melewati rumah kekasih terakhir Lady Di yang meninggal bersama dalam kecelakaan mobil di Paris. Ditunjukkan pula rumah kediaman Ian Flemming (pengarang James Bond).

Tiba di utara the Houses of Pee adalah Whitehall, di situlah broadway besar dan pusat pemerintahan Inggris, termasuk Downing Street 10, kantornya Perdana Menteri Inggris, serta tempatnya kegiatan Parade Pasukan Pengawal Berkuda.

 

Trafalgar Square at night

 

Nelson's Column in the field at Trafalgar Square

 

Dari Whitehall menuju utara hingga akhir jalan akan ketemu Trafalgar Square, suatu bundaran persimpangan lalu-lintas yang ramai, dan di dekat situ ada Kolom Nelson serta Gedung Galeri Nasional secara gratis, bioskop, dan sex shops. Berjalan lagi kira-kira 300 meter ke utara, kita akan menjumpai Piccadilly Circus.

 

Piccadilly Circus

 

Dekat Sungai Thames ada The Houses of Parliament dan Big Ben (si lonceng kuno yang tersohor sebagai icon kota London). Juga di sisi lain tepi sungai ada London Eye, semacam merry go round tapi berputar vertikal untuk melihat pemandangan indah di sekitar Sungai Thames.

Used in motion pictures as the "establishing shot" to unmistakably place the action in London, the Clock Tower of Westminster Palace is one of the most recognized structures in the world. Often referred to as Big Ben, the tower itself does not technically bear that name. Big Ben refers to the 13 1/2-ton hour bell within the tower that is sounded at the top of every hour. The bell is named in honor of Sir Benjamin Hall, a British civil engineer, politician and Member of Parliament who oversaw the latter stages of the rebuilding of Westminster Palace following the fire of 1834.

One hundred fifty one years old almost to the day as this image was made, the Clock Tower houses one of the most accurate mechanical clocks in the world. The clock and dials were designed by Augustus Pugin. The clock dials are set in an iron frame 23 feet in diameter, supporting 312 pieces of opal glass, similar to a stained-glass window. Some of the glass pieces may be removed for inspection of the hands. The surround of the dials is gilded. At the base of each clock dial in gilt letters is the Latin inscription: “DOMINE SALVAM FAC REGINAM NOSTRAM VICTORIAM PRIMAM” which means, "O Lord, keep safe our Queen Victoria the First."

 

The Thames River, The Houses of Parliament and Big Ben

 

Victoria Tower, The Houses of Parliament and Big Ben

 

Big Ben

 

One of the signature structures of London, Victoria Tower as seen from Whitehall Street. The Victoria Tower is one of three towers that stands over Westminster Palace, the home of Parliament. The main entrance at the base of the tower is the Sovereign's Entrance, through which the Monarch passes at the State Opening of Parliament. On top of the Victoria Tower is an iron flagstaff from which flies the Union Flag or, when the Sovereign is present in the Palace, the Royal Standard. The sculpture in the foreground is George, Duke of Cambridge, a grandson of Edward III.

 

London Eye and County Hall from Westminster Bridge

 

London Eye

 

Tak jauh dari situ juga dapat kita saksikan London Bridge yang di tengah-tengah bentangnya dapat terputus dan naik ke atas serta turun kembali untuk membuka dan menutup lalu lintas kapal yang cukup besar melintasi jembatan tersebut.

 

London Bridge

 

Often mistakenly called London Bridge (which is actually the next bridge upstream and the vantage point of this image)

 

The Tower Bridge

 

Panorama The Tower Bridge of London

 

Tower Bridge is a combined bascule and suspension bridge that spans the River Thames. It is close to the Tower of London, which gives it its name. A bascule bridge is one whose surface can be quickly drawn up to allow river traffic to pass through it. In the foreground is the Royal Navy light cruiser HMS Belfast, now a museum ship operated by the Imperial War Museum. Among the action HMS Belfast saw was support of Operation Overlord, the D-Day landings at Normandy, France that began on June 6, 1944.

Construction of Tower Bridge began in 1886 and took five years. The two towers stand 213 feet in height and sit on piers containing over 70,000 tons of concrete that were sunk into the bed of the River Thames.

The two parallel elevated walkways that span the bridge above the road surface gained an unwanted reputation as a hangout for prostitutes and pickpockets and were closed in 1910.

The enclosed walkways were reopened in 1982 as a part of the Tower Bridge Exhibition, a museum that is housed in the bridge's two towers.

The bascules of Tower Bridge are raised about 1,000 times per year to accommodate river traffic, which still takes priority over road traffic. The bascules rise to an angle of 83 degrees and permit clearance of 139 feet at mean highwater spring tide. Twenty four hours notice is required to raise the bridge's bascules. There is no charge, however, for river traffic.

The twin towers of Tower Bridge, 213 feet in height each, house the Tower Bridge Exhibition. Tower Bridge was officially opened on June 30, 1894 by the Prince of Wales, the future King Edward VII.

 

Prince Albert Monument in the Hyde Park

 

The Royal Albert Hall

 

Obyek lain yang ditunjukkan adalah Bank of England. Jam 22:00 kami turun dekat Hyde Park Corner, lalu jalan kaki lagi menuju Hotel Paragon.

Keesokan pagi kami sudah dijemput seorang cewek bule yang kemayu, berhubung kami ikut paket Golden Tours Deluxe Sightseeing (harga tiket Rp. 1.000.000,- per orang, dari pagi sampai sore hari). Semua peserta berkumpul di satu tempat, baru dibagi-bagi kelompoknya sesuai dengan paket yang diikuti.

Obyek pertama adalah Westminster Abbey, bangunan gereja kuno namun megah sekali, yang dilihat oleh orang di seluruh dunia ketika pemakaman Lady Di, Princess of Wales. Gereja ini merupakan Gothic Abbey, dan semua bagian bangunan serba marmer, jadi terasa dingin, dibangun sejak tahun 1066 hingga selesai tahun 1500. Di situ dikuburkan orang-orang kerajaan en para bangsawan berabad-abad yang lalu secara turun temurun. Tidak heran kalau tempat itu dihormati, karena di situlah disemayamkan para leluhur keluarga kerajaan. Semua kuburan yang jumlahnya ratusan di dalam gedung itu teridentifikasi dengan jelas dan rapi serta terawat baik, walaupun usianya sudah berabad-abad, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata yang penting untuk dilihat oleh generasi-generasi berikutnya. Gereja ini memang digunakan untuk upacara-upacara penting kenegaraan dan kerajaan (penobatan raja atau ratu, perkawinan, dan pemakaman), sedangkan pada hari Minggu untuk pelayanan.

Westminster was the name given the area around Westminster Abbey (the West Minster or monastery church) that gave the area its name. It has been the seat of the English and later the British government for over a thousand years. Amazingly compact geographically, the area called Westminster is home to the most iconic of London landmarks. It is little appreciated that most of metropolitan London derives its name from the area around the Abbey. The City of Westminster constitutes most of what we colloquially call London. The actual City of London is only a mile square and it sits within the City of Westminster.

 

Westminster Abbey

 

Acara berikut adalah menyaksikan Upacara Penggantian Pengawal Istana Buckingham. Melalui Istana St.James kami menyaksikan parade pasukan kuda dan kavaleri istana yang berpakaian merah-hitam mencolok dengan topi hitam tinggi, seperti yang kita lihat di filmnya Mr. Bean. Suara drum band dipadu dengan ribuan orang atau tepatnya turis yang ikut menyaksikan tampak menyemarakkan suasana. Seperti pesta rakyat saja, dan itu terjadi setiap hari jam 11.30 siang yang memakan waktu kira-kira 45 menit (upacara ini ditiadakan apabila terjadi turun hujan lebat sekali). Di tempat lain yaitu di Hyde Park jam 10.30 siang juga ada upacara berbaris para Pengawal melalui sudut jalan Hyde Park dan Mall, dan Horse Guards Parade di Whitehall jam 11.00 setiap hari (kecuali hari Minggu diadakan sejam lebih awal).

 

Buckingham Palace square

 

Changing of the guards at Buckingham Palace

 

The Queen's Guard is the name given to the contingent of infantry responsible for guarding Buckingham Palace and St. James's Palace in London. The Changing of the Guard takes place in the forecourt of Buckingham Palace at around 11 a.m.

The Guard provides a full military band consisting of no fewer than 35 musicians, usually, though not always, from one of the Guards regiments.

 

 

Buckingham Palace

 

Makan siang diadakan di sebuah rumah makan tradisional yang bertingkat dekat Royal Palace, sudah termasuk paket tour ini. Setelah lunch, kami menyusuri jantung kota London by Cruising on the River Thames dengan pemandangan bangunan-bangunan kuno di kedua sisi sungai. Selama dalam cruise, guidenya digantikan oleh si kapten kapal, yang berbicara dengan aksen asli yang sulit sekali ditangkap maknanya. Tapi yang hebat dia nggak berhenti bicara, terus nerocos menjelaskan dengan waktu istirahat kira-kira satu menit ngkali. Selesai cruise kami masuk Tower of London dan The Crown Jewels. Dalam area ini yang paling mengerikan adalah tempat untuk menjagal (potong leher), dengan korbannya antara lain Sir Walter Raleigh, juga 2 orang istri Henry VIII (Anne Boleyn dan Catherine Howard). Sebelum ke luar istana, kami memasuki bangunan yang memamerkan Crown Jewels yang terkenal sejak abad 14 dan masih dipakai oleh Ratu dan keluarganya hingga saat ini. Bukan main indah dan luar biasa bagusnya. Juga diceritakan sejarah hingga dibuatnya perhiasan itu. Di salah satu bagian diputarkan film dokumenter tentang upacara pelantikan Ratu Elizabeth II, waktu itu masih terlihat muda. Semua koleksi barang-barang tersusun rapi dan terawat, serta setiap saat boleh dilihat oleh siapa saja. Simbol keterbukaan kerajaan bagi rakyatnya?

 

Covent Garden

 

Covent Garden

 

Borough Market at London Bridge

 

Sempat teringat suasana di Keraton Jogjakarta atau Solo, apa saja yang ada di sana, dan bagaimana bangsa kita merawat barang-barang di sana. Memang kita harus belajar banyak dari bangsa Eropa soal perawatan dan penghargaan terhadap peninggalan nenek moyang.

 

Millennium Bridge

It is a 325m steel bridge linking the City of London at St. Paul's Cathedral with the Tate Modern Gallery at Bankside

 

Di dekat Tower of London Bridge ini juga terdapat London Dungeont Musseum, yaitu museum horor yang paling menakutkan. Kita akan diajak ke masa lalu hingga penghakiman kematian yang tentu saja diramu adegan-adegan menyeramkan sekali. Datang ke sini bersama pacar ya bolehlah, bisa lebih menikmati segalanya :~)

Sebelum mengakhiri city tour ini, kami mengunjungi Gereja St.Paul yang terkenal sebagai karya besar arsitek dan seniman besar yang jenius, Sir Christopher Wren. Katedral ini dibangun selama 35 tahun dan selesai tahun 1710, di dalamnya terdapat makam Wellington dan Nelson.

 

St. Paul's Cathedral

 

London memang merupakan kota cosmopolitan yang besar sekali, dan hampir di semua jalanan cukup nyaman untuk berjalan kaki keliling kota kemana saja. Akhir-akhir ini bagi kota London yang begitu megah juga tak luput dari banyaknya copet berkeliaran seperti di kota-kota besar Eropa lainnya.

Kesimpulannya, obyek yang minimal harus dilihat di London adalah Katedral Westminster Abbey, Tower of London, dan The Crown Jewels, Istana Buckingham, serta menikmati The City of Bath (pemandangannya bagus dan suasananya enak untuk dinikmati).

 

Thames River and City Hall

 

Tower Bridge and Thames
 

One of London's most modern buildings, City Hall houses the Greater London Authority (GLA) including the mayor of London and the London Assembly. The GLA is responsible for the administration of Greater London.Completed in July 2002 and situated on the south bank of the Thames River near the Tower Bridge, City Hall was designed by well-known British architect Norman Foster, who also designed the Millennium Bridge and was responsible for the renovation of Berlin's famed Reichstag
The Shard is the tallest building in Western Europe, its crystalline façade transforming the London skyline with a multi-use 310 m (1,016 ft) vertical city of high-quality offices, world-renowned restaurants, the 5-star Shangri-La hotel, exclusive residential apartments and the capital's highest viewing gallery, The View from The Shard, offering 360° views.
Well-connected and comprehensively serviced by central London's transport infrastructure, facilities and amenities, The Shard is a timeless reminder of the power of imagination to inspire change.

 

City of London and Thames River

 

 

 

 

GO YE INTO ALL THE WORLD, AND PREACH THE GOSPEL TO EVERY CREATURE

 

 

           

 

 

Powered by: SECAPRAMANA.Com. Inc.   Copyright@2000    All Rights Reserved